Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
...


__ADS_3

Angin semilir menerpa wajah cantik itu,mirah menoleh kebelakang ketika ia mendengar seseorang memanggil namanya.


"Kang...," mirah menoleh dan tersenyum lembut namun dengan tatapan sendu.


Herman yang melihatnya pun menjadi sangat sedih,tak terlihat lagi keceriaan di wajah cantik itu semenjak kejadian yang mengguncang bathin itu,begitu pula dengan dirinya.Herman yang juga mendapatkan pengkhianatan serupa dengan mirah ia selalu murung seolah olah tiada lagi kebahagiaan untuknya.


Namun kali ini ketika ia melihat mirah ada sesuatu hal yang menggelitik hatinya tak dipungkiri sebenarnya herman menyukai gadis cantik itu namun selama ini ia berusaha menekannya karena kesetiaan nya terhadap rohanah.


"khemm,herman berusaha menetralkan degup jantungnya,dirinya merasa sangat gugup ketika ia hanya berdua dengan mirah dan sedekat itu,herman menatap mirah lekat,ia melihat mata indah itu menerawang,memandang jauh kedepan. Rambut nya berkibar kibar diterpa angin dengan aroma harum lembut yang menguar dari tubuhnya,herman begitu menikmati wajah cantik itu.


Mirah yang merasa dirinya sedang diperhatikan pun seketika menoleh " kenapa akang ngeliatin saya seperti itu 'hem?"


Herman merasa kaget karena ulahnya yang memperhatikan mirah,ketahuan oleh si empunya. "eh...ti- tidak neng" ucapnya terbata sambil tersenyum manis menutupi kegugupannya.


"Kejadian menyakitkan itu sudah beberapa bulan berlalu,tapi sakit dihatiku masih belum sirna kang...," mirah mengutarakan isi hatinya dengan lirih "aku samasekali tidak menyangka,jika ceceu dan calon suamiku bisa melakukan hal sebejat itu,mereka tega mengkhianatiku!!" air mata mirah mengalir begitu saja ia tak bisa menutupi kesedihannya.


Herman yang sama sama merasakan kesedihan itupun reflek menarik mirah kedalam dekapannya,ia mengusap lembut rambut panjang mirah.


"Deg! deg! deg! jantung keduanya berdegup kencang,dengan segera mirah melepaskan diri dari suasana canggung itu namun sayang herman mendekapnya erat, "biarkan seperti ini dulu,sebentar lagii saja,!" ucap herman cepat.Ia tak ingin mengakhiri kebersamannya ini.Selama ini herman tak pernah sedekat dan selama itu dengan mirah,hanya sepintas sepintas saja.


Lama mereka terhanyut dengan suasana itu,mirah pun merasakan kenyamanan dalam dekapan laki laki yang usianya sepuluh tahun lebih tua darinya itu.


Setelah sekian lama dua insan itu terdiam, "Neng,bagaimana kalau akang melamarmu dalam waktu dekat ini 'hem?" tanpa berbasa basi lagi herman langsung mengutarakan isi hatinya,ia memang sudah menyukai mirah sejak lama dan ketika kesempatan itu datang ia tak menyia nyiakannya sungguh herman tidak ingin berpacaran lama lama,seperti hubungannya terdahulu dengan rohanah dan pada akhirnya kandas juga.Bersama mirah ia menginginkan hubungan yang serius dengan cara langsung melamarnya dan menikahinya.


"Jedderrr!!! bagaikan petir menyambar disiang bolong mirah kaget bukan main dengan pernyataan herman barusan,bukan apa apa,mirah hanya masih belum bisa melupakan pengkhianatan itu,mirah masih menata hatinya yang hancur dan belum siap membuka lembaran baru bersama pria manapun.


Mirah melepaskan pelukan herman dan menatap lekat laki laki itu mencari kebohongan di matanya,tapi ia tak menemukannya,sepertinya ucapan herman memang serius.


'Haahhh' mirah menarik nafas dalam hatinya ragu jika harus memulai lagi sebuah hubungan apalagi langsung dengan hubungan pernikahan. "Akang tau 'kan? hati mirah masih sakit dengan pengkhianatan kang karwan?" apa akang bisa...menjamin,jika akang tak akan menghianatiku? tanyanya memastikan keseriusan pernyataan herman.


