Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Terpaksa


__ADS_3

Mirah yang memang belum bisa tidur karena terganggu oleh pertengkaran dua manusia didepan jendela kamarnya ,ia begitu terkejut ketika mendengar Herman menjatuhkan talak kepada rohanah


"Semudah itukah,kang Herman menjatuhkan talak? astagfirullah," ia mengelus dada,dan menggelengkan kepalanya tak habis fikir


"Apakah dia menganggap pernikahan itu sebuah mainan?" gumamnya lagi


"Lebih baik aku segera tidur saja," Mirah segera menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya,berharap akan segera terlelap


***


Waktu terus bergulir,rohanah masih setia membuka matanya.Walupun sudah memberat,namun ia enggan untuk terlelap.Memikirkan nasibnya yang dirasa begitu malang,karena Herman tiba tiba saja menjatuhkan talak padanya.


"Mengapa kau begitu tega," ia membenamkan wajahnya kedalam bantal,hingga lama kelamaan akhirnya ia pun terlelap dengan membawa kesedihan


Herman yang begitu pula belum terlelap,iabamsih setia duduk dikursi ruang tengah sendirian ditengah keheningan malam,tiba tiba saja terlintas dipikiran nya untuk menengok kamar yang di tempati Ratna,ia ingin melihat anak itu sekarang


Herman mengendap ngendap masuk ke kamar Ratna,yang memang hanya di tutup gorden saja


Namun pemandangan di depan matanya benar benar sungguh menggoda iman,paha putih mulus milik Mirah terpampang nyata dihadapan nya


Glekk..


Herman menelan ludahnya,ia terkesiap melihat itu.Begitu indah,dan mempesona.Kemudian ia segera tepis semua fikiran kotor itu,lalu menghampiri Ratna yang tengah terlelap bersama mimpinya


"Maafkan ayah,ya sayang.Ayah harap semuanya akan baik baik saja,kita akan menjadi satu keluarga yang utuh," gumamnya sambil terus mengusap ngusap pucuk kepala Ratna,kemudian ia mencium kening gadis itu.Bisa dekat seperti ini dengan Ratna adalah suatu kebahagiaan,tidak ada penolakan dari gadisnya


Namun lagi lagi imannya terus di goda,setelah paha putih mulus kini baju Mirah tersingkap,menampilkan belahan gunung kembar yang begitu indah tiada Tara,lagi lagi ia menelan ludah ia benar benar kepanasan sekarang,ia tak bisa menahan gejolak hasratnya yang kian meninggi,kemudian ia ingat dengan rohanah dan bermaksud akan menuntaskan semua nya dengan wanita itu


Namun sungguh sial! ia baru saja menjatuhkan talak kepada wanita itu,


"Arrggghh!" Herman benar benar frustasi


Lalu tanpa berfikir panjang,ia naik ke tempat tidur dan memeluk Mirah dengan erat,ia tanggalkan semua bajunya dan hanya menyisakan pakaian dalam,kini ia merasa semakin tak karu karuan kala memeluk Mirah,begitu menghirup aroma wangi yang lembut dari tubuh Mirah,kejantanan nya semakin tertantang.


Ia betul betul tak bisa menahan hasratnya,kepalanya benar benar sakit kala harus berusaha mati Matian menahan itu


Sekarang ia hanya berharap akan segera tertidur lelap,


***


"Astagfirulloh'haladzim,mirah,Herman,apa yang kalian lakukan?" pekik disah,ia tak bisa berteriak walupun sebenarnya ingin.Namun ia takut Ratna akan terbangun dan melihat hal yang tak pantas

__ADS_1


Disah bermaksud akan membangunkan Mirah untuk sholat subuh,namun ia malah mendapatkan kejutan yang benar benar membuat nya begitu syok


Di depan matanya ia melihat jelas,Herman yang hanya menggunakan ****** *****,dan baju Mirah yang berantakan,ditambah mereka kini tidur berpelukan.


