Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Berjalan tanpamu


__ADS_3

Mirah termenung memikirkan jawaban apa yang harus diberikan kepada nana,karena jika ia salah ber'ucap dampak yang terjadi akan sangat buruk untuk kedepannya.Dan sungguh! mirah tidak ingin membuat citra herman sebagai ayah kandung nana menjadi jelek,walaupun kenyataan'nya memang sangat lah tidak baik,bahkan sangat patut untuk dibenci!


Mirah menghela nafas berat,ia yakin kalau sudah muncul satu pertanyaan dan belum terjawab,maka pertanyaan itu akan terus dilontarkan.Apalagi nana itu anaknya sangat cerdas dan serba ingin tahu.


"Sudahlah lah 'mir,jangan terlalu difikirkan.Nanti kita cari bersama sama jawaban yang tepat untuk pertanyaan nana," musa menjadi khawatir melihat adik iparnya terus terusan melamun,dan ia sangat faham mengapa adiknya seperti itu.


Sejak semalam nana terus terusan menanyakan siapa herman,namun lidah tiga orang dewasa di rumah itu mendadak menjadi sangat kelu,tidak bisa menjawab pertanyaan yang sebenarnya sangat sederhana dari gadis kecil itu.


Bahkan tadi pagi sebelum anak itu berangkat sekolah,ia tetap bertanya hal yang sama.Dan mirah tetap seperti semalam,ia hanya bisa mengalihkan pembicara'an ke topik yang lain.


"Aku benar benar tidak tahu harus bicara apa sama nana,aku bingung sekali," mirah menunduk lesu.


"Sudahlah lebih baik sekarang kita membuat makanan untuk bekal acara kenaikan kelas besok," ujar disah


Acara kenaikan kelas dan perpisahan memanglah menjadi suatu hiburan yang menyenangkan,dan biasanya para orang tua murid akan membawa bekal makanan dari rumah nya masing masing untuk nanti makan bersama alias botram.


"Baiklah,nanti akan aku fikirkan lagi jawaban yang terbaik untuk nana,terus 'kak,buat bekal besok memangnya kakak mau buat masakan apa saja?"


"Yah,rencananya si mau buat lemper ayam sama pepes ikan mas pedas," terang disah


"Pasti yang ada...telurnya! ha ha ha ha...," disah dan mirah tertawa bersama.


Akhirnya siang ini mereka habiskan di dapur,untuk membuat makanan yang akan dibawanya besok.Mirah dan disah sengaja membuat agak banyak,karena mereka memikirkan soni juga.


"Kak,untuk lemper ayam,lebih baik nanti sebelum subuh saja kita buatnya.Supaya tidak basi,dan untuk sekarang lebih baik kita mengolah ayam nya saja dulu." ujar ibu satu anak itu,sedangkan tangan nya sibuk membungkus ikan dengan daun pisang.


"Baiklah," ujar disah.


Waktu bergulir semakin siang,adzan dzuhur berkumandang.Mirah dan disah pun kompak menghentikan pekerjaan nya dan akan dilanjutkan kembali seusai melaksanakan ibadah sholat.


Selesai sholat kakak adik itu pun kembali berkutat di dapur,melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda.Sekalian juga menanak nasi untuk makan siang yang mungkin menjadi makan sore,dikarenakan terlambat memasak.


Ketika mereka tengah asyik di dapur gadis kecil kesayangan mereka pun kembali dari sekolah,dan anak itu pun langsung antusias berceloteh ria tentang kegiatan di sekolah nya hari ini.Ya...meskipun hari ini kegiatan nya hanya latihan untuk besok pentas di panggung.


"Nana latihan apa buat besok," tanya sang ibu


"Besok,nana mau membawakan tari merak 'bu," jawabnya antusias


"Ibu lihat deh besok,kostum tari meraknya baguus banget," ucapnya lagi.


"Benarkah? pasti nana tambah cantik 'ya,mengenakan baju itu," sang ibu tersenyum sambil menciumi pipi putrinya,yang menggemaskan.