"Neng mirah bisa pegang ucapan akang,akang serius ingin menjadikanmu pendamping hidup akang" jelasnya. "Mari..kita menghadap tuan dori dan akang langsung melamarmu" tegas herman.Mirah yang melihat kesungguhan herman ia hanya mengangguk dirinya sudah tak ingin lagi berpacaran jadi ketika herman mengatakan akan segera menikahinya ia pun menyetujuinya,fikirnya cinta akan datang seiring kebersamaan mereka.ditambah sikap herman yang memperlakukannya dengan lembut menambah nilai plus akan laki laki dihadapannya ini.


Akhirnya merekapun menghadap dori untuk meminta restu,gayung bersambut. dengan besar hati ia menerima lamaran herman untuk mirah karena dori mengetahui sejak herman mengikuti dirinya tak pernah sekalipun pemuda itu mengecewakannya,dan satu hal lagi baik dori maupun mirah mereka tak pernah mengetahui hubungan special rohanah dan herman yang sudah lama terjalin.


Tak lama setelah lamaran merekapun melangsungkan pernikahan dengan sederhana,namun khidmat.dan herman pun meminta ijin kepada dori untuk memboyong mirah kerumahnya,doripun mengijinkan karena mirah kini sudah menjadi hak suaminya dan ia pun merasa tenang karena dia kenal betul dengan keluarga herman yaitu kakak nya yang bernama disah dan suqminya yqng bernama musa,mereka adalah orang baik.

__ADS_1


******


Pernikahan mirah dan herman sudah berjalan hampir sembilan belas bulan namun mereka belum dikaruniai buah hati,mereka selalu memanjatkan do'a agar segera diberikan momongan.Sikap herman selama menjadi suami mirah tak pernah berubah ia begitu lembut pengertian dan sangat menyayangi mirah otomatis perlakuan herman membuat mirah jatuh cinta kepada suaminya itu ia bahagia dengan pernikahannya.


Hingga suatu hari...herman pamit akan pergi keluar kota ia diajak seorang temannya untuk bekerja di tempat mebeul,dori sudah mengijinkan ketika dia berpamitan dua hari yang lalu.


"Neng do'akan akang ya,supaya akang sukses agar bisa membahagiakanmu" ucapnya menatap istrinya dengan sendu.


"Kenapa akang pergi? padahal kerja ditempat kak dori saja kita tidak kekurangan" jawab mirah lirih. "Sini kang...! coba akang pegang perut mirah" mirah menarik tangan herman untuk mengelus perutnya.


"Apakah...?" ucapan herman tertahan.


Mirah mengangguk. "Usianya hampir menginjak dua bulan kang!" dengan mata berbinar mirah menjelaskan.


Mata herman berbinar ia begitu bahagia. " Alhamdulillah," syukurnya,ia diberikan kebahagiaan yang selama ini dinantikan.


"Akang akan tetap pergi?


"Iya...akang harus,demi kehidupan yang lebih baik,apalagi disini ada titipanNYA yang harus akang cukupi segala kebutuhannya," herman mengelus perut sang istri penuh cinta. "Tunggu akang ya sayang...


******


Sore hari yang tenang dengan angin yang semilir membuat siapapun merasakan kedamaian,kandungan mirah sudah menginjak tujuh bulan ia tak sabar menanti kedatangan herman yang sudah cukup lama meninggalkannya.


Ketika dia sedang duduk santai dari kejauhan ia sudah melihat pergerakan sosok yang dirindukannya. "Akang..." gumamnya,mata mirah berbinar,ketika sosok itu mendekat mirah langsung menghambur kepelukannya "Akang...,mirah rindu" ucapnya lirih,mirah mendongak melihat wajah yang sangat dirindukannya itu,mirah bingung karena herman tak kunjung membalas pelukannya ataupun menyapanya.herman hanya diam tak bergeming wajahnya dingin,tak ada raut wajah yang dahulu sering ia tampakkan ketika berhadapan dengan mirah,kelembutan,ketenangan,dan tatapan yang meneduhkan semua itu sirna.Mirah merasa asing dengan sikapa herman yang sekarang.


"Akang...gak rindu sama mirah dan anak kita? kenapa akang diam saja dari tadi?" tanya mirah beruntun. Tiba tiba...


"Ehmm.." apa kabar neng mirah?!


"Deg! deg! deg! jantung mirah bedebar kencang,ia mengenali suara itu,suara orang yang tidak ingin mirah lihat,mirah masih tenggelam memeluk herman ketika seseorang menyapanya.


"Ceceu..." gumamnya,berbagai pertanyaan muncul dibenaknya kenapa dia bisa bersama suaminya dan kenapa suqminya membawanya.


