
Setelah puas menyantap nasi goreng buatan sang ibu,kini gadis kecil kesayangan Mirah itu pun mulai merasakan matanya yang memberat,ia benar benar merasa kenyang,perut kecilnya sampe terlihat agak mengembang.
"Buuu,boleh ya,nana bobo sekarang?" rengeknya kepada sang ibu yang semenjak tadi menahan supaya tidak berbaring.
"E'emm,jangan dong sayang..,kasihan itu lambung kamu masih bekerja keras mencerna semua makanan yang tadi masuk,," Mirah menggelengkan kepalanya dan memberikan sedikit penjelasan kepada Ratna.
"Memang iya begitu?" tanya Ratna kepada sang ibu yang tengah membereskan pakaian kedalam lemari miliknya dulu,
"He'em,memang begitu."
"Yaahh,Nana ngantuk banget ini,"
"Begini saja,Nana mau gak bantuin lambung untuk lebih cepat mencerna semua,makanan nya?"
"Memangnya bisa Bu?" tanya anak itu penasaran,dengan tawaran ibunya.
"Bisa dong anak manis,"jawab sang ibu dengan senyuman terukir di bibirnya.
"Caranya?" semakin penasaran saja Ratna
"Sekarang,Nana kemari deh,dimulai dari bantuin ibu membereskan semua pakaian ini kedalam lemari,"
"Yaahhh,Nana fikir apa,bantuin ibu 'ya,?" sahutnya sedikit kecewa namun rautnya terlihat menggemaskan,mungkin difikiran gadis itu adalah melakukan sesuatu hal yang lebih menyenangkan.
"Lhooo,kok begitu? memangnya Nana gak mau bantuin ibu?" Mirah tak tahan dengan expresi menggemaskan Nana,ia menutup mulut menahan tawa.
"Ya sudah,Nana kan anak baik,jadi mau deh sekarang tolongin ibu,"
"Anak ibu yang baik," puji Mirah,sebenarnya Mirah tidak benar benar butuh bantuan anak nya,akan tetapi ia hanya menahan bocah itu agar tidak tertidur dahulu.
Akhirnya pekerjaan Mirah selesai lebih cepat,semua pakaian sudah tertata rapi di lemari,berhubung mereka akan tinggal lumayan lama di rumah dori,jadi pakaian pun Mirah membawa banyak.
"Bu,Nana mau di bacain dongeng 'dong," pinta Ratna kepada sang ibu.
"Maunya dongeng apa?" tanya Mirah,membelai lembut rambut anaknya.
"Apa saja,terserah ibu," ucapnya sambil menguap,seperti yang terlihat oleh Mirah,gadis itu sudah sangat mengantuk.
"Baik,kemarilah duduk dekat ibu," Ucap mirah lembut,dan ia menepuk kasur,mengajak Nana untuk duduk disebelahnya.
Kini Nana sudah nyaman duduk dalam dekapan hangat sang ibu,dan Mirah pun memulai ceritanya.
"Mau dongeng seperti apa? yang ceria,horor,ataukah humor?" tanyanya,sebelum memulai bercerita Mirah memberi pilihan.
"Emmm,mau yang humor saja Bu," ucap nya mendongak kepada sang ibu
"Kalau begitu, bagaimana jika dongeng si Kabayan saja 'ya,?"
"Mau,mau,Nana suka cerita si kabayan," ucapnya senang.
Akhirnya Mirah memulai dongeng sikabayan.
❤️
__ADS_1
❤️
Kabayan gubyag...
Suatu hari di desa Cikidang sedang diadakan acara tahunan yaitu perayaan khusus untuk gadis gadis remaja yang sudah siap untuk menikah,diacara ini biasanya para jajaka akan melakukan berbagai perlombaan,dan berharap para gadis akan terpesona oleh mereka,lalu memilih jajaka yang disukai nya,untuk pendekatan,sukur sukur bisa sampai ke tahap yang lebih serius.
