
"Sayang,bagaimana kalau kita pergi ke puskesmas saja? untuk memeriksa keadaanmu.Aku khawatir,kamu kenapa napa," amir terus saja membujuk istrinya supaya mau diperiksa,ia nampak sangat cemas melihat keadaan mirah yang terlihat sangat pucat.
Mirah hanya menggeleng lemah. "Tolong,buatkan saja teh jahe hangat ditambah madu.Insya'Allah aku akan lebih baik,apabila meminum itu," pinta mirah kepada suami nya.
Amir menghela nafas,usahanya membujuk sang istri agar mau di periksa gagal total.Namun akhirnya,amir mengangguk untuk menuruti permintaan mirah,yaitu membuat teh jahe yang ditambahkan madu.
"Baiklah,tunggu sebentar 'hem,aku akan membuatkan nya untukmu," amir menyelimuti tubuh mirah dan mengecup kening nya lembut,lalu ia pun melangkah keluar kamar dan menuju dapur.
Amir segera menyiapkan bahan bahan untuk membuat teh jahe yang diinginkan istrinya,dua ruas jari jahe merah,teh dan tentu saja madu.Setelah semuanya selesai,amir mengantarkan minuman sehat itu ke kamar.
"Sayang,ini teh nya.Aku simpan di sini 'ya, dan aku mau keluar sebentar," mirah hanya mengangguk dengan mata terpejam,setelah menyimpan teh nya amir pun berlalu pergi meninggalkan istrinya untuk istirahat.Hari ini ia tidak pergi bekerja karena sangat mengkhawatirkan keadaan mirah.
Hari berlalu,kini keadaan mirah sudah semakin membaik.Berkat mengkonsumsi teh jahe hangat yang dicampur madu.
"Bu,ratna mau adik dong" ucap ratna tiba tiba tiba sepulang sekolah.
__ADS_1
"Uhukkk..." mirah terbatuk,ia hampir tersedak rujak bebek yang sedang dinikmatinya.
"ini minumnya buk..." ratna segera mengambilkan segelas air dan langsung menyodorkan nya kepada sang ibu,dengan cepat mirah pun menerima dan langsung meminumnya.Setelah tenggorokannya terasa lega ia pun bertanya perihal permintaan nana tadi.
"Mengapa tiba tiba nana meminta adik?" tanya mirah terheran heran.
"Ya mau saja bu,tadi disekolah teman nana cerita.Kalau dirumah dia punya seorang adik perempuan yang lucu,asik deh bu,kayaknya.Katanya,dia selalu bermain bersama adiknya dan gak kesepian juga dirumah,rame"ujarnya antusias menceritakan pengalaman temannya yang punya adik.
"Enggak,gak kesepian.Tapi seperti nya seru aja bu,kalau ada adik perempuan yang bisa nana ajak main masak masakan,main boneka.Kak soni kan laki laki,mana pernah dia mau diajakin main boneka,masak masakan dan rumah rumahan," nana merengek dengan wajah imutnya.
__ADS_1
"He he he,baiklah.Nana do'akan saja 'ya,supaya disini cepat ada dedek bayi nya" mirah menunjuk perutnya dan tersenyum lembut kepada putri tercintanya.
Ratna mengangguk mantap. "Sekarang,cepatlah ganti bajumu dan segeralah makan siang.Makanan nya sudah ibu siapkan di meja makan,dan sekalian ajak kakak mu juga."
Ratna segera berlalu dari hadapan ibunya,setelah meminta adik.Dan pergi kekamarnya untuk berganti pakaian,dilanjutkan makan siang.
Di sebuah desa di pulau sumatra,tepatnya di sekayu.
Seorang pria tengah melamun,di sela sela istirahatnya di perkebunan kopi milik nya padahal saat ini keadaan nya sedang sangat tidak baik baik saja.Herman sedang sakit sebetulnya,namun ia tetap saja memaksakan diri untuk bekerja ia sengaja menyibukkan diri.Karena jika diam dirumah saja ia akan sangat sedih mengingat dua burung beo kesayangannya yang sangat herman sayangi raib di curi orang,kedua burung beo itu sangat pintar berbicara layaknya manusia,herman bahkan sudah menganggap kedua burung itu seperti anaknya sendiri,ia sangat menyayanginya bahkan kedua burung itu memanggil herman dengan sebutan bapak.Suatu hari herman kedatangan tamu,tamu itu tertarik kepada dua burung beo milik herman lalu dia pun menawarkan uang tiga juta rupiah dan sebuah motor vesva untuk menebus dua burung pintar itu,tentu saja herman langsung menolak mentah mentah permintaan orang itu,ia tidak mungkin dan tidak akan menjual kedua burung yang sudah di anggapnya anak sendiri.Kemudian si tamu sangat kecewa dan langsung pamit pulang dengan hati yang dongkol karena tidak berhasil membujuk herman untuk menyerahkan dua burung itu.Beberapa hari berlalu,setelah kedatangan tamu itu herman mendapati sebuah kesedihan,ketika herman pulang dari kebun kopinya ia merasa kaget,karena dua burung beo kesayangan nya sudah raib tanpa jejak.Herman sangat sedih dia menangis sejadi jadinya.Kesedihannya pun sampai berlarut larut,suatu malam dia bermimpi dua burung beo itu datang menemuinya dan berkata ("Bapak jaga diri baik baik ya,dadah bapak dadah bapak",)kedua burung itu terbang menjauh dari herman,herman berteriak memanggil dua burung kesayangannya itu,jangan pergi! jangan pergi! seketika herman terbangun dengan keringat bercucuran,kemudian ia termenung merenungkan mimpinya.Dan sorot matanya seketika berubah sendu "Apakah kalian sudah pergi,untuk selamanya dan meninggalkan aku?" lirih nya,firasat herman mengatakan bahwasannya kedua burung itu telah mati ditangan sang pencuri,sejak saat itulah herman jadi sakit sakitan.Ia merasakan kesedihan yang begitu dalam.Dan semenjak sering sakit sakitan itulah,herman selalu bermimpi seseorang yang selalu menyuruhnya untuk pulang.Ia terngiang ngiang dengan mimpi yang selalu berulang ulang setiap malam nya,ia seperti dihantui oleh mimpi itu(pulanglah,segeralah kamu kembali dan berpegang ke akar jati) seperti itu lah kata kata yang muncul dalam mimpi pria itu.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,dan terima kasih untuk kalian yang mau mampir ke rumah mirahπππ