Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Ada apa dengan meja bundar?


__ADS_3

Mentari pagi menyapu hangat wajah imut yang masih terlelap di peraduannya.Ini adalah minggu pagi yang cerah dan ratna manggala masih malas malasan,lepas sholat subuh ia kembali terlelap dan sang emak membiarkan itu.


Hari ini disah dan musa akan kembali ke sawah,karena sawah mereka luas jadi untuk mencangkulnya tidak cukup sehari dua hari saja.Ini adalah hari ketiga dan itupun dibantu mang uyo yang membajak dengan dua ekor kerbau nya.


Disah sudah sibuk kesana kemari menyiapkan bekal untuk mereka botram di saung sawah seperti biasa,apalagi hari ini nana akan ikut.Jadi ia menyiapkan makanan kesukaan nana,pepes ikan mas pedas yang ada telurnya.


Setelah semua persiapan selesai disah bergegas membangunkan gadis kecilnya.


"Hey anak manis, cepat bangun," disah menoel noel pipi nana.


"Hoaahmm,ini kan hari minggu mak...nana tidur sebentar sajaaaa lagi," ia menggeliat malas.


"Katanya mau ikut ke sawah.Ayuk bangun sekarang,emak sudah membuat pepes ikan mas pedas kesukaan nana," bujuk disah


"Yang betul 'mak? ada telurnya gak?" seketika ia terbangun dengan mata yang segar.


"Iya,yang ada telurnya," disah tersenyum dan mengangguk.


"Yeayyy,makasih emaaak.Terbaik deh,emaknya nana ini," nana melompat kegirangan ia menghujani pipi disah dengan ciuman.


Setelah membangunkan nana mereka pun berangkat ke sawah,musa memikul barang bawaannya yang tentu saja berisi bekal makanan dan air minum.


Sesampainya ditempat tujuan musa langsung menyimpan perbekalannya di saung dan mereka semua langsung bekerja,bahkan gadis kecilnya disah sudah lebih dulu berlarian di tengah sawah mengekori kerbau yang sedang membajak,bahkan sesekali ia minta dinaikkan kepunggung sang kerbau.



"Nana,hati hati nak!"


"Iya 'mak!" balas nana.


......................


Lapas banceuy



Kriingg...


"Hallo..."

__ADS_1


"Teh,ini dari banceuy.Mau pesan delapan roti bakar aneka rasa,lima kopi hitam dan tiga susu hangat," ujar suara di ujung telfon.


"Baik,ditunggu 'ya," mirah segera menyiapkan pesanan yang datang dari lp.


Setelah siap ia pun segera mengantarkan nya.Tangan mirah penuh kanan kiri,dengan pesanan orang lain yang dibawanya.Di depan showroom mirah bertemu dengan wanita paruh baya yang masih terlihat segar dan cantik.


"Mirah,ini mirah 'kan?" tanya nya menyelidik.


"Iya bu,saya sendiri.Ibu siapa 'ya?" mirah berkerut kening,pasalnya baru hari ini ia bertemu wanita cantik itu.


"Oh,perkenalkan.Saya rima,istri pak rahardjo.Sebenarnya merangkap sekretaris juga," bu rima terkekeh kecil.


"Owh,ia bu.Salam kenal,saya mirah adiknya omi,sekaligus warga baru yang sekarang mengelola kantin bapak,kak omi menyerahkan tanggung jawab mengurus kantin kepada saya dikarenakan pekerjaan nya di bengkel sedang banyak," mirah dan bu rima bersalaman.


"Eh,kata bapak,kemarin pesan makan siang 'ya? dan belum di bayar.Tolong berikan sama saya catatan nya ," pinta bu rima.


"Baik bu,nanti saya berikan.Tapi mohon maaf,sekarang saya harus mengantarkan pesanan ini ke banceuy,takutnya keburu dingin," sebenarnya mirah merasa tidak enak terhadap bu rima,namun apa daya? dirinya sedang terburu buru saat ini.


"Iya,silahkan.Nanti datang saja keruangan bapak,saya ada disana kok." bu rima menyunggingkan senyum cantik nya.


Bu rima pun masuk kedalam showroom yang merangkap kantor,sedangkan mirah melanjutkan tujuan awalnya,yaitu ke banceuy.Mengantarkan pesanan para petugas disana.