Perlombaan yang biasa dilakukan adalah,paheula heula meunang Peucang,paheula heula newak lauk pakai tangan kosong,lalu lomba merangkai bunga,yang nantinya akan diberikan kepada si gadis pujaan yang memilihnya,ada lima kandidat gadis yang sudah cukup usia untuk menikah dan sepuluh orang jajaka pilihan yang juga sudah siap untuk menjadi seorang kepala keluarga,salah satunya adalah Kabayan,yang sudah empat tahun ini mengikuti acara tersebut,akan tetapi malang bagi dia,karena belum pernah ada satu pun gadis yang kepincut dirinya.
"Kabayan,Ari kamu mau ikutan deui teu,acara tahun ieu? bukannya kamu teh naksir pisan 'nya,sama nyi iteung?" tanya Ayi jajaka yang juga mengikuti acara tersebut.
"Iya euy,saya teh naksir pisan sama nyi iteung,tapi teh si Abah na garang pisan," ujar sikabayan sambil menggaruk garuk kepalanya,yang entah gatal atau tidak.
"Memangnya galak kumaha siabah?" Ayi begitu penasaran
"Iya,suatu hari sayah teh main ke rumah nyi iteung,kebetulan si Abah nya ada,sedang duduk di kursi teras,nah,kan sayah teh rek sopan santun nya KA si Abah teh,rek sun tangan bari sungkem heula,Naha atuh ieu sarung tidak tau diri teh ngadon ngarijet Kana suku,pan jadina Kuring tidungsuk Kana pusaka si Abah,jadi Weh si Abah na ngambek KA sayah, kieu ceunah ceuk si Abah teh "Na Ari maneh Kabayan! Aya ku teu sopan,ngapain pusaka abah kamu cium cium?! kamu tidak tahu? pusaka ini teh kebanggan si Ambu!,balik maneh!" Kitu ceuk si Abah teh,jadi Weh sayah langsung pulang,da dimarahin sabari diusir sama dia," keluh si Kabayan,menceritakan pengalaman nya ketika berkunjung ke rumah nyi iteung.
"Sebentar Bu...,pusaka abah itu apa?" Ratna menyela dan bertanya dengan polosnya.
"Ah..,em..,itu, keris,pusaka si Abah adalah keris,iya..," jawab Mirah gelagapan,merasa salah dalam bercerita.
"Ohh..,lanjut Bu," Ratna manggut manggut.
Kembali ke cerita...
"Hahahaha,ya iya atuh Kabayan! si Abah pasti marah sama kamu,kalau pusaka nya kenapa kenapa 'kan,bisa repot urusan nya," Ayi terbahak bahak mendengar cerita konyol si Kabayan.
"Na Ari maneh kalah nyengseuriken," ucap sikabayan sambil melengos.
"Aeh,he'euh nya.Hayu atuh," si Kabayan bersemangat kembali
"Tapi kamu hati hati Kabayan,ada anak nya juragan Kosasih yang juga naksir sama nyi iteung,sekarang kamu harus bersaing sama dia," Ayi memperingatkan
"Lah,gampang,akan sayah urus dia nanti," ucap sikabayan percaya diri,setengah sombong.
"Euuh,nya ngges atuh hayu,Batur mah geus arasup KA leweung,"
Akhirnya Ayi dan jejaka yang lainnya masuk kehutan untuk berburu peucang.Hutan itu masih sangat terjaga kelestariannya,sehingga flora dan fauna nya masih sangat banyak.
Sesampainya dihutan,Kabayan tidak banyak bertemu dengan jajaka yang lainnya,bahkan sekarang ia pun berpisah dengan Ayi,karena diapun sama sedang berburu Peucang dengan kemampuan nya sendiri.
Sikabayan terus masuk kedalam hutan,untuk berburu,tidak seperti yang lainnya,ada yang membawa tali,panah,tombak sebagai senjata,Kabayan tidak membawa apa apa,hanya sarung yang ia selempangkan di badan nya,entah bagaimana cara dirinya akan menangkap Peucang atau kancil tersebut.
