
Karena Nana terus ketakutan Neneng menjadi khawatir akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke Curug taneuh dan melaporkan hal itu kepada Musa,disah,Mirah dan Hamim
"Nana tunggu saja disini 'ya,Neneng mau pulang duluan.Tunggu saja,jangan kemana mana," ucap Neneng sebelum akhirnya ia berlari dengan kencang untuk melaporkan kejadian yang dialami Ratna
Namun bukannya tenang,Ratna malah berteriak sambil menangis jejeritan
"Neneng! Neneng!,jangan tinggalin Nana,neenggg!" ia terus saja menangis dan berteriak memanggil Neneng sahabatnya
Grepp!
Aghhhhh...!
Tiba tiba saja seseorang merangkul dan memeluk Ratna dengan erat
"Tolong! siapa saja tolong!,ada yang mau menculik Nana!"
Karena Ratna terus meronta ronta memberontak,akhirnya seseorang itu mengangkat badan Nana lalu menggendongnya.
"Hei! siapa kamu? berani berani nya mau menculik Nana?" pekiknya
"Tenang ya sayang,aku adalah ayahmu.Ayahnya Nana,"
Ucap seseorang yang ternyata adalah Herman
"Bohong! mengapa kau jelek sekali!? sedangkan aku ini begitu cantik,bersih,dan pintar tentu saja.Jangan ngaku ngaku ayahku! ayo cepat turun kan aku!" hardik Nana ,sambil terus meronta ronta
"Kau tahu? ayahku ada di rumah! dan bernama Musa!" ucapnya lagi menekankan.
Mendengar semua perkataan yang keluar dari mulut gadis itu,hati Herman merasa tercubit sakit.
"Aku adalah ayah kandungmu,sedangkan Musa bukan," Herman menegaskan.
"Bapak memang bukan ayah kandung nana,akan tetapi dialah yang merawat serta memberikan semua kasih sayang nya dengan tulus,untuk Nana," kali ini Nana berbicara dengan tenang,namun begitu menusuk nusuk ke dalam hati herman
"Nana!" tiba tiba seseorang memanggil Ratna
"Ibu!" Ratna kembali meronta dan memaksa turun dari gendongan Herman yang begitu erat
Namun Herman masih mendekap gadis itu erat,matanya begitu terpana ketika melihat kecantikan yang begitu mempesona dihadapan nya
"Turunkan aku!" bentak Nana penuh amarah
Mirah,disah,Musa mereka baru datang setelah dikabari oleh Neneng.Tentu saja merasa kaget melihat Nana yang berani membentak seseorang,selama ini gadis itu begitu periang lembut dan santun terhadap siapapun
Akan tetapi Ratna yang mereka lihat sekarang tidak seperti yang biasanya
Begitupula Herman,ia merasa kaget lagi dan lagi dengan pemberontakan dan setiap ucapan yang dikatakan Ratna,benar benar tidak seperti harapan nya (cih!apa kau berfikir anak itu akan menerimamu dengan mudah begitu? setelah sekian lama kau tinggalkan.Jangan menghayal kau Ferguso!!😏)
Kemudian Herman menurunkan gadis itu dari gendongan nya,walaupun sebenarnya ia masih rindu.
"Apa kabarmu 'man?" disah menghampiri adiknya
"Kak, alhamdulilah aku baik baik saja," kakak adik itu saling merangkul meluapkan rasa rindu
__ADS_1
Herman dan disah menangis sesenggukan,begitupula Musa ia merangkul adik iparnya.Namun berbeda dengan disah ia tak begitu mengeluarkan banyak air mata,hanya setitik saja.
"Kemana saja kau selama ini 'man? kau tidak mengabari kami,kau juga meninggalkan anak dan istrimu begitu saja,tanpa ada sedikitpun nafkah untuk mereka,"
Mendengar ucapan disah Herman merasa tertohok,apalagi rohanah saat ini ia betul betul merasakan gejolak emosi yang berlebihan di hatinya (hati hati ye,nanti gilanya kambuh lho😏😏)
Herman tidak menjawab,hanya menunduk dan menangis saja.
"Ratna,ayo kemari?" Herman mengalihkan pembicaraan,ia masih berusaha mengambil hati anaknya
"Tidak!" tolak gadis itu,kemudian ia melompat ke gendongan Musa dan bergelayut manja doi leher Musa meletakkan kepala nya di pundak orang tua itu
"Inilah bapak Nana yang sebenarnya,bukan kau!" ucapnya sinis
Mendengar hal itu Herman merasakan kepedihan dan ketidak nyamanan di hatinya
"Nana sayang,dialah Herman ayahmu." ucap disah
"Owh,dia ayah Herman?" sekali lagi Nana menelisik wajah Herman,kemudian melirik ke arah rohanah yang juga berdiri di dekat Herman
"Lalu dia siapa? katanya ayah Herman ayah kandung nana,yang berarti suami ibu kalau begitu?" ucapnya dengan polos
Deg..
