
Pagi hari di kampung curug taneuh uang biasanya tenang dan damai,kini telah berubah menjadi ramai oleh hiruk pikuk warga yang beramai ramai mencari mentri kehutanan yang hilang sejak kemarin,pak lurah mengatur warganya supaya berpencar dan di bagi menjadi beberapa kelompok,mereka akan mengelilingi hutan jati di gunung sangkur yang luas itu.
Begitupun musa hari ini ia tidak akan bekerja seperti biasanya.Ia dan kakaknya disah yang bernama darsim akan ikut dalam pencarian hilangnya mentri kehutanan ini.
Kelompok musa ada lima orang dengan musa sendiri,dan ia yang memimpin pencarian di kelompoknya,dimulai dari bagian timur hutan ia menyusuri nya mereka berteriak memanggil nama pak kardan.
Mereka menyibak setiap semak belukar yang terlewati,atau memeriksa batu besar yang juga punya celah besar.Di gunung sangkur itu memang banyak bebatuan yang ukurannya bisa dibilang raksasa.
"Kang darsim! coba lihat sebelah sana!" tunjuk musa ke arah pohon besar.
"Kenapa mus? apa yang kamu lihat?"
"Disebelah sana itu pohonnya sangat besar.Coba di cek,barangkali ada lubang di pohon itu,kita tidak boleh melewatkan kemungkinan sekecil apapun," ujarnya
"Kamu betul 'mus,banyak kemungkinan yang bisa terjadi,pak kardan itu hilang ketika menyusuri pinggiran hutan jati ini.Semoga saja beliau masih bisa diselamatkan," mang karja menimpali,
"Kalau begitu,mari kita periksa pohon besar itu," darsim melangkahkan kakinya.
Pohon besar dengan banyak akar rambat yang menjuntai menambah kesan mistis di pohon itu.Perlahan mereka mendekat tak lupa mereka berdo'a memohon perlindungan kepada sang maha kuasa.
Kini mereka sudah berada dalam naungan rimbunnya sang pohon,setiap bagian pohon mereka memeriksanya tanpa terlewat,musa mempunyai dugaan kuat,jika sebenarnya pak kardan di sembunyikan oleh makhluk tak kasat mata yang bersemayam digunung sangkur itu.
Namun pencarian mereka di pohon itu nihil,memang ada celah besar disana akan tetapi kelompok musa tidak menemukan akan adanya tanda tanda pak kardan.
"Lubang pohonnya memang besar,tapi tidak ditemukan apa apa disana.Namun anehnya aku merasa agak aneh ketika ada di dekat pohon itu,apalagi pas masuk kedalam celah nya." darsim merasa sangat merinding jika mengingat dirinya masuk ke lubang pohon besar itu.
"Yah,kita memang tidak melihat apa apa.Akan tetapi,kita hidup di dunia ini tidak sendiri 'kan? ujar musa.
"Hem,betul," ucap mang karja pendek.
Mereka pun melanjutkan perjalanan dan terus masuk menuju kedalaman gunung sangkur.
Tak terasa haripun sudah siang,mereka menyusuri hutan sudah setengah hari lamanya,namun belum menemukan titik terang.Perut mereka pun sudah terasa sangat keroncongan.
"Mari kita istirahat sebentar,untuk sekedar mengisi tenaga," Ajak musa
Musa dan kelompoknya pun berhenti untuk memakan bekal yang mereka bawa,namun hanya ternyata hanya musa sendiri yang membawa bekal makanan,yang lain hanya membawa air minum saja.
Disah membekali musa banyak makanan,ada nasi jagung dan acar timun ada ikan nila goreng,dan juga ubi manis rebus serta singkong goreng.
"Kalian tidak makan? tanya musa.
__ADS_1
"Kami hanya membawa air saja mus," mang juned menunjukan botol air minum yang dibawanya.
"Kalau begitu,makan apa yang ada.Bekal yang aku bawa sangat cukup untuk kita semua nikmati," musa mempersilahkan semuanya untuk ikut menikmati bekal yang dibawanya.Begitulah musa,ia dan disah dikenal warga adalah orang yang sangat dermawan,suami istri itu sering berbagi hasil tani mereka yang melimpah kepada tetangga tetangga nya.
