Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Mentri kehutanan itu ditemukan


__ADS_3

Ini adalah hari ketiga pencarian pak kardan,mentri kehutanan yang masih muda dan sangat tampan.Para warga kembali menyusuri gunung sangkur,dan seperti hari kemarin pak lurah memerintahkan para warga nya yang melakukan pencarian untuk berpencar.


Kali ini kelompok musa memulai pencarian dari bagian barat,jalan masuknya masih dekat dengan rumah musa,ya' diakibatkan bencana longsor kala itu,gunung sangkur yang tadinya jauh sekarang jadi semakin dekat dengan pemukiman warga,berhubung rumah disah berada diatas bukit jadi gunung itu seperti berhadap hadapan dengan bukit yang menjadi rumah disah.Makanya saat peristiwa mengerikan itu terjadi warga kampung itu mengungsi ke rumah disah,yang posisinya berada diatas bukit.


Musa,darsim,mang karja,mang juned dan mang jumad,sudah sangat letih menyusuri lebatnya hutan gunung sangkur itu.Jalanan yang tinggi mereka daki walau nafas sudah tersengal dan keringat membanjiri,mereka tetap melangkahkan kaki demi sebuah rasa kemanusiaan.


"Berhenti,stop!" musa memberi komando


"Kenapa mus?" darsim keheranan mengapa adik iparnya menyuruh mereka berhenti,padahal tempat itu sangat tidak tepat untuk dijadikan tempat istirahat,jalanan di tempat itu menanjak dan sangat terjal belum lagi semak belukar yang lebat,ditambah dengan pohon pohon bambu duri yang sangat rimbun.



"Coba lihat sebelah sana 'kang," musa menunjuk ke arah rimbunnya pohon bambu.


Mata semua orang mengikuti arah telunjuk musa.


"Ada apa memangnya?" mang karja penasaran.


"Lihat lebih teliti," tunjuk musa lagi


"Apa sih? aku tidak melihat..."


"Sepeda! disana,ditengah rimbunnya pohon bambu itu aku melihat sepeda.Apakah lazim jika sepeda terparkir ditengah pohon bambu?" musa memotong kalimat darsim yang terjeda.


"Mari kita mendekat kesana" ajak musa.


Dengan langkah hati hati mereka pun mendekati pohon bambu itu,sebenarnya mereka resah dengan terjal nya medan yang di tempuh.Jalanan menanjak yang licin dengan bebatuan berlumut,belum lagi semak semak belukar yang membuat mereka was was,takutnya ada binatang buas.Ya namanya di gunung,segala kemungkinan pasti ada.


"Lihat! benar 'kan,ini sepeda?" musa menunjuk sepeda yang tersandar manis di pohon bambu.


"Iya,kau benar mus.Tapi,bagaimana mungkin?" mang juned terheran heran.


"Memang,secara nalar ini sangat tidak mungkin.Kita saja yang berjalan sangat kesulitan,lantas bagaimana caranya sepeda bisa sampai ditempat seperti ini,?" sambung darsim


"Mungkin ini diluar nalar," ucap musa pendek.


"Apakah itu tandanya...?" ucapan mang juned terjeda,fikirannya sedang sibuk menerka nerka.


"Bisa jadi,apa yang ada di fikiran mang juned itu benar," lanjut musa


"Kalau begitu,mari kita segera mencari secepatn nya." ajak mang jumad


Sebelum mencari di sekitaran bambu duri mereka berdoa kepada Allah terlebih dahulu supaya diberikan kemudahan,mereka sudah yakin apa yang dialami mentri kehutanan itu adalah hal ghaib.


"Lihat dengan teliti di sela sela pohon,jangan sampai terlewat" musa memberi arahan


Pohon bambu duri itu sangat banyak


dan rimbun,sehingga apabila tidak diteliti dengan benar kita tidak akan mengetahui apa yang ada disana.


Beberapa menit mencari akhirnya mereka menemukan apa yang dicari selama tiga hari ini.ketika pekikan darsim terdengar keras,sehingga mengejutkan semua.


" Astagfirulloh haladzim!"

__ADS_1


"Kenapa kang? tanya musa.


