Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Perjalanan luar biasa bertemu bung Karno!


__ADS_3

Wushhh...


Sapuan angin kencang tiba tiba saja menggulung Mirah,hingga ia terangkat lalu kemudian terhempas dengan kerasnya..


Brughh...


"Aghhh...," Mirah merintih kesakitan,bagaimana tidak? ia terhempas begitu keras dari ketinggian yang lumayan.Tapi untungnya ia terhempas di rerumputan yang lumayan tebal.


"Ah,sakit sekali.Mengapa tiba tiba ada angin kencang menerjangku?" gumamnya,kemudian ia bangkit sambil menepuk nepuk debu debu yang menempel di bajunya.


Mirah merasa sangat kebingungan,pasalnya kini ia tidak tahu sedang berada dimana dan tempat apa,semuanya benar benar terasa baru untuknya.Namun juga terasa tidak asing.


"Dimana aku,tempat ini...sepertinya aku merasa familiar,tapi benar benar tidak tahu ada dimana aku sebenarnya?" Mirah celingukan,kini ia berada di sebuah tempat atau bangunan yang lumayan luas,mata indah itu menyapu sekeliling


"Tunggu! bukankah ini penjara Banceuy? tapi mengapa berbeda dengan yang biasa ku lihat.Ini agak...," kebingungan kini melanda nya,namun sedetik kemudian netra dia tak sengaja melihat jari telunjuk nya yang telah dilingkari cincin perak berukir bertahtakan batu indah berwarna ungu.


"Cincin ini...,bukankah tadi aku melemparkannya? mengapa tiba tiba ada di jari ku?" lagi lagi ia keheranan


"Tunggu,tunggu! bukankah sebelumnya aku juga sedang berada di penjara Banceuy,lalu kemudian ada kakek pengemis yang minta tolong,dan setelah kutolong kakek itu memberiku cincin ini 'kan? tapi...tadi cincin ini mengeluarkan asap hitam tebal,yang membawa angin kencang itu.Sehingga aku terdampar di tempat ini"


Dengan perlahan Mirah melangkahkan kakinya,sambil matanya memperhatikan sekeliling.


Lumayan lama ia berkeliling,mencari sesuatu jawaban yang masuk akal.


"Ah,sepertinya itu petugas jaga disini," Mirah melihat seorang laki laki berseragam polisi,namun berbeda dengan yang biasa dia lihat.


Petugas itu juga terlihat membawa sesuatu di balik bajunya,dan ia juga berjalan dengan celingukan dan tergesa gesa,hingga tiba di sebuah sel yang tertutup rapat.


"Apakah mungkin,seragamnya sudah berganti model?" ia bertanya tanya sendiri


Dengan hati hati ia melangkah kemudian menghampiri petugas yang tengah celingukan itu.


"Permisi 'pak," sapa Mirah pelan sambil menepuk pundak orang itu


"Ah,tolong ! tolong ampuni saya,saya hanya ingin mengantar handuk ini," petugas itu tersentak sangat kaget ia sampai ketakutan dan memohon ampun sambil membungkukkan badan nya


"Pak,tenang saja.Saya tidak akan ngapa ngapain Bapa 'kok,saya hanya ingin bertanya," ujar Mirah,sebenarnya ia merasa ingin tertawa melihat petugas yang ketakutan sampai seperti itu


Petugas itu kemudian menegakkan tubuhnya sambil mengamati Mirah


"Siapa kamu? mengapa ada di tempat ini?" tanyanya menyelidik,pasalnya ia melihat penampilan Mirah yang agak berbeda dari perempuan yang berada di jaman itu


"Saya Mirah 'pak,dan saya sedang berjalan jalan saja disini."


"Berjalan jalan? ditempat seperti ini?" petugas itu terheran heran


"Ah,ehmm...saya- saya tersesat" Mirah gugup ia sampai menggaruk pelipisnya untuk menyamarkan kegugupan

__ADS_1


"Kalau anda keluarga salah satu napi,dan sedang ingin besuk.Tempatnya bukan disini,tapi ada khusus ruangan untuk bertemu,nanti saya antarkan" ujar petugas itu


"Ah,iya terimakasih.Mohon bantuannya pak,tapi emmm...,boleh saya bertanya?" ujar Mirah ragu ragu


"Tentu saja boleh,mau bertanya apa?"


"Ah begini,saya ada penyakit amnesia sementara.Dan saya lupa sekarang ini tahun berapa ya 'pak?" Mirah terpaksa mengarang,ia sungguh penasaran sedang berada di jaman mana


" Begitu ya,sekarang adalah tahun 1929," jawab si petugas


"Oh ya,ya...,Huh!? apa!?" Mirah sampai terperanjat dan melotot kaget


"Sampai kaget begitu,semoga cepat sembuh ya neng amnesianya." petugas itu merasa prihatin dengan penyakit palsu Mirah,(kasihan masih muda) fikirnya.


