Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
pertemuan


__ADS_3

Mirah dan ratna kini sudah hampir satu bulan tinggal di panjalu,dan selama itu Herman menunggu dengan perasaan tak menentu,ia sangat ingin bertemu dengan anak dan mantan istri nya.


Sedangkan disah sama sekali belum tahu bahwa sang adik sudah kembali dari rantau,disebabkan Herman belum sekalipun mengunjungi kakak nya semenjak ia datang,entah apa alasannya


"Apakah kau tidak punya keberanian,untuk berkunjung ke rumah disah? padahal itu adalah rumahmu,kau berhak datang kesana kapanpun!" ucapan rohanah begitu sinis


"Iya,kau benar.Aku memang belum punya keberanian,mungkin jika anakku ada disana akan ada sedikit kekuatan untuk ku,berkunjung kerumah itu,"


"Dan kau salah! itu bukan rumahku,tapi rumah orang tuaku,jadi yang berhak akan rumah itu bukan hanya aku tapi kak disah juga," lanjut herman


"Kalau begitu kau masih punya hak akan rumah itu,kita bisa tinggal disana," ucapan rohanah seperti tak tahu malu


"Kita lihat saja nanti," ucap Herman


Tentu saja rohanah sangat berharap bisa tinggal di sana,rumah disah itu sangat besar dan luas,sekarang ia merasa sesak karena terpaksa harus tinggal di rumah ibunya yang kecil dan sempit ,benar benar wanita tidak tahu diri.


***


Hari ini hari kepulangan Nana dan Mirah ke kota B,Ratna benar benar tidak kerasan tinggal di panjalu ia terus merengek ingin pulang ke rumah emak nya di Curug taneuh


"Nana rindu sekali sama emak,pasti emak juga begitu," tutur Nana disela tangisannya,pasalnya sang ibu terus saja menunda kepulangan mereka ke Curug taneuh dikarenakan ia masih betah tinggal di tempat kelahirannya


"Iya iya,kita pulang hari ini 'ya," bujuk mirah


"Betul ya Bu,jangan bohong," ucapnya lagi sambil menghapus air mata


"Iya sayang,ibu janji kita akan pulang ke rumah emak, ayo...kita bereskan baju baju," Mirah tersenyum dan mengajak Ratna untuk mengemas pakaian ke dalam tas besar


"Yeayy! ayo...," ucap gadis cantik itu senang


Akhirnya Mirah dan ratna segera mengemas pakaian dan barang barang milik mereka yang lainnya.


Setelah semuanya selesai kedua ibu dan anak segera berpamitan untuk pulang ke kota B.Tepatnya kerumah disah di Curug taneuh


Istri dan anak omi menangis sesenggukan kala Mirah dan ratna berpamitan,ya,selama sebulan ini mereka berdua tinggal di rumah omi.Karena rumah itu dulunya milik orang tua Mirah dan berhubung semenjak kedua orang tuanya meninggal Mirah dibawa oleh dori ke kota B,jadilah rumah itu sekarang di tinggali oleh kakaknya,yaitu omi sekeluarga.


"Padahal tinggal saja disini kau dan anakmu itu 'mir,toh ini juga rumah mu.Daripada di sana,kau tinggal dengan orang lain," bujuk istri omi


"Emak bukan orang lain,itu emaknya Nana,yang selalu sayang sama Nana," timpal Ratna tiba tiba,bocah itu tak terima ketika mendengar emaknya di sebut orang lain


"Iya iya,bukan begitu maksud ma omi sayang.Tapi disini emak nya Nana juga 'kan?" istri omi segera meralat ucapan nya.


"Hm,iya,ma omi juga mak'nya Nana.Tapi Nana benar benar rindu emak yang disana," ucapnya sendu


"Ya sudah,Nana baik baik disana 'ya," istri omi memeluk dan mencium Ratna


Akhirnya setelah drama drama perpisahan terjadi Mirah dan ratna pun pulang ke kota B,menggunakan angkutan umum.Diantar oleh istri omi dan anak anaknya.


***


Kini sampailah Mirah dan ratna di depan rumah penuh kenangan itu,


"Assalamualaikum,emaaaakk! Nana pulang nih," gadis cantik itu mengucap salam,lalu berteriak memanggil emak tercinta

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam" jawab salam dari dalam


Pintu rumah terbuka..


"Ya Allah,Ratna ,miraaah,"


"Sudah lama sekali kalian tidak pulang,dua bulan sudah kau dan ibumu meninggalkan mak'mu ini," disah memeluk dan menciumi Ratna serta Mirah bergantian,penuh rasa haru


"Ayo,ayo kalian masuk," kemudian disah pun menggiring ibu dan anak itu untuk masuk ke rumah


Mirah dan ratna duduk di kursi depan,bersama Disah dan Musa,mereka benar benar melepas rindu berbagi cerita ngalor ngidul.