"Bangun kalian!" ucapnya marah


Mirah segera embuka matanya,kala disah mengguncang tubuhnya keras,


"Iya,Mirah bang..un,arrggghh!" pekik nya tertahan


Dengan gerakan secepat kilat ia bangun dari ranjang kemudian melompat turun,sambil membetulkan pakaian nya


"Ap-apa,ini? mengapa pria ini ada di ranjang tidurku?" Mirah kaget dan benar benar marah


"Seharusnya Kakak yang bertanya sama kamu mir,mengapa kau bisa tidur berpelukan dengan Herman,ditambah baju kalian berantakan.Apa kalian berzinah?" disah melotot tajam,kemudian menyeret Herman keruang tengah,beruntungnya Nana tidak terganggu sama sekali dengan semua keributan itu,dan ia masih lelap dengan mimpi indahnya


Brughh...


"Aghhh...! Herman merintih kesakitan


Disah membanting Herman ke lantai,ia berkacak pinggang dengan sorot mata penuh amarah


"Dasar tidak tahu diri,beraninya kalian mesum,"


"Kau,lelaki jahanam! apa yang kau lakukan padaku hahh?! jawab!" bentaknya berapi api


"Maafkan aku,aku khilaf," ucap Herman takut takut


"Khilaf khilaf,apanya yang hilap?" bentak disah


Kini Musa dan rohanah sudah ikut berkumpul di ruang tengah,rohanah hanya menangis saja


"Pantas saja akang menjatuhkan talak padaku,rupanya kau sudah tak bisa menahan untuk bersama wanita itu" tuduh Rohanah,tangisnya pun pecah


"Apaa???" disah Musa,kaget tak percaya dengan yang di dengarnya


"Iya,semalam dia telah menjatuhkan talak padaku," ucapnya sambil terisak


"Kalau begitu,sebaiknya sekarang kalian menikah.Untuk menghindari fitnah," ucap Musa tiba tiba


Jederrr..!

__ADS_1


Bagaikan tersambar petir,Mirah begitu syok


"Apa yang Kaka bicarakan,aku tidak mau kembali kepada laki laki egois itu," Mirah menolak mentah mentah


"Kau harus menikah dengannya Mirah,kau sudah berani tidur bersama bahkan mungkin kalian mealkukan sesuatu yang mengundang murka Allah,"


"Tidak! aku tidak melakukan apa apa," Mirah membantah,air matanya pun kini terjatuh sudah


"Mir...,dengarkan kakak.Kini Herman dan Rohanah sudah berpisah,kau bisa menikah dengan Herman," ucap disah lembut,sebetulnya ia hanya menghindari hala hal yang tidak di inginkan mengingat ia telah memergoki dua insan ini tidur bersama,dalam keadaan yang berantakan,bagaimana bisa? ia berfikir positif


"Tapi kak...,"


"Aku bersedia,menikah dengan Mirah kembali.Ijinkan aku untuk memperbaiki semuanya,aku berjanji akan menjadi suami yang baik,"


Mendengar kemantapan ucapan Herman untuk menikah dengan Mirah,Rohanah benar benar sakit hati,kemudian ia pun berlari pergi tanpa sepatah katapun


"Bagaimana dengan Rohanah?" tanya disah memastikan


"Sudah biarkan saja,aku hanya menikah secara siri dengan dia,tidak ada beban," ucap Herman enteng,kini fikirannya tengah dipenuhi paha putih mulus,serta dua gunung kembar yang menantang.


"Aku bisa segera menikmati itu," fikirnya,ia menyeringai tanpa disadari siapapun


Lain halnya dengan Mirah,ia benar benar tak terima.Hatinya menolak keras,namun ia juga merasa malu karena kedapatan tidur memeluk Herman dwngan keadaan busana yang berantakan,siapapun yang melihatnya pasti akan berfikir yang bukan bukan


"Aku tak ingin kembali padanya," kini ia hanya bisa meratap sedih ,sial sekali nasibnya kini


"Cu' eng,tolong akuuu," ia a menangis keras,dan tanpa sadar bibirnya memanggil nama cu'eng


Sontak saja Herman terkejut,


"Siapa cu'eng?" selidiknya


"Mirah,siapa cu'eng?" tanya nya sekali lagi


Namun Mirah tak mau menjawab,ia hanya menangis sedih


"Kak disah,siapa cu'eng?" kini ia bertanya kepada disah berharap akan mendapatkan jawaban


"Sudahlah,kau tak perlu banyak tanya.Perbaiki saja sikapmu,dan berjanjilah akan menjadi suami yang baik,


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2