"Dan perkenalkan nama saya sariko,neng bisa memanggil saya bung sariko," ujarnya memperkenalkan diri,namun sedetik kemudian ia menepuk jidatnya


"Aduh! sampai lupa," ujarnya


"Ada apa bung?" tanya mirah


"Ah tidak,saya ingin mengantarkan makanan dari keluarga napi disini," ujarnya sambil memperlihatkan bungkusan ditangannya yang ia pegang erat diperut


"Owh memangnya siapa napi yang berada disini?" Mirah semakin penasaran


"Ah,neng ini mau tau saja,"


"Aish,kalau begini tidak bisa dia abaikan," gumam si petugas


"Kalau mau tau,sini saya bisikki,ayo mendekat,"


"Disini adalah sel blok f no.5 untuk tahanan bernama Soekarno,dia ini dituduh melakukan pemberontakan kepada Belanda," orang yang di panggil bung sariko itu menjelaskan


Mendengar nama Soekarno Mirah lagi lagi tersentak kaget,apakah dia Soekarno yang itu? sang mantan presiden pertama? fikirnya bertanya tanya.Karena jikalau memang benar ia tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk bertemu dengannya


"Pak apakah saya boleh,ikut kedalam,saya ingin bertemu dengannya?" pinta Mirah


"Tidak bisa! orang asing dilarang masuk," ucap bung sariko tegas


"Saya ingin menyapa saja,saya sering mendengar aktivitas beliau yang menentang Belanda.Dan saya mengagumi beliau," Mirah memohon


"Shuutt! jangan keras keras,para polisi kolonial sedang berpatroli," bung sariko menempelkan telunjuknya di bibir


"Baiklah,kamu hanya boleh melihat dari sini.Tidak boleh masuk" ucapnya


"Iya,tidak apa apa," Mirah merasa beruntung diperbolehkan melihat bung Karno walau hanya dari luar


Kemudian bung sariko membuka gembok pintu sel,dan membukanya dengan membiarkan pintu itu sedikit agak lebar.suoaya memudahkan Mirah untuk melihat nya

__ADS_1


"Permisi bung Karno,ini ada titipan makanan dari keluarga anda.Dan ini spesial dari istri anda," bung sariko memberikan bungkusan tadi kemudian berbisik sambil menyerahkan sesuatu dari balik bajunya,dan sepertinya itu adalah buku atau apalah.Mirah tak begitu jelas melihat


"Terimakasih," ucap bung Karno pendek


"Siapa itu? mengapa ijinkan masuk kemari?" tanya bung Karno melihat Mirah


"Ah hampir saja lupa,dia katanya mengagumi 'bung,dan dia tersesat disini.Untung bertemu dengan saya,kalau tidak,dia sudah dimasukkan sel oleh para Belanda itu.Dia memaksa ingin bertemu dan melihat 'bung,kesini," bung sariko menjelaskan kepada bung Karno


"Owh begitu,," kemudian bung Karno melihat kearah Mirah sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Haloo, bung...salam kenal,"dengan antusias Mirah melambaikan tangan nya dan tersenyum sumringah.Akhirnya impian dia untuk bertemu bung Karno Terkabulkan,walau tidak bisa berjabat tangan


Tak lama bung sariko keluar dari dalam sel,lalu kembali mengunci nya.


"Sudah kan bertemu dengan bung Karno nya,mari saya antar keluar," ujar bung sariko


"Terimakasih bung," Mirah kemudian keluar bersam dengan bung sariko,tidak ada yang curiga kepadanya


Namun tiba tiba bung sariko dipanggil seseorang


"Saya dipanggil teman,neng lurus saja kesana nanti ada pintu keluar," ujar bung sariko


"Iyah,terimakasih sekali ya bung.." ucap Mirah tulus


Kemudian Mirah mengendap kembali ketempat semula ia terdampar


"Bisakah aku kembali?" tanyanya


"Usap usap batu cincin itu tiga kali,sambil membayangkan tempat asalmu,tapi jika portal sudah terbuka kau harus bergegas menempelkan telunjukmu ke portal itu.Kalau tidak,selamanya kau akan terperangkap di jaman ini," ujar sebuah suara yang menggema di kepala mirah


"Ah,baiklah.."


Mirah kemudian mengusap ngusap batu cincin itu tiga kali,lalu tercipta lah pusaran hitam semacam black hole di batu cincin itu,Mirah sampai terlepana melihat hal itu.


"Cepat! tempelkan telunjukmu ke dalam pusaran itu," ujar suara itu


"Ah,baiklah," kemudian Mirah menempelkan telunjuknya lalu setelah itu.Tiba tiba saja...


"Aaaaaggggghhhhh...!


Mirah berteriak ketakutan,ia tersedot ke dalam black hole itu perlahan namun pasti.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2