"Heii,cepat kalian semua kesini.Lihatlah apa yang aku temukan.


Mereka sangat terkejut dan hampir tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Kardan,pemuda tampan yang menjabat sebagai mentri kehutanan itu tengah terlelap tidur dengan nyamannya,di tengah tengah pohon bambu duri.Dan yang membuat mereka terkejut adalah,pemuda itu tidur ditanah tanpa baju tanpa celana,ia hanya mengenakan pakaian dalam,terlihat semua pakaian yang di duga kardan kenakan sebelumnya itu di tanggalkan lalu di kaitkan ke duri duri pohon tersebut.Namun anehnya,ditengah tengah pohon bambu itu sangat bersih,tidak ada satupun rumput yang bersemi.


"Mari kita bangunkan dia,tapi ingat! harus perlahan.Jangan sampai dia kaget," musa dan darsim memperingatkan yang lainnya.


Mereka pun mengangguk mengerti,dengan perlahan lahan kardan pun dibangunkan


"Pak,pak kardan.Eling pak,cepat bangun,jangan terlalu lama tidurnya" darsim dan mang karja berusaha membangunkan.


"Pak kardan,ayo bangun sekarang," mang jumad dan mang juned menggoyangkan pelan tubuh kardan.


"A'udzubillahiminasshaitaanirrajiim,bismillaahirrahmaanirrahiim,pak kardan.Bapak harus segera bangun sekarang! yang lainnya sudah menunggu bapak.Ayo cepat bangun,sekarang juga!," musa berbicara dengan sedikit keras tepat ditelinga kanan pak kardan.


"Eunghh,hoaaamm...jam berapa sekarang,mengapa aku sudah dibangunkan?" tiba tiba pak kardan menggeliat dan menguap.Seperti orang bangun tidur pada umumnya.


"Pak kardan sudah sadar,alhamdulillah," mang karja bersyukur.


"Eh,pak musa,pak darsim,pak juned,pak karja,dan pak jumad.Kalian juga datang kemari? pasti karena kalian mengenal wanita baik dan cantik yang punya rumah ini 'ya?" ucapnya menyebut satu persatu nama orang orang yang berada di hadapannya.


Kelima orang itu merasa keheranan dan saling pandang mendengar ucapan ngelantur pemuda dihadapannya.


"Eh,kenapa bapak bapak ini malah diam saja,?" tanya kardan yang bingung dengan tingkah kelima orang itu.


"Pak kardan tidak sadar,sedang berada dimana sekarang,?" tanya musa menyelidik.


"Oh! dan lihat ini,mi goreng ini begitu lezat,apakah bapak bapak mau?" kardan menyuapkan sesuatu kemulutnya yang ia sebut mi goreng,padahal jelas jelas itu cacing tanah yang menggeliut ke sana kemari yang bergelantungan dimulutnya,bahkan ia menawarkan itu kepada lima orang di depannya.


Sontak saja aksi kardan yang memakan mi cacing membuat perut mereka bergejolak mual,mereka sangat jijik.Dan langsung muntah


"Kenapa malah muntah,coba lihat ini nasi hangat nya pulen banget," lagi lagi kardan menyuapkan hal yang tak lazim kemulutnya,kali ini ia memakan tanah yang dikeruk nya sendiri.


Melihat atraksi pemuda itu yang memakan makanan tak lazim itu,jujur! mereka sudah tak sanggup lagi,m


dan mereka sangat yakin jika kardan masih dalam pengaruh alam ghaib yang kuat.


"Pak kardan,cukup! kami tidak mau melihat anda memakan makanan seperti itu lagi," musa segera membaca doa doa yang ia bisa lalu ditiupkan ketelapak tangannya dan setelah itu diusapkan di kedua mata dan seluruh tubuh kardan dari atas hingga bawah.


Kardan mengerjapkan mata,ia merasa sedikit limbung.Belum lagi mulutnya yang terasa sangat tidak nyaman,ada rasa tanah ada bau amis.Dan semua rasa itu membuat perutnya bergejolak,seketika kardan pun memuntahkan semua isi perutnya,yang terlihat dari muntahan itu adalah dedaunan dan cacing yang dilahapnya juga tanah yang dia makan.


