Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Bertemu


__ADS_3

Hari yang cerah membuat orang orang yang berbelanja menjadi semangat,para pedagang merasa hari ini adalah hari keberuntungan mereka saking banyaknya pembeli.Termasuk mirah,hari ini dagangannya sangat cepat habis.Sampai sampai dia meminta kepada tukang becak langganannya untuk mengambil kue tambahan yang sengaja mirah buat banyak tadi pagi.


"Tolong ya mang...ambilkan kue kerumah,disana ada kakak saya kok dia sudah tau kue kue yang biasa saya jual." Mirah meminta tolong kepada kang becak.


Hari ini mirah sangat sibuk melayani pembeli,sampai sampai dia tidak menyadari jika ratna jauh dari pengawasannya.Ratna yang sedang aktif berjalan menjauh dari tempat ibunya.


"Abang! aku mau balon itu!" ratna menunjuk balon yang sedang dijajakan seorang penjual.


"Mau warna apa dek?" tanya si penjual.


"Walna melah,aku suka walna itu" ucap ratna riang.


"Baiklah" si abang penjual memberikan balon yang diinginkan ratna.


Mata bocah imut itu berbinar,ketika dia menerima balon merah yang diinginkannya.


"Telimakasih bang"


"Iya dek,mana uangnya?" tanya si abang penjual balon.


"Aku gak punya uang,uangnya ada sama ibu" ucap ratna polos.


"Lho...kamu kesini gak sama ibu kamu memangnya? terus ibu kamu dimana 'dek?! tanyanya kebingungan.


"Aku gak tahu,tadi aku sedang belmain main.Tapi mau kembali ke ibu aku gak tau." dengan polos dia bercerita.


"Astagfirullah!" pekik si abang penjual kaget,karena anak kecil di depannya ini sendirian berkeliaran di pasar.


Sedangkan di tempat mirah...


Mirah yang kebingungan karena ratna menghilang ia sangat panik.


"Ratna...! kamu kemana nak?!"


"Ratna...!!


"Ratna...!! mirah terus berteriak memanggil nama ratna.


"Bu,ibu lihat anak saya nggak?" mirah bertanya kepada orang yang ditemuinya,kebetulan orang orang dipasar itu sudah mengenali mirah dan ratna.


"Tidak mir...ibu tidak melihatnya,hari ini ibu sibuk melayani pembeli" ujar si ibu. "Memangnya kamu tidak menyadari kemana anakmu pergi? tanya balik si ibu.


"Sama seperti ibu,hari ini aku sibuk melayani pembeli sampai sampai aku tidak terlalu memperhatikan anakku" mirah menyeka air matanya yang menetes lalu ia tertunduk sedih.

__ADS_1


"Ratna kamu kemana nak?" gumamnya,mirah terisak.Ia ketakutan, takut tidak bisa menemukan anak semata wayangnya.Mirah berkeliling pasar untuk mencari ratna,tapi ia tak kunjung menemukannya mirah.Mirah terduduk lemas ditanah ia kebingungan harus kemana lagi mencari anaknya.


"Kamu dimana nak? kamu dimana? jangan tinggalin ibu sendirian sayang...cuma kamu yang ibu punya,cuma kamu harapan ibu satu satunya,kamu jangan ninggalin ibu seperti bapak kamu nak" ucap mirah lirih,ia terus menangis.


Di sisi lain...


Penjual balon yang tak tega meninggalkan bocah kecil itu lalu mengajaknya pergi sambil mencari cari tempat mirah berjualan.Ratna kecil tidak tahu tempat dimana ibunya berjualan dia masih kecil dan kebingungan.Akhirnya mereka berkeliling pasar sambil mencari cari,siapa tahu bocah ini langsung ingat kalau diajak keliling.Fikir si abang.


"Dek...kamu beneran lupa dimana tempat biasa ibumu berjualan" si abang bertanya lagi untuk memastikan.


"iya" ratna mengangguk mengiyakan.


Ratna dan penjual balon itu terus berjalan sambil bertanya tanya,tiba tiba seseorang laki laki berusia sekitar 33 tahun menghampiri mereka.


"Dari tadi saya melihat kalian berkeliling dan bertanya kepada setiap orang,memangnya siapa yang kalian cari?" tanyanya.


"Ini pak...,saya lagi membantu anak ini mencari ibunya.Katanya ibunya berjualan kue kue dipasar ini" si abang penjual menjelaskan.


"Lho,kenapa kamu mencari ibumu? memangnya kamu tersesat apa gimana?" tanya laki laki yang diketahui bernama amir.