"kang...tolong jelaskan sesuatu kepadaku!" pinta mirah. herman masih diam tak menjawab. mirah pun menjadi tidak sabar ia pun menaikan nada bicaranya. "KANG!! JAWAB AKU!!! kenapa akang bisa sama dia? KENAPA?!!

__ADS_1


"DIAMM!!!! teriakan herman membuat mirah mematung,ia meneteskan air mata. herman yang selama ia kenal tak pernah sekalipun membentaknya.Tapi sekarang,apa yang dilakukan suaminya itu sungguh membuatnya sakit hati.


"Mulai sekarang kamu harus menerima kehadiran rohanah,sekarang dia adalah istriku.Kamu harus menerima dia sebagai Madumu.!


"Jedderrr!! lagi lagi ia merasakan bagai tersambar petir disiang bolong,pernyataan herman seperti dejavu baginya terlalu mengejutkan,tapi kali ini pernyataan nya itu sungguh sangat menyakitkan.


Berbulan bulan mirah menunggu kepulangan herman,dan ketika yang ditunggu itu datang ia membawa kejutan,Ya' kejutan yang sangat menyakitkan.


"Aku gak mau tahu mir,terima rohanah atau aku akan pergi dari hidupmu dan hidup berdua dengannya!" tegas herman tajam dan dingin.


Mirah menangis tersedu sedu ia tak bisa berkata kata suaranya tertahan di tenggorokan,dadanya sesak,fikirannya kalut hatinya seakan disayat sayat,lagi...ia disakiti orang yang dicintainya.


Sedangkan rohanah dia tersenyum puas,karena dia berhasil menjatuhkan mirah untuk kedua kalinya.Ia merasa bangga bisa menaklukkan herman kembali.


"Aku gak bisa menerima wanita itu kang..." akang tega sama aku...hiks!! mirah menolak tegas ditengah tengah isak tangisnya.


Disah dan musa yang menyaksikan pengkhianatan adiknya terhadap mirah,tentu saja sangat geram.tanpa basa basi lagi mereka langsung mengusir dua sejoli itu.


"Aku tidak menyangka samasekali,kamu bisa menyakiti istrimu yang sedang mengandung anakmu!!! amukan disah menggelegar.


"Pergi kamu dari rumah ini!! tunjuk disah dan musa tegas dan tajam, "kami tak sudi melihat wanita sundal itu di sekitar kami!!


"Baik! singkat herman,kami akan pergi dari sini.!" ucapnya datar.


Seketika mirah merasa lemas,tubuhnya luruh begitu saja,ia tak sadarkan diri mirah benar benar merasa tak kuat menahan segala kesedihannya.


Pergilah herman bersama rohanah tanpa pamit tanpa memperdulikan rohanah yang jatuh pingsan dan sedang mengandung anaknya,laki laki itu benar benar tega!


Sebelumnya di tempat kerja herman~


Herman yang sedang istirahat dikejutkan dengan penampakan seorang wanita kumal dan pakaian nya yang gak karuan wanita itu kadang menangis kadang tertawa sudah jelas jika wanita itu terkena gangguan jiwa.


Herman menatapnya seksama ia seperti mengenali wanita itu,dan ketika ia mendekat ternyata dia adalah seorang yqng dikenalnya wanita yang dulu mengisi hari harinya beberapa tahun lamanya wanita yang sangat ia jaga.Ya' wanita dengan gangguan jiwa itu adalah rohanah.


Aetelah kejadian memalukan rohanah dan karwan kala itu,karwan memang langsung membawanya

__ADS_1


dan menikahinya tapi karwan samasekali tidak pernah memberikan cintanya dan tidak pernah memperdulikan rohanah,ia benci dan dendam kepada rohanah sehingga dia mengabaikannya,karwan tak pernah menyentuh rohanah lagi ia benar benar dibutakan dengan kebenciannya kepada rohanah,rohanah menjadi frustasi segala cara ia lakukan untuk menaklukan karwan tapi tak pernah berhasil,akhirnya jadilah rohanah terkena gangguan jiwa.


Sampailah ia dipertemukan kembali dengan herman,herman yang sedih melihat wanita yang dicintainya dulu mengalami keaadaan seperti itu membuatnya tak tega,dan memutuskan untuk merawatnya dan menikahinya,entah dia sadari atau tidak yang dilakukannya itu akan menyakiti hati istri nya.


__ADS_2