Tiba tiba saja hati Mirah dan rohanah tiba tiba berdenyut nyeri,tetapi dengan alasan yang berbeda
"Ah,em...begini sayang,ayah Herman memang ayah kandung nana.Akan tetapi bukan suami ibu lagi,sekarang istri ayah Herman Bu rohanah ," walupun berdenyut sakit,Mirah berusaha menjelaskan dengan tenang kepada sang anak
"Owh begitu? jadi gara gara dia ayah pergi meninggalkan kita ?"
Ucapan Nana betul betul tepat sasaran,sehingga semua orang langsung terdiam
"Ayo pak,mari kita pulang.Nana sudah lapar," Ratna mengajak Musa untuk pulang,ia benar benar merasa sangat lelah.Dengan nyamannya ia berpindah gendongan ke punggung Musa
"Ibu,emak.Ayo kita pulang," ajak nya kepada disah dan Mirah
Namun tiba tiba saja...
"Neng mirah,tunggu akang! ada banyak hal yang harus dibicarakan," tiba tiba saja Herman menarik dan menggenggam erat tangan Mirah yang halus bersih dan mulus,
"Halus sekali tangan nya,dan sial sekali,mengapa dia semakin cantik saja," gumam Herman dalam hati matanya juga tak henti henti nya menatap lekat wanita cantik di hadapan nya ini,ia benar benar terpesona
Dan hal itu ternyata tak luput dari tatapan tajam Rohanah,ia benar benar merasakan kecemburuan luar biasa di hatinya
"Lepaskan tanganku,sedikitpun kau tidak berhak lagi untuk menyentuh ku!" Mirah mengibaskan tangan nya dengan kasar dari genggaman Herman
"Maaf," dengan terpaksa Herman melepaskan tangan halus itu,dan meminta maaf mengingat reaksi Mirah yang seperti nya jijik di pegang oleh nya
"Tapi akang benar benar minta maaf,atas semua kesalahan yang dulu," entah tulus atau ada sesuatu,Herman terus saja meminta maaf
"Sudahlah,aku sudah melupakan semuanya.Sekarang aku sangat bahagia hidup berdua saja dengan anakku," ucap Mirah siniskemudian ia berlalu pergi menyusul Musa yang sudah terlebih dahulu
"Neng, Mirah! tunggu akang!"
__ADS_1
Herman dengan segera mengejar Mirah,rupanya ia benar benar sudah terjatuh lagi dalam pesona Mirah.Dan rohanah terlupakan
"Kang Hermann!!" tiba tiba saja rohanah berteriak,dadanya naik turun menandakan amarah nya yang begitu besar
"Berhenti,atau aku akan pergi!" teriaknya mengancam
"Sebentar,aku mau menyusul anakku dulu,"
"Bukankah kamu sedang mengejar mantan istrimu 'hahh?" rohanah melotot tajam
"Bukan,ah..sudahlah,kau ini berisik sekali," Herman merasa jengkel karena rohanah menggagalkan usahanya untuk mendekati Mirah
"Kak disah,tolong bantu aku bicara kepada Mirah," Herman memelas kepada kakak nya,yang semenjak tadi memperhatikan segala drama rumah tangga Herman
"Aku tidak bisa membantumu.Hanya dirimu sendiri yang bisa," ucapnya sambil mendelik sinis kepada rohanah
"Dan ya,jika kau. berkunjung ke rumahku,berangkatlah sendiri jangan membawa benalu," ucapnya sarkas,lalu melenggang pergi
"Arrghhh,sial!" makinya sambil berkacak pinggang dan menyugar rambut nya
"Gara gara kau rohanah! padahal aku ingin meminta maaf dan berbaikan dengan Mirah,supaya mudah membujuk Nana.Tapi kau menggagalkan semuanya
"Kau menyalahkan ku 'hahh? apa kau akan kembali rujuk dengan Mirah?" rohanah melotot
"Ya,aku menginginkan rujuk dengannya.Dia sekarang begitu cantik dan mempesona,aku benar benar jatuh cinta lagi kepadanya," Herman black black kan kepada rohanah
"Anjing kau! laki laki egois,tak punya hati! apa kau akan mencampakkan aku 'hah!?" rohanah begitu emosi ia memakai Herman habis habisan
"Cih! dasar wanita gila!" ucap Herman sambil berlalu pergi
"Argghhh! awass kau Herman! aku tidak akan tinggal diam jika kau meninggalkan aku
"Arrghhh..! argghhh...!"
*Prang!
Prang!
Brak*!
Rohanah melempar kan segala yang ada di hadapannya,ia juga memcahkan kaca rumah dengan tinjunya
Tentu saja hal itu menjadi tontonan tetangga tetangga nya
"Rohanah,sudahlah.Ayo masuk,malu di lihat tetangga," bujuk ma Nenah
"Arghh,biar saja mereka tahu aku marah.Aku benar benar tak terima jika Herman meninggalkan aku! ucapnya lagi dengan tangan penuh darah bercucuran
"Sudah sudahlah,ayo kita masuk ke alam," Mak Nenah membujuk rohanah supaya mau masuk ke dalam
"Awas kau Mirah,aku akan membuat perhitungan denganmu,berani beraninya kau menggoda suamiku," ucap rohanah penuh kebencian
.
__ADS_1
.
.