Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Aku ingin melihat ibu tak sedih lagi


__ADS_3

"Ya sudah,kalau begitu kamu fikirkan saja dulu.Ibu juga tidak mau memaksamu untuk ikut tinggal di rumah emak" ucap nya lembut "Ibu hanya tidak tega jika meninggalkanmu sendirian,lagipula...bapak menitipkan kamu sama ibu son," lanjutnya sendu


"Iya...akan soni fikirkan lagi.Tapi mengapa ibu mau meninggalkan rumah ini? disini banyak kenangan indah yang kita lalui bersama," ia menatap lekat sang ibu.


"Haahh,justru itu son...yang membuat ibu harus meninggalkan rumah ini,terlalu banyak kenangan ibu bersama bapakmu disini,rasanya sesak sekali jika mengingat semua itu.Namun,jika tinggal di rumah kak disah,setidaknya aku tidak akan terlalu bersedih," matanya menerawang memindai setiap sudut ruangan itu,seakan akan ia sedang menyimpan semua memori indah di otaknya.


"Begitu ya..." gumam soni.


***


Semenjak percakapannya dengan soni waktu itu,mirah belum bisa mengambil keputusan yang tepat.Ia masih menunggu bagaimana putusan soni,tanggung jawabnya sebagai seorang ibulah yang menahan ia untuk sementara tetap di rumah itu.


Walau tak dipungkiri kesedihan itu masih enggan pergi dari hatinya,apalagi... selalu tergambar jelas dimatanya setiap waktu yang ia habiskan bersama almarhum sang suami dirumah itu.


Air mata kembali mengalir,melaju deras menuruni pipi mulusnya.Padahal saat itu mirah sedang memasak,untuk makan siang mereka.Sambil menunggu soni dan nana pulang sekolah,hari itu ia menyiapkan sayur asem,ikan nila goreng,sambal terasi,tempe goreng dan kerupuk sebagai pelengkapnya.

__ADS_1


"Ya Allah...berikan aku selalu kekuatan, ketabahan,kesabaran,untuk menjalani semua kehidupan ini,serta ketenangan hati.Tempatkan kang amir di tempat yang indah di sisiMU," do'a mirah disela isak tangisnya.


"Assalamu'alaikum...!" ucapan salam terdengar nyaring dari luar.


Mirah menjawab salam nya,lalu bergegas membukakan pintu,dan ternyata itu anak anaknya yang baru kembali dari sekolah.


Anak anak itu pun berebut mencium tangan sang ibu,namun kemudian perhatian mereka teralihkan ke mata sang ibu yang membengkak.Terlihat jelas bahwa ia habis menangis,mereka pun tidak mempertanyakan nya,karena takut menambah kesedihan sang ibu.


"Heeemm,aromanya harum banget.Ibu masak sayur asem dan teman temannya 'ya,nana jadi laper nih." ucap gadis kecil itu riang,sambil mengusap ngusap perut kecil nya.


"Ehm,nana sayang.Masuk kamar gih,simpan tas nya lalu ganti baju.Lanjutkan cuci tangan biar bersih,baru deh makan.Itu berlaku juga untuk soni 'ya," ujarnya memberi pengertian dengan senyuman lembut terukir di bibirnya.


Nana hanya cengengesan,lalu ia dan soni melaksanakan perintah sang ibu.


Mereka bertiga pun makan dengan khidmat dan lahap,masakan sang ibu memang terasa sangat lezat dan nikmat di lidah anak anak itu.

__ADS_1


"Masakan ibu terbaik," puji soni,ia bicara dengan mulut penuh


"Terima kasih 'nak,pujiannya."Ujar mirah


***


Selesai makan dan membereskan semuanya mereka pun langsung mengambil wudhu dan menunaikan sholat dzuhur berjamaah,dilanjutkan dengan do'a bersama.


"Ya Allah...aku ingin melihat ibu tak sedih lagi,jaga selalu keluargaku," do'a soni dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2