***

__ADS_1


Hari ini pun tiba hari dimana soni akan menjadi mantan murid sd,dan nana akan naik ke kelas dua.Suasana hiruk pikuk para siswa dan orang tua di sekolah itu menjadi pemandangan di hari ini.


Ratna manggala sudah cantik dengan kostum tari merak nya,ya,setelah acara pembukaan dan sambutan lain lainnya, pentas seni akan dibuka dengan tarian merak yang di bawakan nana dan teman temannya.


Ketika mc sudah mempersilahkan kelompok penari merak naik ke atas panggung,nana dan teman temannya pun segera naik dan menunjukan kebolehannya.


Suara di dalam kelas pun riuh dengan penampilan anak anak lucu itu,gerakan luwes nan anggun serta wajah yang ceria dan cantik cantik,benar benar deskripsi burung merak.


"Nana! ibu menyayangimu!" mirah berteriak,ia merasa sangat bangga dengan penampilan luwes nana.


"Pheewwittt!!"


Prok! prok! prok! prok!


Suara siulan dan tepukan tangan bergema di depan panggung pentas,mereka merasa sangat puas dengan penampilan nana dan kawan kawan nya.Dan kali ini adalah giliran soni yang tampil di panggung.


"Baiklah,kita sudah menyaksikan penampilan yang begitu luar biasa dari anak anak kelas satu,sangat menggemaskan bukan? dan sekarang,mari kita saksikan pembacaan puisi dari anak kelas enam,berikan tepukan yang meriah untuk soniiiii!! silahkan 'nak soni naik ke panggung," sang mc mempersilahkan dengan gaya khas nya.


Soni pun naik ke panggung dengan lang kah pasti,


"Assalamu'alaikum hadirin semuanya,hari ini di panggung ini,saya akan membacakan puisi karya seseorang,dengan judul: Berjalan Tanpamu,dan,puisi ini saya persembahkan untuk almarhum ayah saya tercinta," suasana menjadi hening seketika sedangkan mirah? jangan tanyakan.Wanita itu sudah menangis terisak di tempat duduknya.


Dan soni pun memulai pembacaan puisi nya.


Berjalan Tanpamu


Menatap ke arah matahari,


Namun ia perlahan pergi,


Tinggalkanku seorang diri.


Pagi tiba dengan suryanya,


Pancarkan cerahnya cahaya,


Belum usai ku sapa,


Ia berburu meninggi saja.


Kenapa?


Kenapa semua pergi tiba-tiba?

__ADS_1


Kenapa keindahan tak bertahan lama?


Kenapa semua berlalu begitu saja?


Semua hal berubah gundah,


Semenjak kepergian ayah,


Semua hal berubah sepi,


Semenjak ayah tak lagi di sini.


Kadang,


Aku bertanya pada diri,


Sanggupkah aku berjalan sendiri,


Menjalani hidup tanpamu di sini?


Yah,


Aku merindukanmu,


Sangat rindu bertemu denganmu,


Duduk berdua didekatmu.


Soni selesai membacakan puisinya,dan keheningan kembali melanda seisi ruangan itu,semua orang terhanyut dengan puisi yang soni bawakan dengan penuh penghayatan.Bahkan,air mata mereka ikut menetes.


Mirah masih sesenggukan di tempat duduknya,melihat hal itu disah merasa sangat sedih sekaligus iba.Dengan refleks tangannya terulur mengelus punggung mirah,berharap itu bisa memberikan ketenangan untuk sang adik.


Kemudian mc pun kembali ke panggung setelah soni undur.


"Begitu sedih menyayat hati,puisi yang dibawakan oleh nak soni,bahkan saya pun susah sekali menghentikan lajunya air mata ini," ujar sang mc sambil menyeka air mata dan mengusap ingusnya.


"Baiklah,sudah cukup bersedihnya.Dan sebelum kita melanjutkan ke acara yang lain,terlebih dahulu mari kita membaca kan alfatihah untuk almarhum ayah nya soni,berdo'a dimulai," kemudian semua orang berdo'a dengan khusuk.


Dan setelah acara do'a selesai,acara pentas seni pun dilanjutkan kembali


.


.

__ADS_1


.


Puisi diambil dari google


__ADS_2