Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
kembali ke bandung


__ADS_3

Sore hari mirah dan anak anaknya sudah kembali dari rumah dori,sepanjang perjalanan pulang kerumah dari mulai pangkalan becak,soni dengan penuh kasih sayang menggendong adiknya di punggung.Walaupun mirah meminta untuk bergantian menggendong nana,namun kakak laki laki baik hati itu menolaknya,ia tak mau membuat sang ibu kelelahan.


"Tak apa bu,soni kuat 'kok,gendong adik," ucapnya,ketika sang ibu memintanya untuk bergantian.


Mirah menghela nafas,dan mengangguk dengan senyuman hangat terukir di bibir nya.


"Terimakasih 'nak," tangan nya terulur mengusap pucuk kepala soni.


Tiba di rumah disah dan musa begitu heboh melihat gadis kecilnya di gendong dengan lutut dililit kain.


"Kenapa ini sayang?" disah dan musa berjongkok melihat lutut nana.


Akhirnya dengan drama nangis yang super duper kencang ala nana,anak itu pun mengadu kepada emak dan bapak nya.


Mirah dan soni hanya geleng geleng kepala saja melihat drama yang dibuatnya,lutut nana mungkin memang masih sakit namun sepertinya tak sesakit itu,karena sebelumnya sudah di obati.


Malam harinya...


"Nana kemana 'mir? disah menghampiri mirah yang sedang mengepak baju bajunya dan nana kedalam tas besar,ia pun celingukan mencari gadis kecil kesayangan mereka


"Sudah tidur 'kak,terlalu banyak menangis jadi kelelahan sepertinya," mirah terkekeh.


"Padahal aku masih ingin menghabiskan waktu bersama dia,sebelum ke bandung.Haahh...aku akan sangat merindukannya,"


"Hanya tiga minggu saja 'kak," mirah mengulum senyum.


"Ya tetap saja,akan terasa lama bagiku,aku sudah terbiasa ada dia setiap harinya," ucap nya sendu


"Kalau begitu,kakak dan kak musa ikut saja liburan ke bandung,bagaimana?" tawar mirah


"Kau ini,seperti tidak tahu saja.Pekerjaanku di ladang dan sawah itu sedang banyak,padi yang harus di pupuk,ladang yang harus di cangkul,belum lagi itu kambing kambing siapa yang akan memberinya makan,kalau aku dan suamiku ikut ke bandung,"


Mirah mengangguk faham,namun mau bagaimana lagi? ratna sangat antusias untuk berlibur di bandung.Segala sesuatunya sudah dia rencanakan dari mulai jalan jalan,nonton ke bioskop dan belanja belanja.


......................

__ADS_1


Pukul satu malam mirah sudah bangun dan bersiap siap berangkat ke bandung tak lupa ia pun membangunkan nana,demikian juga musa,disah serta soni mereka segera bangun dan bersiap dengan cepat,dikarenakan akan mengantar mirah dan nana ke stasiun kereta api.Berhubung dari rumah disah ke stasiun kereta itu sangat jauh dan akan berjalan kaki mereka pun memutuskan berangkat pukul dua dini hari,dikarenakan di jam seperti itu tidak ada becak maupun delman.


Sebelumnya disah sudah menyiapkan berbagai macam oleh oleh ciri khas dari kampung,seperti gurame goreng yang dia tangkap dari kolam ikannya,lalu ada kelapa muda,kemudian ayam kampung yang sudah dipotong dan siap masak,ditambah lagi ada pete dan gula aren khas buatan musa,mirah sampai protes dengan semua bawaannya yang begitu bejibun.


"Nanti kan ada pak bos mu disana,belum lagi nanti ada kakak mu omi dan anisah,masa kau baru pulang dari kampung tidak membawa buah tangan barang sedikitpun,malu ah," pungkas disah,ia tidak mau mendengar mirah protes lagi dengan semua bawaannya.


Musa memikul semua barang bawaan adiknya,sedangkan disah membawa dua obor sebagai penerangan mereka,lalu mirah dan soni bergantian menggendong nana.