"iya,jadi...ini anak tadi kan beli balon yang saya jajakan,tapi dia tidak memberikan uangnya,nah pas saya tanya katanya dia gak membawa uang soalnya uangnya ada sama ibunya,lalu saya tanya ibunya dimana...eh dia gak tau,katanya dia sedang bermain dan menjauh dari tempat ibunya." jelasnya panjang lebar.


"Owh...begitu 'ya? mari saya bantu mencari ibumu dek" amir tersenyum tulus.Mereka pun berjalan untuk mencari dimana tempat mirah berjualan.


"Permisi,maaf...,apa anda melihat anak kecil perempuan berusia sekitar empat tahunan dan memakai baju warna hijau muda?" tanyanya kepada seorang penjual gerabah.


"Tidak bu,saya dari tadi sibuk melayani pembeli.Jadi saya tidak terlalu memperhatikan sekitaran" tuturnya.


"Oh...begitu ya...ya sudah terimakasih pak" ucap mirah lesu.


Ketika mirah sedang dilanda kepanikan... "oh...! pekiknya,ia berlari menghampiri dua orang laki laki beda usia yang sedang menggandeng seseorang yang dia cari.


"Sayang...ratna,kamu dari mana nak?!


ibu sejak tadi kebingungan mencarimu,kamu jangan pernah seperti ini lagi ya,jangan pernah tinggalin ibu,ibu takut ratna,takuut sekali kehilanganmu!" mirah memeluk erat putri tercintanya sambil terisak.


"Ibu...nana tadi belmain,tapi telnyata nana kejauhan mainnya akhilnya nana ketemu sama abang penjual balon dan bapak itu,meleka beldua sudah menolong nana menemukan ibu" bocah imut itu menjelaskan panjang lebar kepada ibunya.


"Ah,iya...saya sampai lupa kepada kalian.Terimakasih sudah menolong anak saya,kalau anda berdua tidak membantu putri saya untuk menemukan saya,entahlah bagaimana jadinya.Saya tidak bisa membayangkannya" mirah berterimakasih,ia merasa bersyukur masih ada orang baik yang mau membantu putrinya.


"Sudah tidak apa apa,lagipula...bukankah kewajiban setiap manusia itu harus tolong menolong,dan ya'perkenalakan nama saya amir" ujarnya menatap mirah dan langsung memperkenalkan diri dengan senyuman terbaiknya.


Mirah seperti tersihir ketika menatap dalam mata laki laki dihadapannya ini.Tatap tatapan itu berlangsung beberapa detik.

__ADS_1


"Khem...! si penjual balon berdehem,membuyarkan aksi saling tatap itu.


Mirah menjadi salah tingkah,dan langsung memperkenalkan diri


"Saya mirah" ucapnya singkat sambil menyambut jabatan tangan amir.


Kembali acara jabat tangan itu menjadi agak lama,karena dua insan itu merasakan seperti ada sengatan listrik saat mereka bersentuhan.


"Oi..aku dikacangin lagi deh" gerutunya. "Perkenalkan nama saya jaya!" serunya.Dia merasa jengkel karena merasa terabaikan.


Dua orang itu kembali salah tingkah,dan saling melepaskan jabatan tangan itu.


"Maaf jaya,dan terimakasih ya sudah menolong putriku.Ah'iya,saya hampir lupa berapa harga balon yang diambil putriku?" tanya mirah.


"Sudahlah gratis itu..." jaya mengibas ngibaskan tangannya.


"Alhamdulilah...terimakasih ya jaya,ratna sayang ayo nak ucapkan terimakasih kepada bang jaya dia sudah membantumu dan memberikanmu balon itu secara cuma cuma" mirah mengajarkan ratna untuk selalu bersopan santun dan mengucapkan terimakasih apabila ada orang yang membantunya.


"Telimakasih abang jaya,sudah menolong nana dan kasih balon ini gelatis" ucapnya imut,membuat siapa saja yang melihatnya menjadi gemas.


"Ya sudah...sekarang semuanya sudah beres,ratna sudah bertemu sama ibu..


sekarang bapak sama abang jaya pamit dulu ya...hati hati jangan jauh jauh mainnya,takutnya kesasar lagi" amir berpamitan.


"Terima kasih sekali lagi ya" ucap mirah.


Akhirnya mereka pun kembali ketempat masing masing,selama dua orang itu masih terlihat,ratna melambaikan tangannya.


"Dadah bang jaya...pak amiill!!" teriak ratna.


Mereka berdua pun berbalik dan melambaikan tangannya,krpada mirah dan ratna.


.


.


.


.


.


Like dan komen jangan lupa,vote juga ya jika berkenan TERIMAKASIH😊

__ADS_1


__ADS_2