
"Kau mau apa?" Ratna bertanya dengan ketakutan,sebab wanita misterius yang menyekapnya membawa sebuah cambuk.
"Kau takut,anak manis? ha ha ha ha ha ha...!" tawanya menggema dilorong gelap tersebut.
"Tenang saja,ini hanya sebuah cambuk.Kalau kau jadi anak baik,maka kau aman dari nya," wanita misterius berkata sambil mengayun ngayunkan cambuk tersebut,sontak saja hal itu membuat gadis kecil kesayangan disah meringis dan meringkuk dipojokan karena takut.
"Sekarang,aku tinggal dulu sebentar,ada tamu yang harus kusambut," manusia dengan penutup wajah itu pun menyeringai lalu meninggalkan Ratna yang sedang ketakutan sendirian,ia hanya diberikan sebuah lampu minyak kecil sebagai penerangan.
"Ja-jangan pergi! Nana takut sendirian disini," gadis kecil malang itu berusaha mencegah kepergian wanita misterius itu,akan tetapi sama sekali tak digubris,dan malah diberi sebuah lampu minyak kecil.
***
"Mirahhh!" disah berteriak panik,ketika mendengar sang adik menjerit,dengan susah payah ia berlari menembus ilalang yang tinggi dan tentu saja tajam sehingga menimbulkan luka gores yang sangat perih dikulit disah ,belum lagi akar ilalang yang seringkali menjerat kakinya,namun ia berhasil juga menghampiri asal suara mirah.
"Miraah! kemana dia?"
Disah kebingungan karena samasekali dirinya tak menemukan sang adik,padahal sudah jelas mirah berteriak dari arah dirinya berdiri sekarang,disah celingukan netranya meneliti sekitar,berharap ada sebuah petunjuk.
Hingga akhirnya ia melihat sesuatu yang sangat familiar,yaitu jepit rambut yang dikenakan oleh Mirah tadi,jepit rambut model tongkat dengan hiasan batu giok yang indah itu tergeletak begitu saja diantara akar ilalang.
"Ini 'kan,jepit rambut Mirah" gumam disah,kemudian netranya melihat sekitar,berharap ada sebuah petunjuk lagi tentang sang adik.
Dilain tempat,mirah sekarang tengah kebingungan,pasalnya ia terperosok ke dalam lubang yang lumayan dalam,bagaikan main perosotan namun versi extrem.
"Akkhhh!" pekik mirah kesakitan,ketika dirinya mendarat dengan tidak sempurna,dikarenakan bokongnya menimpa bebatuan dibawah sana.
"Ouh,sakit sekali.Dimana sebenarnya ini?" Mirah bertanya tanya sendiri
"Ah! mengapa gelap sekali disini? belum lagi udaranya begitu lembab dan pengap," gumamnya lagi
Namun beruntungnya wanita itu,dikarenakan ia mempunyai sebuah cincin amethyst yang tersemat indah dijari telunjuknya,cincin itu akan memancarkan cahaya keunguan yang indah,apabila Mirah berada dalam kegelapan.
Kemudian mirah memejamkan mata lalu menempelkan jari telunjuk kanan nya diatas batu cincin tersebut.
"Saat ini aku sedang membutuhkan cahayamu,bantulah aku," gumamnya
__ADS_1
Ajaibnya cahaya keunguan itupun langsung berpendar indah dan menerangi tempat sekitar Mirah,
"Bismillahirrahmanirrahim,Ya Allah,aku mohon Petunjukmu," setelah memanjatkan do'a Mirah pun melangkah kan kaki nya menyusuri lorong panjang yang gelap dan pengap itu.
Entah sudah berapa lama ia berjalan,hingga tibalah Mirah di ujung lorong,akan tetapi itu bukanlah akhir dari perjalanan nya,sebab disana terdapat lorong lain yang bercabang jalannya,sehingga membuat Mirah kebingungan harus mengambil jalan yang mana.
Sejenak Mirah berfikir,akan tetapi keajaiban kembali terjadi,cincin yang tadi berpendar indah kini hanya memunculkan cahaya satu garis lurus menunjukan lorong arah kanan.
"Bismillahirrahmanirrahim,aku akan mengambil jalan kanan semoga ini pilihan terbaik,"
Setelah memutuskan untuk berjalan kembali ia pun melangkah dengan hati hati,mengingat lorong itu sangat sempit,belum lagi tikus tikus besar berseliweran,sehingga membuatnya melangkah dengan berjingkat jingkat.