"Emak,kaki Nana terbakar.Lihat deh,sekarang kedua kaki ini jelek,ada bekas nya,"


"Apa maksud mu 'nak?!" tanya disah betul betul kaget


"Ini kaki Nana," ucapnya lagi sambil memperlihatkan kedua kaki nya yang masih ada bekas terbakar


"Astagfirullah, kenapa seperti ini? apa yang aku lewatkan? ada apa sebenarnya? ceritakan sekarang!" pinta disah tak sabar


Lalu Mirah 'pun menceritakan semua kejadian kebakaran yang dialaminya,terutama kisah tragis yang di alami ratna


"Ya Allah,anak'ku." disah menangis histeris,sambil merangkul ratna


"Mengapa jadi seperti ini? pantas saja sudah dua bulan ini kalian tidak pulang,mengapa tidak mengabari?" cecar disah dan musa,sambil terus menangis histeris merangkul Nana


"Maafkan aku 'kak,bukannya tidak ingin mengabari,tetapi hanya tidak ingin membuatmu khawatir," tutur Mirah sendu


"Lantas bagaimana sekarang? apakah kamu akan kembali lagi ke Bandung?" tanya disah,sambil terus saja memeluk dan mengusap-ngusap Nana.


"Aku ingin fokus untuk kesembuhan anakku," lanjut Mirah


"Sayang,kamu sudah tertinggal sekolah hampir dua Minggu,apakah besok kau akan bersekolah?" tanya disah lembut


"Hm,iya.Nana besok mau sekolah,bosan sekali rasanya diam tak kemana mana," ucapnya antusias


"Apakah kakimu baik baik saja?" ucap disah khawatir


"Iya,kaki Nana sekarang sudah membaik,walaupun belum pulih total."


"Iya,baiklah anak pintar," disah Menoel pipi Nana gemas.


***


Ratna begitu semangat ketika ia akan berangkat ke sekolah,namun disah Musa dan Mirah sangat khawatir,mengingat kondisi kaki Nana yang belum pulih seratus persen.


Akhirnya Hamim putra disah dan Musa,kakak kesayangan Ratna dengan sukarela menggendong gadis itu sampai kesekolah


"Nanti kak Hamim jemput lagi 'ya," tawar Hamim


"Iya," Ratna mengangguk,kemudian Hamim pamit pulang


Setelah itu lonceng tanda masuk pun berbunyi,para siswa dari kelas masing masing kemudian berbaris dengan tertib begitupula dengan Ratna

__ADS_1


Tak lama guru pelajaran masuk dan memberikan pengajaran,namun ketika sedang berlangsung belajar mengajar,terdengar suara ribut ribut diluar


"Ada apa ini?" guru pelajaran Nana beranjak dari duduknya,melihat keluar kelas


"Ada apa sih neng?" Nana begitu penasaran,ia bertanya kepada Neneng sahabatnya


"Gak tau na," jawab Neneng acuh


Tak lama guru Nana pun masuk kembali ke dalam kelas


"Ratna Manggala," panggilnya


"Saya pak," jawab Nana


"Kemari sebentar 'nak,"


Ratna beranjak dari duduknya dan menghampiri pak guru


"Diluar ada yang menunggumu,ayo temui,"


"Siapa pak?"


"Ayo ikut saja," ajak sang guru


Nana pun kemudian mengikuti langkah sang guru keluar ruangan


Namun tiba tiba saja


"Nah itu dia,itu dia yang bernama Ratna Manggala.Itu anakmu 'man!" seru Mak Nenah dengan hebohnya menunjuk nunjuk Nana


Sedangkan Nana,hanya melihat kesana kemari ketika mendengar namanya disebut sebut


"Kamu benar anak'ku? kamu cantik sekali," tiba tiba saja pria tinggi kurus dan hitam beserta seorang wanita yang juga tinggi kurus dan hitam memeluk Nana.


Respon tak terduga pun diberikan Nana


"Aaaaggghh!!"


"Siapa kalian?! mengapa memeluk Nana tanpa izin,pergiii pergiii sana!" gadis itu berteriak ketakutan,dengan sekuat tenaga ia melepaskan diri dari dekapan Herman dan rohanah


Ratna lari dan berlindung dibawah pohon Ketapang yang rindang,namun untungnya Neneng mengikuti


"mengapa Nana lari dan sembunyi di sini?" tanya Neneng,yang juga ngos ngosan karena ikut berlari


"Neneng...!Nana takut.Itu siapa sih,maen peluk peluk Nana gak jelas.Mana orang nya jelek jelek lagi ," Nana merasa jengkel,dan sebal juga.Karena ada orang asing yang tiba tiba memeluknya


"Tadi sih Neneng denger,itu ayahnya kamu 'nak," informan Neneng melaporkan


"Hahh! ayah?!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2