
Amir mengerutkan kening nya,ia bingung.Kenapa musa membawa nya pergi keluar kota. "Mau kemana ini? mengapa perjalanan nya panjang sekali rasanya?" satu pertanya'an lolos dari bibir amir.
"Kita akan mengunjungi pesantren al-hidayah,kamu jangan khawatir.Sebentar lagi sampai,dan disana para ustadz akan mengobati penyakitmu.Semoga kamu bisa segera pulih" sedikit penjelasan, musa berikan kepada amir.
"Hei,kau bilang kita akan bertemu marni.Mengapa kau,malah membawa ku ke pesantren?" dahi amir mengernyit bingung.
"Kan sudah kubilang,dari kemarin.Si marni itu menunggu kau disana.Sudahlah diam saja,turuti kataku.Nanti juga kau bertemu disana" musa sangat jengkel kepada amir,karena selalu membahas marni dan marni,si wanita sundal itu.
Setelah keputusan musa beberapa waktu lalu,ia pun tak menunggu lama untuk melaksanakan niatnya membawa amir ke pesantren al-hidayah.Meskipun tempatnya jauh,yaitu sekitar lima jam perjalanan naik bis.Sebetulnya amir sempat memberontak tak ingin pergi.Namun,musa membujuk nya dengan mengatakan 'marni menunggu kedatangan amir di kota tersebut,tepatnya di pesantren al-hidayah' akhirnya dengan cara seperti itulah amir mau ikut dengan musa.
Pesantren al-hidayah...
Sesampai nya di pesantren,musa langsung masuk ke ruangan pendaftaran.Disana memang pesantren,namun mereka juga membuka layanan terapi ruqyah sar'iyyah.Para pasien yang di terapi akan di tempatkan diruangan terpisah khusus pasien yang terkena gangguan jin,sihir teluh tenung dan lain nya.
Setelah mendapatkan kamar,akhirnya musa bisa merapikan barang barang nya.Di pesantren ini terdapat banyak sekali kamar khusus pasien,dan kebetulan semua nya penuh.Untung saja musa masih kebagian satu kamar kosong.
Ketika musa sedang merapikan barang barangnya,terdengarlah pintu kamar diketuk.
Tok...
Tok...
"Ya,masuk...!" seru musa.
"Assalamu'alaikum." terlihat se'orang santri muda masuk ke kamar yang ditempati musa dengan senyuman ramahnya.
"Wa'alaikumussalam,mari dek,silahkan duduk." musa mempersilahkan,tak kalah ramahnya.
Tak lupa pemuda itu tersenyum dan mengangguk ramah kepada amir,setelah duduk.Santri itu mengatakan maksud tujuan nya datang menemui musa.
"Ada apa dek? tanya musa,setelah mereka duduk.
"Begini pak,kedatangan saya kemari,karena di utus sama pak ustadz hamzah.Beliau menyuruh saya,mengundang bapak musa dan pak amir untuk berjama'ah shalat isya di mesjid.Nanti setelah berjama'ah shalat, beliau akan langsung memulai pengobatan nya.Diharapkan pak musa membawa pak amir kesana,bergabung bersama yang lain nya." setelah menjelaskan semua nya,musa pun menyanggupinya.Dan santri utusan itu pun langsung pamit undur diri.
"Kenapa kau bohong padaku,katanya kita akan bertemu marni.Mana dia? dari kita sampai disini,tidak ada kita bertemu marni" sebuah pertanya'an terlontar dari mulut amir,rasa penasaran nya serta bayang bayang marni lah yang mendorong amir,mengeluarkan pertanya'an itu.
"Khm,nanti kita pasti bertemu dengan nya,kau sabarlah dahulu" ujar musa dingin.
Tanpa musa sadari,amir sedang berfantasi melakukan adegan tak senonoh bersama marni.Bayangan marni seolah berputar putar di fikiranya,hanyalah marni,marni dan marni yang ada di kepalanya.
Ketika musa sedang asyik berbenah,terdengar suara ******* amir.Amir mendesah tak karuan,ia menggelinjang kesana kemari seolah olah sedang bercinta dengan marni.Dan wanita itu begitu lihai dalam memuaskan nya.Padahal bila di lihat dengan mata orang normal,amir hanyalah sedang memuaskan dirinya sendiri,dia bermain solo.Melihat itu musa sangat geram,dengan tatapan jijik musa pun mendatangi amir dengan gusar.Dan tiba tiba.
"*Bugh!
"Bugh!
__ADS_1
"Bugh!
"Brakk*!!
Dengan tinjuan dan tendangan yang memakai kekuatan penuh,musa menghajar amir sampai babak belur dan tersungkur dari tempat tidur, hingga menabrak meja kecil dipinggir ranjang.
"Arrghh! mengapa kau memukulku" teriak amir tak terima.
"Diam saja kau! atau mau kuhajar lagi sampai mampus!!" bentak musa dengan tatapan mengerikan dan mata melotot.
Mendapatkan tatapan seperti itu,nyali amir pun menciut.Ia segera bangkit menuju tempat tidurnya,dan langsung meringkuk,sambil merasakan beberapa bagian tubuhnya yang berdenyut sakit,akibat bogeman mentah musa.
Malam harinya...
Musa segera bersiap,dia akan berjama'ah sholat isya bersama yang lainnya.Namun,ketika melihat amir yang masih meringkuk di tempat tidur,membuat amir kesal.
