Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Dongeng sebelum tidur


__ADS_3

Malam harinya di kamar mereka,mirah dan nana belum ingin tidur,nana masih asyik berceloteh tentang acara jalan jalan tadi sore,menurut nya hal itu sangat menyenangkan,mengingat jika dikampung ia tak pernah berjalan jalan dan belanja sepuasnya seperti itu,paling bagus belanja sepatu dan baju itu kepasar bersama sang ibu atau emaknya.


"Bu,nana seneng banget deh hari ini,bisa jalan jalan sepuasnya,bisa pilih pilih tas dan sepatu sendiri," celotehnya riang


"Syukur deh,kalau nana seneng." Mirah tersenyum lembut


"Besok jalan jalan lagi ya 'bu," pintanya kepada sang ibu


"Ya,boleh saja.Tapi kalau tidak ada halangan 'ya,"


"Umm" nana mengangguk


"Bu,nana mau di dongengin 'dong," saat ini nana sangat ingin mendengar sebuah dongeng sebelum tidur.


"Boleh,nana mau dongeng apa?" tanya sang ibu,yang kemudian membantu nana berbaring di ranjang,lalu menyelimuti anak itu,dikarenakan udara malam yang kian dingin menusuk.


"Apa saja terserah ibu,yang penting ceritakan dongeng untuk nana," ujarnya sambil terus menguap.

__ADS_1


"Baiklah,dengarkan baik baik 'ya," mirah pun mulai bercerita untuk putri cantiknya.


Lampu ajaib!


Di suatu negri,pada zaman dahulu kala hiduplah sebuah keluarga yang sangat miskin,padahal negri itu sangat makmur dan subur,akan tetapi tidak dengan agnes dan ibunya yang hanya tinggal di sebuah rumah,bahkan tidak pantas di sebut rumah! karena lebih ke gubuk reyot.


Agnes sebenarnya gadis yang sangat cantik,namun karena keada'an lah yang membuat ia nampak kumal dan dekil,rambut panjangnya tak pernah sama sekali disisir,dan pakaian yang di kenakan hanya itu itu saja.Sehingga tidak ada seorang pun pemuda yang jatuh hati pada agnes


Sehari hari pekerjaan agnes dan ibunya adalah mencari kayu bakar ke hutan kemudian mereka akan menjualnya kepasar,dibelakang gubuk reyot nya ada sepetak tanah kecil,yang agnes tanami dengan berbagai macam bunga.Ya,gadis itu betul betul menyukai tanaman bunga yang beraneka warna dan berbagai jenis.


Suatu hari...


"Baiklah ibu,saya akan pergi kesana sekarang," agnes mengangguk patuh menerima perintah ibunya


"Kau harus hati hati di hutan sana,karena kau akan sendirian," ibu agnes merasa sangat khawatir sebenarnya,melepas sang putri sendirian ke hutan,tapi mau bagaimana lagi saat ini mereka butuh makan,dan jalan satu satunya adalah agnes yang harus mencari kayu bakar itu,lalu di jual ke pasar.


"Iya ibu,kalau begitu,saya pergi sekarang," ucapnya berpamitan pada sang ibu

__ADS_1


Setelah berpamitan,kemudian agnes pun melangkah pergi menuju hutan yang biasa ia dan ibunya datangi,ketika akan mencari kayu bakar.


Di tengah hutan agnes sedang asyik mengumpulkan kayu kayu yang akan dijualnya hingga terkumpul sangat banyak,hingga ketika netra gadis itu melihat sebuah pohon besar yang berlubang,dan kemudian ia pun mendekat


"Oh,lubang pohonnya besar sekali,apa kiranya hewan yang tinggal disini?" ia menggumam,dengan rasa penasaran yang begitu tinggi sang gadis kemudian melongokkan kepalanya ke dalam lubang besar yang menganga


"Tidak ada apa apa disni,"


"Eh,tunggu! apa ini?" agnes pun berjongkok kala netranya melihat sesuatu yang berkilau di dalam lubang pohon itu,sebuah benda yang mirip lampu aladin



Benda itu terlihat sangat kotor dengan tanah meliputi permukaan nya,akan tetapi sedikit kilau dari lampu itu pun masih terlihat,apabila dibersihkan maka sudah pasti ajan sangat bagus dan mahal tentunya,fikir agnes.Kemudian ia memungutnya lalu segera pergi dari hutan dengan membawa semua kayu bakar itu.


Sesampainya di rumah agnes pun segera menjual kayu bakar itu di pasar,dan hasilnya ia belikan makanan serta obat untuk sang ibu yang tengah sakit.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2