
"Iya,saya istrinya musa" disah tersenyum kepada tamunya.
"Bagaimana kabarmu 'amir?" lanjutnya.
"Alhamdulilah,saya baik isah.Oh'ya,kemana musa?" amir melongok ke dalam mencari musa.
"Suamiku masih diladang,sebentar lagi pulang.Ayo masuk,dan tunggu saja,silahkan duduk." disah tersenyum ramah dan mempersilakan tamunya untuk duduk.
"Terimakasih isah,sudah lama sekali aku tidak main kemari."
"Kau terlalu sibuk amir,sehingga melupakan kami," canda disah.Sebenarnya disah faham sebab kesibukan amir.Itu tak lain hanyalah untuk melupakan kesedihannya karena kepergian istri yang sangat di cintainya.
"Hmm,begitulah isah.Aku sengaja mencari kesibukan diluar rumah.Supaya aku bisa melupakan kesedihanku" ujarnya sendu.
"Sebenarnya aku merasa sangat bersalah terhadap anak'ku soni,dia sering aku tinggalkan,dia kesepian isah" amir menceritakan kesedihannya ketika terpaksa harus meninggalkan anaknya.
"Segeralah kau mencari pendamping hidup untukmu dan tentunya juga ibu untuk anakmu." saran disah kepada amir.
"Aku..." ucapannya terjeda ketika ia mendengar tangisan anak kecil digendongan disah.
"Maak,kepala nana sakit.Nana juga kedinginan." ratna menangis sambil mengeluhkan kepalanya yang terasa sakit, dan badannya yang menggigil.
"Sabar ya sayang,nana 'kan anak pinteer." disah terus mengusap ngusap punggung ratna sambil medekapnya erat di pangkuannya.
"Isah sepertinya aku mengenal suara anak itu,apa dia anakmu?" tunjuk amir yang merasa famili ar dengan suara ratna.Karena semenjak tadi disah terus menggendong ratna dengan posisi di dekap otomatis amir tidak melihat wajah anak itu.
"Masa 'sih mir,kamu kenal dia? kenal dimana?" bukannya menjawab pertanyaan amir disah malah balik bertanya.
"Jawab dulu pertanyaanku,dia anakmu atau bukan 'sah?
"Dia memang bukan anak'ku,tapi aku sudah menganggapnya seperti anak'ku sendiri,saat ini dia sedang sakit.Nih,badannya panas banget.Kasihan dia apalagi ibu'nya,semalaman gak tidur karena nana rewel terus."
__ADS_1
"Coba sah,balik badannya dia menghadapku.Aku ingin melihatnya" amir kekeuh,merasa mengenal suara anak kecil itu dan ingin memastikan sesuatu.
"Memangnya ada apa 'amir? aku sengaja mendekapnya agar suhu badannya bisa turun,katanya 'kan kalau anak lagi demam usahakan agar dia selalu di dekap" disah menjelaskan,tapi tak ayal juga dia menghadapkan ratna ke'arah amir.
"Ah! benar 'kan dugaanku,dia anak yang aku kenal," amir kegirangan.Sampai wajahnya berseri seri.
"pak amil" ujar ratna lirih dengan mata yang sayu.
Ratna memang masih cadel dalam mengucapkan huruf R.Disah kaget,karena ratna kecilnya mengenal amir.
"Nana kenal sama pak amir? tanya disah.
"Hm" nana mengangguk.
"Ceritakan,padaku amir.Bagaimana kamu mengenal ratna" disah mendesak amir.
Akhirnya amir menceritakan awal pertemuannya dengan ratna dan mirah tentunya.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam" jawab dua orang dari dalam rumah serempak.
"Oh,kau rupanya musa" amir menghampiri musa dan berjabat tangan.
"Amir,sudah lama kau disini? tanya musa.
"Ya,belum terlalu lama juga sih pak.Tapi obrolan kita sudah banyak" jawab disah sambil tersenyum kepada suaminya.
"Aku tanya amir,ko'kamu yang jawab sih buk" ujar musa sebal
"ck" sudahlah,kalian pasutri romantis" amir berdecak.
__ADS_1
Sedangkan disah hanya terkekeh sambil menepuk nepuk punggung ratna.
"Dia sudah baikan 'buk? perhatian musa tertuju kepada ratna yang masih dalam gendongan disah.
"Masih demam pak,kepalanya juga masih sakit katanya"
"Saranku,lebih baik nana dibawa ke puskesmas" amir mengusulkan.
"Sepertinya memang harus begitu,demamnya gak turun turun.Tapi aku harus bicara dulu sama ibunya,sebentar aku mau bangunkan dia.Sebenarnya aku gak tega membangunkannya,dia kelelahan semalaman menjaga nana" tutur disah panjang lebar.
"Jadi,mirah tinggal disini juga? dirumah ini,sama kalian?" tanya amir beruntun.
"Ck" kenapa kau ini amir sepertinya ada sesuatu yang tak kuketahui,kamu tahu sesuatu bu? musa menyipitkan mata.Bertanyabkepada istrinya.
"Aku juga belum tahu pak,dia belum sempat bercerita.Keburu bapak datang" jelas disah.
"Sudah,kau istirahat saja dulu 'amir,aku mau kebelakang dulu membersihkan diri,nanti kau harus menjelaskan semuanya kepadaku." ucap musa tak ingin dibantah.
"Aku juga mau menidurkan nana,sepertinya dia sudah terlelap" disah menimpali.
Ketika musa dan disah berlalu,amir tesenyum senyum bahagia hatinya serasa dipenuhi kembang setaman berbunga bunga dan terasa banyak kupu kupu beterbangan.
Dia jadi tidak sabar untuk bertemu mirah sang pujaan hati.
.
.
.
Like vote dan komennya ya...😊🙏
__ADS_1