"Ishhh,mengapa banyak sekali tikus disini,geli 'kan,jadinya," Mirah bergidik
Namun tetap saja yang nama nya kecelakaan siapa yang tahu akan menghampiri,meskipun Mirah sudah berhati hati tetap saja ada kejadian.
"Ciit ciit ciit!"
"Grrepp!!"
Seekor tikus besar tidak sengaja terinjak ekornya oleh Mirah,sehingga tikus itu pun berbalik membalas Mirah dengan menggigit kakinya yang mulus,seketika ia menjerit kesakitan,dikibaskan nya dengan sekuat qtenaga dengan maksud agar tikus itu melepaskann diri dari kaki nya.
Mirah mencari tempat duduk,untuk memeriksa luka di kaki nya.
"Hmm,dalam juga gigitan tikus ini,shhh...sakiit,semoga tidak infeksi," ucapnya meringis kesakitan,darah pun mengucur di kakinya karena ternyata gigitan itu cukup dalam.
Dengan cekatan Mirah menyobek sebagian dari rok nya,kemudian dengan segera ia membasuh luka tersebut dengan bekal air minum yang dia bawa,lanjut setelah itu membalut kakinya untuk menghentikan pendarahan.
"Mari lanjutkan perjalanan," ucapnya menyemangati diri sendiri.
Dengan menahan sakit di kaki nya Mirah lanjut berjalan menyusuri lorong pengap tersebut,hingga tak berapa lama ia menemui jalan buntu,akan tetapi ini agak aneh menurut Mirah,karena disana terdapat tumpukan bata merah yang seperti disusun dengan sedemikian rupa.
"Apa ini?" Mirah bergumam sambil meneliti tumpukan bata tersebut,kemudian ia berinisiatif untuk mengambil bata itu satu per satu,karena ternyata tumpukan tersebut hanya disusun begitu saja,sehingga memudahkan dia untuk mengambil bahkan meruntuhkan nya.
Hingga beberapa saat kemudian,bata itu sudah habis Mirah singkirkan,dan ternyata apa yang dia lihat di depan nya sungguh membuat ia tercengang.
Lorong di depan matanya masih begitu sempit dan pengap,akan tetapi disana ada rak yang berjejer merapat ke dinding,Mirah sungguh penasaran ada apa di dalam rak rak tersebut,kemudian ia melangkah mendekatinya lalu melihat lihat,namun sungguh apa yang dia lihat begitu membuatnya merinding
__ADS_1
Di rak tersebut terdapat toples toples yang berjejer rapi,di dalam toples itu ia melihat makhluk makhluk menggeliat yang menjijikan,ada ulat yang gemoy gemoy,ada ulat yang biasa menempel di daun jati ada juga cacing tanah yang menggeliat geliat,dan berbagai macam binatang menggelikan lainnya.
"Untuk apa semua ini,siapa yang mengoleksi semua makhluk menggelikan ini?"
Tiba tiba...
"Hahahahahaha...!"
"Siapa disana?" Mirah memberanikan diri bertanya,meskipun ia sendiri ketakutan,karena tiba tiba saja ada suara tawa yang menggema.
"Aku adalah orang yang akan menuntut balas terhadapmu!" ucapnya dengan nada marah
"Menuntut balas,apa maksudmu? memangnya salhku kepadamu apa?!" tanya Mirah lagi
"Kau ini pura pura tidak tahu,atukah benar benar tidak tahu?"
"Aku benar benar tidak tahu dan tidak mengerti,tolong! tunjukan siapa dirimu sebenarnya," pinta Mirah
"Haaahhaha,baiklah.Karena aku merasa inilah akhir dari kehidupanmu,dan kau juga sendirian disini,maka aku akan menunjukan siapa diriku,"
Jreng ...
"Akkhhh!" pekik Mirah kaget,melihat sosok misterius berpakaian hitam di depan nya.
"Si-siapa kamu? ayo tunjukan dirimu?" tantang mirah,meski sebenarnya agak takut juga
"Bersabarlah," ucapnya menyeringai,dibalik penutup wajahnya.
Kemudian satu persatu orang itu membuka penutup wajahnya,dan nampaklah seseorang yang sangat Mirah kenal.
"K-kau?"
"Iya...ini aku," jawabnya menyeringai
.
.
__ADS_1