"Heii! bangun kau,disini kau dilarang jadi pemalas.Ayo kita berangkat ke mesjid untuk berjama'ah sholat" ujar musa dengan ketusnya,sambil mengguncang tubuh amir.
"Argh,pergi saja kau sendiri!" ucap amir tak kalah ketusnya.
Nafas musa memburu,dadanya naik turun tangan nya mengepal menahan amarah,sebenarnya ia tak ingin menghajar amir lagi atau berlaku kasar lagi terhadap amir.Tapi kelakuan amir memaksanya.Tiba tiba...
"*Srakk...
"Srakk...
Dengan terpaksa musa menarik paksa amir dari tempat tidur,hingga amir terjatuh.Dan meringis kesakitan,bagaimana tidak? lebam bekas bogeman musa saja masi terasa sakit nya,ditambah sekarang dia dipaksa bangun dengan cara di seret sampai terjatuh.Tentu sahaja itu menambah nilai plus plus plus kesakitan nya.
"Argh! mengapa kau menyiksaku?! pekik amir,tak terima.
"Diam,dan ikuti perkata'anku.Ayo cepat bersiap,kita akan ke mesjid" ujar musa cepat,dan tak ingin di bantah.
Dengan menahan sakit di tubuhnya,akhirnya amir bangun dan mengikuti kemauan musa.
Sesampainya di masjid...
Orang orang menatap musa dan amir heran,mereka terkejut melihat penampilan wajah amir yang bengkak dan lebam di mana mana,ditambah cara berjalan amir yang pincang.Mereka jadi menerka nerka,apa yang sebenarnya terjadi.
"Ma'afkan saya,saya tidak akan menjelaskan apa apa.Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan kepada nya." melihat tatapan penuh pertanya'an dari orang orang disekitarnya,musa segera memberi penjelasan,secukupnya.
"Ah' ya,mari kita segera melakukan berjama'ah sholat isya,dan setelahnya saya akan langsung memulai ruqyah" ustadz hamzah segera,mencairkan suasana dan membuat orang orang berhenti dari rasa penasaran nya.
Usai sholat berjama'ah ustadz hamzah pun segera memulai ruqyah,dibantu dengan beberapa ustadz lain nya,karena memang pasien nya banyak.Dan sebetulnya pada sa'at sholat,sudah banyak orang orang yang secara tidak langsung mendengarkan ayat alquran yang dibacakan ketika sholat membuat reaksi tak terduga kepada tubuh yang terkena sihir.Ada yang berteriak,ada yang muntah,ada yang kesakitan,ada yang kesurupan.
Begitupun dengan amir,dia merasakan mual dan muntah muntah.Dia merasakan sakit yang amat sangat dikepalanya,tanpa sadar diapun barteriak.
__ADS_1
"Argghhh! sakiittt!!" teriaknya.
Setelah ustadz hamzah selesai dengan pasiennya yang lain,diapun segera menangani amir.
"Tolong ambilkan air putih,satu gelas besar penuh.Tambahkan daun bidara 7lembar" ucapnya,kepada santri didikan nya.
Setelah tersedia semuanya,ustadz hamzah pun memulai ruqyahnya kepada amir.
Ustadz hamzah duduk bersila didepan amir yang sedang berteriak kesakitan lalu ia pun mencelupkan telunjuk kanan nya kedalam gelas yang berisi air putih itu,dan tangan kirinya ia gunakan untuk memegang ubun ubun amir.
Lalu ustadz pun mulai berdo'a.
"Astagfirullah al adzim 10×
"Allohumma sholli ala sayyidina muhammadiwwa'alaa ali sayyidina muhammad kamaa shollaita alaa sayyidina ibroohiima wa'alaa ali sayyidina ibrohim wabarik'alaa sayyidinaa muhammadiwwa'ala ali sayyidina muhammad kamaa baroqta'ala sayyidina ibrohima wa'alaa ali sayyidina ibroohim 10×
"Laailaha illalohu wahdahu laa syarikalah lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu wahua alaankulli syai'ingqodiir 3×.
"Alfatihah 7×
"Ayat kursi 1×
"Tiga ayat ter akhir surah al baqoroh 3×.
"Alam nasroh 3×
"Al ikhlas 3×
"Al falaq 3×
"An nas 3×
Setelah selesai membaca itu semua,ustadz hamzah pun meniupkan nya ke air putih yang dipegangnya dan ke ubun ubun amir,lalu ustadz hanzah menyuruh amir mengikuti bacaan doa sebelum meminum air itu.
"Allohumma adzhib anni harroha wabardaaha wawa sobaha.l
Lalu tiupkan lagi ke air,lanjut sholawat nabi 3× dan tiupkan lagi ke air,setelah itu baru diminum" Dengan sabar ustadz hamzah menuntun amir untuk melakukan semua nya.Dan dengan susah payah amir pun mengikutinya.
"Pak musa,tolong,air ruqyah ini diminumkan rutin sampai habis.Dan usahakan dipakai mandi juga,dengan cara mencampurnya sedikit ke air yang akan dipakai pak amir.Besok malam setelah berjamaah sholat isya,kita lanjutkan lagi ruqyahnya,mudah mudahan gusti Allah segera memberikan kesembuhan kepada pak amir." ustadz hamzah memberi arahan,kepada musa.Dan musa pun mengangguk tanda mengerti.
.
.
.
__ADS_1
Tekan love,like dan vote nya ya...🙏😇😘
Terima kasih.