"Mak,kau jalan di depan,mirah dan soni kalian berjalan di tengah tengah dan aku dibelakang," titah musa


Mereka pun berjalan beriringan sesuai yang diperintahkan sang kepala keluarga.


Sepanjang perjalanan mereka ngalor ngidul ngobrol,supaya ramai.Dan untung nya mereka bertemu dengan beberapa orang yang akan pergi ke pasar subuh jadilah perjalanan mereka semakin ramai,


Sekitar pukul setengah empat mereka sudah sampai di stasiun,kemudian mirahpun segera membeli tiket tujuan bandung dan setengah jam lagi kereta itu akan datang.


Mirah dan semuanya menunggu disana,


"Bu,nana mau ketan bakar itu," bau harum dari ketan bakar membuat cacing di perut nana berdisko ria ingin dimanjakan


Namun,soni merasakan dejavu dengan adegan ini,di stasiun kereta dan saat akan akan berangkat kebandung tepat di jam seperti ini lalu nana menginginkan ketan bakar


Mata soni berkaca kaca,ia teringat dengan adegan seperti ini ketika dirinya akan piknik ke kebun binatang bandung bersama almarhum sang bapak serta ibu dan adiknya


Tak lama mirah pun selesai membeli ketan bakar dan segera kembali ke tempat duduknya,namun hatinya tergelitik kala netranya menangkap soni tengah mengusap air mata yang berjatuhan ke pipi nya,ia pun segera menghampiri anak itu setelah memberikan ketan bakar kepada nana.


"Soni kenapa menangis 'hem?" mirah mengusap ngusap punggung soni lembut


"Tidak apa apa bu,soni hanya teringat almarhum bapak," ucap nya sendu kemudian anak itu menunduk menumpahkan air mata yang sudah tak terbendung lagi


Melihat itu mirah sangat teriris hatinya,kemudian ia membawa soni kedalam pelukan hangat nya,mengusap dan mencium pucuk kepala soni berharap anak itu merasa tenang dan tidak bersedih lagi.


"Soni yang tenang 'ya,jangan bersedih.Bapak pasti bahagia disana,do'akan saja semua kebaikan untuknya," ucap sang ibu,soni pun mengangguk.


Tak lam kemudian kereta pun datang,keharuan kembali menyelimuti keluarga itu,karena mereka akan berpisah disini.

__ADS_1


"Nana,jangan lupakn emak 'ya,emak akan sangat merindukan mu sayang," disah berurai air mata kemudian ia pun memeluk dan menciumi nana


"Iya,nana janji akan selalu ingat sama emak,dan bapak.Kalian sehat sehat 'ya," bocah itu menangis sesenggukan


"Dek,jangan lupakan kak soni juga 'ya,sekarang ini hanya ibu dan kamu yang kakak punya," ucap nya ia pun turut menangis sedih


"Kakak ikut saja ke bandung 'ya,disana kita bisa jalan jalan dan nonton bioskop," bujuk nana


Soni tersenyum kemudian ia


mengacak rambut adik nya sayang


"Kalau kakak ikut,pekerjaan almarhum bapak bagaimana dong?"


Mendengar itu nana tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya


Setelah acara berpamitan selesai kemudian nana dan mirah melangkah kan kaki mereka ke gerbong kereta,musa dan disah ikut masuk kedalam untuk membawakan semua barang barang mirah.


Ketika semua penumpang sudah masuk dan duduk nyaman di kursinya,kereta pun berangkat,roda besi itu melaju perlahan lahan.Soni musa dan disah melambai kan tangannya ke arah nana.


Lama kelamaan kereta melaju semakin cepat dan menghilang dari pandangan ketiga orang itu,disah menunduk lesu.Kini tidak ada keceriaan lagi di rumahnya.


"Soni,tinggal sama kami saja 'ya," bujuk disah


Anak itu hanya menggeleng dan tersenyum


"Terima kasih 'mak,emak sudah mau menyayangi soni,"


"Kamu ngomong apa sih 'nak,orang yang mirah dan nana sayangi,pasti aku juga ikut menyayanginya." ucap disah


Mereka bertiga pun kembali pulang kerumah.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2