Setelah mengambil catatan nya,ia pun kembali ke showroom, menuju ruangan pak rahardjo.Dan tentu saja ia kesana tidak dengan tangan kosong.Dikarenakan karyawan pak rahardjo memesan makanan juga.


Di ruang kerja pak rahardjo,bu rima sedang memijit suaminya dikarenakan pundaknya pegal.


"Pijitan mu selalu enak 'mah,seperti biasanya," pak rahardjo begitu menikmati pelayanan sang istri


"Ishhh,papa ini.Aku ini sekarang sedang menjadi sekretarismu,masih aja minta pijit," bu rima mencebikkan bibirnya


"Ya tidak apa apa mah,daripada papah minta pijit sama yang lain? mama mau?" goda pak rahardjo.


plakk!


"Awas aja 'ya,kalau berani" dengan refleks tangan bu rima menggeplak bahu suaminya.


"Ughhh,sakit maahhh," pak rahardjo meringis.


"Abisnya,papah bikin kesel mama sii,"

__ADS_1


"Pijit nya yang enak dong mah,pijit plus plus juga boleh," godanya kepada sang istri.


"Ishh,papah ni.Nanti ada karyawan yang denger 'kan,malu." bu rima menyudahi kegiatannya memijit sang suami,ketika terdengar pintu diketuk dari luar.


"Masukkk!


klekkk!


Pintu terbuka menampilkan wajah cantik mirah.


"Eh,mirah.Ayo masuk," ujar bu rima ramah.


"Pak,bu.Maaf mengganggu.Saya hanya ingin mengantarkan catatan yang diminta ibu," ucap nya sungkan.


"Oh ia,coba bawa kesini," bu rima melambaikan tangan nya,supaya mirah mendekat.


"Mirah pun mendekat dan memberikan catatan nya,"


"Baiklah,saya bayar sekarang ya mir," bu rima memberika bebrapa lembar uang kepada mirah.


"Terimakasih,pak,bu.Saya pamit,mau ke kantin lagi." mirah berpamitan dan meninggalkan ruangan itu.


Setibanya di kantin tiba tiba mirah merasa perutnya melilit sakit,ia pun terpaksa harus menutup sementara kantin nya dikarenakan dirinya tidak bisa cepat cepat apabila sedang memenuhi panggilan alam.


Mirah berjalan ke belakang,melewati bengkel mobil milik pak rahardjo.Mirah selalu merasa merinding setiap melewati bengkel itu,bengkel nya benar benar sangat besar dan luas.Disana banyak mobil mobil bekas tabrakan yang di perbaiki kembali,dan mobil mobil bekas lainnya yang sedang diservice di beberapa bagian,sebelum dipamerkan di showroom.


Ya,selain mobil baru.Pak rahardjo juga menjual mobil bekas yang kondisinya masih bagus,kemudian sebelum ia memamerkan di showroom nya ia akan terlebih dahulu mengecek beberapa bagian mobil,dan jika ada yang terasa kurang atau terlihat tidak bagus.Maka terlebih dahulu mobil itu masuk ke bengkelnya.


Toilet yang mirah tuju ada di bagian belakang bangunan,tepat diujung dekat bengkel.Disana ada beberapa kamar toilet,dan diujung bengkel itu juga tersimpan meja bundar yang besar,entah apa fungsinya mirah pun tak tahu.


Namun anehnya,perasaan nya selalu merinding apabila melewati meja bundar itu.Mirah memperhatikan meja itu,ia heran mengapa selalu merasa takut tiap melewatinya.Ditambah suasana nya yang terasa mencekam,padahal hari masih terbilang pagi,tapi bengkel itu gelap dikarenakan sinar matahari tidak bisa masuk.Dan sialnya para pegawai bengkel hari ini sedang libur.Jadi tidak ada aktifitas sama sekali.


Mirah terlonjak kaget,ketika bahunya ditepuk seseorang dari belakang.


"Astagfirulloh haladzim!" secepat kilat ia membalikkan badannya.


""Ya Allah,ngagetin saja kamu."mirah melotot kepada pria di hadapan nya.


Pria itu hanya diam memperhatikan tingkah mirah,kemudian berbalik pergi tanpa sepatah katapun.

__ADS_1


"Dasar orang orangan salju," rutuk mirah,ia kesal dibuat kaget.Akhirnya iapun melanjutkan niat awalnya,memenuhi panggilan alam.


__ADS_2