"Aaakkh! perutku,dan...apa ini?" ia meringis merasakan perutnya yang tidak nyaman,ia juga bergidik merasa jijik melihat bekas muntahannya.


"Apa ini? kenapa keluar cacing tanah dari perutku?" ia kebingungan sekaligus ketakutan


"Bukankah,tadi katamu itu mi goreng? bahkan kau menawarkannya pada kami.Dan kau begitu lahap memakannya," ucap musa sarkas,namun begitu ia tetap menyodorkan ai minum kepada pemuda di depannya.Kardan langsung meneguknya sampai tandas,melihat itu musa hanya menggeleng gelengkan kepala.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu? tanya darsim penasaran.


"Sudah sudah,tidak baik membahasnya disini.Lebih baik kita segera pulang,lagipula matahari sudah hampir tenggelam," musa menyudahi perdebatan yang terjadi.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk turun gunung,dengan susah payah karena sepeda ontel tua itu juga ikut dibawa.


Sepanjang jalan musa menggerutu.


"Aku heran,bagaimana caranya? Kau naik gunung begitu terjal,dengan menggunakan sepeda butut ini,"


Blukkk...


Musa memukul sadel sepeda yang di tuntun nya dengan susah payah.


kardan hanya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal,bagaimana dia tahu? padahal,dia sendiri saja masih kebingungan dengan semua kejadian aneh yang dialaminya.


"Kau tahu tidak? berapa lama kau menghilang?" tanya musa lagi.Sedangkan yang lainnya hanya diam akibat rasa lelah yang mendera,jadi mereka cukup,dengan mendengarkan musa yang sibuk menggerutu dan sesekali mengintrogasi kardan.


"Aku tidak tahu,tapi rasanya seperti dua atau tiga jam saja," jawabnya.


"Dua jam gundulmu! aku dan warga lainnya saja mencarimu itu tiga hari,berarti kamu hilang itu tiga hari tiga malam," musa menjelaskan yang sebenarnya kepada kardan


"Masa sih,pak musa tidak mengada ngada 'kan?" tanyanya nyaris tak percaya


"Kamu kira saya tukang bohong? kalau saya tukang bohong istri saya tidak akan mau menikah dengan saya dulu," ucap musa yang melantur kemana mana.


"Tanya saja tuh,kepada bapak bapak lainnya.Berapa lama kamu menghilang,?"


"Memang benar,saya menghilang giga hari tiga malam,?" ia bertanya kepada bapak bapak yang diam seribu bahasa di belakangnya


"Betul,nak kardan," mang jumad membenarkan.


Tak terasa perjalanan mereka pun sudah sampai ke pemukiman warga,pak amar dan warga lainnya ikut senang karena mentri kehutanan yang tampan itu sudah ditemukan.


"Alhamdulillah,nak kardan sudah kembali,saya sangat khawatir,tiga hari ini saya memikirkan keselamatan mu," pak amar merasa lega,melihat kardan tidak kekurangan sesuatu apapun.Hanya terlihat kotor saja.


"Tentu saja dia baik baik saja,makanan dia saja enak enak.Nasi pulen dan mi goreng," celetuk musa.


Semua orang yang mendengarnya hanya melongo,mereka bingung dengan yang sebenarnya terjadi kepada mentri kehutanan tampan itu.


......................


Di kota kembang...


Seorang wanita cantik tengah mengepak baju baju,makanan ringan,kopi gula,susu kalengan dan empat pasang sepatu beda ukuran dengan hati bahagia.


Dirinya sudah tak sabar untuk segera pulang kampung menemui keluarga tercinta,terutama kerinduannya akan sang buah hati,yang begitu membuncah dia rasa.


"Nana,soni...tunggu ibu 'ya,ibu akan segera pulang.Anak anakku," mirah menciumi foto anak anaknya yang ia bawa.Senyuman indahpun terpatri di bibirnya.


Dan hal itu tak luput dari perhatian seseorang,yang tengah memandangnya dari luar jendela kamar mirah yang terbuka.


.


.


.

__ADS_1


Gambar diambil dari google.


__ADS_2