Sesudah perut kenyang,akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan nya,namun perjalanan terhenti seketika.Tatkala mang jumad dan darsim melihat ada goa namun mulut goa itu tertutupi rimbunnya semak belukar.Jadi jika tidak diperhatikan goa itu pasti akan terlewat.
"Kita berhenti sebentar," ucap darsim
"Ada apa kang? tanya musa
"Kita periksa goa itu," tunjuk darsim
Mereka semua pun berhenti dan masuk kedalam goa satu persatu.
"Kita perlu penerangan,apabila kita masuk semakin kedalam pasti akan sangat gelap." darsim memberitahu.
"Tunggu sebentar,aku akan mencari sesuatu untuk dijadikan obor." mang jumad segera berlalu untuk mencari bahan obor.
Tak lama mang jumad kembali dengan setumpuk ranting kering yang disatukan,di ujung ranting itu masih ada daun daun kering yang menempel.
Dan benar saja ketika masuk semakin kedalam goa itu semakin gelap,mereka pun menyalakan obor yang dibawanya.
"Kenapa lagi mus?
"Shutt,lihat sebelah sana," musa menunjuk kesebelah kanan goa yang kelihatannya buntu.
"Kita berjalan perlahan,mar kita lihat apa yang ada disana,"
Mereka berlima pun berjalan dengan perlahan dan mengendap ngendap.Mulut mereka menganga lebar ketika melihat apa yang ada di tempat itu.
sebuah tikar lusuh yang digelar,serta tempat kemenyan.Disana juga terdapat taburan bunga dan sesajen lengkap.Yang terlihat masih baru.
"Apakah itu tempat semedi,atau pemujaan? ucap mang jumad penasaran.
"Entahlah,aku tidak mengerti.Dengan manusia manusia seperti itu,untuk apa mereka bersemedi dan memberikan sesaji,untuk siapa? astagfirullah," musa menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah biarkan saja itu,bukan urusan kita.Lebih baik kita kembali keluar,goa ini sudah buntu." ajak darsim.
Akhirnya mereka pun berjalan kembali keluar.
***
__ADS_1
Tak terasa hari pun beranjak semakin sore,kelompok musa menjadi yang terakhir kembali ke titik awal mereka berkumpul.Disana sudah ada kelompok lainnya dan pak lurah yang menunggu hasil pencarian kelompok musa.
"Bagaimana,hasil pencariannya?" tanya pak lurah
"Nihil," jawab musa.
"Ya sudah,berhubung ini sudah sore,mari kita lanjutkan saja pencarian nya besok hari," pak lurah menyudahi acara pencarian kardan hari ini.
Semua warga pun bubar dan kembali kerumah masing masing.
......................
Sore ini mirah dan anisah berencana untuk jalan jalan ke alun alun bandung,jarak alun alun dari pd rahardjo tidaklah jauh.
Mirah terlihat sangat cantik dengan dress tanpa lengan,rambutnya yang panjang ia gerai sebagian dan diikat sebagian dengan jepitan.
Mereka berdua berjalan bergandengan tangan terlihat bahagia.
"Kak,nanti aku mau mencari baju untuk nana,sebagai oleh oleh,"
"Iya mir,di dekat alun alun sana banyak pertokoan yang menjual baju baju.Nanti kakak antar kesana deh," ujar anisah antusias.
Mereka berjalan sambil bersenda gurau,tak lama keduanya pun sampai di alun alun kota kembang yang sudah ramai dengan pengunjung.
"Kak,kapan kapan kita nonton ya ke bioskop itu," tunjuk mirah
"Siip," anisah mengacungkan jempolnya.
Suasana alun alun yang ramai dengan anak anak yang berlarian,seakan akan mengobati rindu dihatinya kepada nana.
"Nana pasti senang jika ku ajak kemari," gumamnya,senyum indah pun terukir di bibirnya.
.
.
.
__ADS_1