Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Cu'eng hilang part 1


__ADS_3

Seminggu sudah mirah dan cu'eng berada di kampung curug taneuh,keseharian laki laki asal kota kembang di sana ia habiskan dengan mengikuti berbagai kegiatan musa dan disah,ke ladang,ke sawah,dan ke gunung.


Karena suami istri itu adalah petani,jelas saja keseharian mereka hanya ke tempat tempat seperti itu saja yang dikunjungi.


Seperti hari ini,musa dan disah akan pergi ke gunung untuk mencari kayu bakar dan mencari rumput untuk makan kambing,musa sudah bisa masuk ke sana.


"Pak cu'eng tunggu saja di rumah,atau memancing saja dikolam bawah sana.Itu punya saya,jadi bapak bebas mancing di situ," sebenarnya itu adalah penolakan halus dari musa,ia berfikir,apabila cu'eng memaksa ikut,takutnya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,mengingat gunung lah yang akan dikunjungi.Tentunya musa ingat dengan kejadian yang dialami kardan beberapa waktu lalu.


Musa berfikir,bahwa apa yang terjadi dengan kardan adalah karena mentri kehutanan itu orang luar daerah sana,ditambah paras nya yang tampan dan ia belum mengetahui benar tata krama ketika berada di kampung kaki gunung seperti curug taneuh,mau bagaimanapun hal hal mistis memang kerap kali terjadi disana,apalagi di gunung nya.


"Ah,saya merasa bosan kang 'mus,apabila dirumah terus.Saya ingin tahu pegunungan di sini seperti apa,saya penasaran sekali.Ijinkan lah saya ikut," cu'eng beralasan bosan supaya di ijinkan ikut,padahal yang sebenarnya adalah,ia meraskan hati serta detak jantung yang tidak karuan,ketika berduaan saja dengan mirah.


Musa melirik kepada istrinya,meminta peesetujuan.


"Ya sudah lah 'pak,biarkan dia ikut kita ke gunung," ujar disah akhirnya mengijinkan cu'eng ikut.


"Ya sudah,mari kita berangkat," ajak musa.

__ADS_1


Ketiga orang itu pun berangkat,musa membawa pikulan kosong untuk membawa rumput nanti,sedangkan disah membawa bekal,dan hari ini ia membawa banyak,dikarenakan cu'eng ikut.


"Kita mau masuk kedalam gunung,mari berdo'a terlebih dahulu," musa mengingatkan


Musa dan disah kemudian memanjatkan do'a,memohon perlindungan kepada Allah,begitupula cu'eng,ia berdo'a sesuai keyakinan nya.


***


Kini tiga orang itu sudah masuk ke dalam gunung,musa dan disah sudah mulai mengarit rumput rumput hijau nan segar untuk kambing dan domba milik mereka.


"Pak cu'eng silahkan saja menunggu disana,sambil istirahat dan makan bekal.Sementara kami belum selesai," ucap musa kepada laki laki dari kota kembang itu,ia sebenarnya merasa kasihan melihat cu'eng yang sudah sangat kelelahan.


"Iya,silahkan.Tapi saya ingatkan,pak cu'eng jangan pergi kemana mana 'ya,sebelum kami kembali.Tetap ditempat apapun yang terjadi,atau siapapun yang menghampiri," pesan musa serius


"Siap 'kang," ia pun melanjutkan langkahnya


Musa dan disah lalu melanjutkan pekerjaan,yaitu mengarit rumput,Sedangkan disah mengumpulkan kayu bakar

__ADS_1


"Kenapa ya 'mak? perasaan bapak gak enak begini," ucapnya dengan tatapan tak lepas dari cu'eng.


"Ah,jangan terlalu difikirkan.Berdo'a saja,kita pasrahkan semuanya kepada Gusti Alloh," disah mencoba berfikir positif


"Iya 'mak," musa mengangguk dan melanjutkan aktifitas nya.


Sementara itu cu'eng tengah menikmati bekal yang dibawa disah,dengan fikiran yang melayang kemana mana,tentu saja memikirkan dan membayangkan mirah,otak mesumnya pun seketika bekerja,ketika ia mengingat peristiwa ciyyuman panas waktu itu.


"Arrrgghh,mirah...kamu selalu mengganggu ku," gumamnya,kemudian ia melampiaskan nya dengan menggigit bala bala hangat dan geletuk cengek dengan membabi buta.


Namun tiba tiba saja...


"Kang,cu'eng,"


Suara lembut mendayu dayu,membuat siapapun yang mendengarkan akan mabuk kepayang,termasuk cu'eng yang tengah menyiksa bala bala di mulutnya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2