"Ah,euyy,kamana Peucang teh,biasanya rame,mana hareudang deuih," si Kabayan malah duduk santai dibawah pohon besar dan mengibas ngibas kan peci anadalan nya.
"Hoaahhmmm,alah tunduh euyyy,sare heula ah," dasar Kabayan,orang lain sedang sibuk berburu,tapi dia dengan santainya tiduran sampai mendengkur.
Tiba tiba...
"Grasakk! grasaak! grasaak!"
"Tap! tap! tap!"
Suara gemerisik dedaunan dan ranting kering yang bergesekan dengan sesuatu yang bergerak,dan suara langkah kaki yang berlari mengejar sesuatu itu terdengar semakin mendekat ke arah si Kabayan yang tengah tertidur pulas dengan posisi duduk di bawah pohon dengan kaki selonjor,sarung yang diselempangkan nya pun terjuntai ke tanah.
__ADS_1
Tiba tiba..
"Brukk!"
Si Kabayan yang tengah tertidur pulas sangat kaget,ketika ada sesuatu yang menimpa badannya,sehingga dengan refleks ia terbangun dan langsung melihat Peucang yang tengah meronta ronta akibat terbelit sarung yang dipakainya,di duga kakinya keseleo juga,sebab semakin meronta sarung si Kabayan semakin melilit,hingga akhirnya Peucang itu pun ngagudupruk pasrah dan terlihat nafasnya yang ngis ngisan.
Sontak saja hal itu membuat si Kabayan bahagia,
"Hahaha,heh Peucang! percuma maneh ubrag abrug oge,moal bisa leupas,maneh geus jadi milik sayah sekarang," si Kabayan tertawa dan bersiul siul,ketika mengencangkan belitan sarungnya kepada si Peucang,ia tidak mau si peucang yang suka rela datang kepadanya terlepas begitu saja.
Si Peucang yang mendengar ucapan sikabayan hanya ngabalieur saja.
Tapi ketika si Kabayan akan beranjak pergi,tiba tiba sebuah anak panah melesat.
"Tep!"
"Set!"
Sikabayan menghindar dengan cepat.
"Aya naon ieu teh 'sep? Naha anjeun rek manah saya?" si Kabayan lagsung memepertayakan,kepada asep yang ternyata anak juragan kosasih.
"Leupaskeun eta Peucang Kabayan,saya yang pertama kali melihat Pucang itu!" ucap asp setengah berteriak
"Naon? ieu? ah moal,da Peucang ini yang dengan sukarela datang kepada sayah dan,sayah sendiri yang menangkap nya dengan sarung ini," si Kabayan menolak permintaan Asep
"Heh,maneh tong Kitu Kabayan! eta Peucang punya sayah," ucap Asep ngotot
""Nu sayah,rek diseurahkn KA nyi iteung," balas si Kabayan
Akhirnya perebutan Peucang pun tiada henti,hingga datang Ayi dan beberapa jajaka lainnya yang sudah berhasil menangkap peucang,dan bebeapa lainnya yang tidak mendapatkan hasil.Mereka segera melerai Kabayan dan Asep.
"Hei,sudah sudah! kalian tidak perlu berebut,coba ceritakan kronologis nya," ucap salah satu jajaka
Asep dan Kabayan pun menceritakan tentang tertangkapnya si Peucang
Ayi yang mendengar itu pun refleks membela Kabayan sang sahabat.
"Oh,Ari Kitu mah Peucang na jadi hak Kabayan atuh,pan Kabayan NU ngala na og,make sarung." bela Ayi
"Tapi sayah NU pangheula na ningali eta Peucang," sahut Asep tak mau kalah
"Tapi,pan Kabayan NU ngala na," ayi ikut ikutan ngotot.
Perdebatan pun akhirnya dimenangkan Kabayan,dan Peucang pun jadi rejeki si Kabayan.
"Awas siah Kabayan! ke Dina gubyag mah sayah moal ngelehan!" teriak Asep marah
"Wleeee,teu sieun teu sieun!" jawab kabaya sambil melengos pergi dan menggendong si Peucang
.
.
__ADS_1