
"Kau yakin akan pergi sekarang?" Mirah bertanya dengan raut wajah sedih
"Ya,aku pergi sekarang.Melihat laki laki itu ada di rumah ini,dan selalu berusaha mencari perhatianmu aku merasa tidak nyaman,sampaikan peluk ciumku untuk ratna," jawab cu'eng sebelum masuk kedalam mobilnya,
Mirah hanya mengangguk lemah,air matanya menetes,ia merasa sangat sedih entah mengapa,namun rasa nya seperti cu'eng akan mencampakkan dirinya dan akan meninggalkan dia selamanya.
Cu'eng yang sebenarnya juga merasa sangat sedih,namun tetap berpura pura tegar,segera memeluk erat wanita itu,kemudian mencium keningnya lembut penuh perasaan.
"Jangan sedih,kan ada suamimu," goda cu'eng mencubit gemas hidung Mirah
Namun wanita itu malah mendelik tajam.
Melihat itu cu'eng merasa gemas,namun pada akhirnya ia harus segera pergi.
"Aku pamit sekarang 'ya,semakin lama malah semakin tidak ingin pergi,"
"Ya," jawab Mirah pendek,kemudian cu'eng pun menghidupkan mesin mobilnya lalu beranjak pergi.
Setelah terungkapnya sebuah kenyataan tentang status Mirah,akhirnya cu'eng pun memutuskan untuk kembali ke kota asalnya,tak dipungkiri hati nya merasa sedih dan tidak rela bahwa sang pujaan hati ternyata tlah dimiliki laki laki lain.Namun,meskipun ketidakrelaan menguasai relung hati cu'eng tetap merasakan sedikit lega setelah mendengar pengakuan Mirah semalam.
"Kau tidak perlu khawatir,meskipun statusku sekarang sebagai istri Herman,akan tetapi hanya kau seorang yang terpatri di sini," wanita cantik itu berucap dengan berkaca kaca sambil menunjuk dadanya.
Sesungguhnya Mirah sangat ingin mencegah kepergian cu'eng,akan tetapi ia merasa tak kuasa untuk melakukan nya.Ibu Ratna Manggala itu sekarang hanya bisa berharap,semoga cinta laki laki sipit pujaannya kuat hanya untuk dia seorang.
"Haaaahhhh,tuhan... tolong berikan aku jalan terbaik," gumam cu'eng menghela nafas panjang.
__ADS_1
Selanjutnya pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang.Agar segera sampai ke tujuan,berhubung ia sudah meninggalkan bandung selama beberapa hari,pastilah kini pekerjaan nya menumpuk.
***
Selepas peninggalan cu'eng hari hari Mirah kini terasa begitu sepi,namun ada sesuatu hal yang berubah menurutnya.Yaitu sikap Herman yang kini selalu ada disisi nya,selalu membantu semua pekerjaan nya,lalu ketika Mirah sedang berjualan kue kue dan bajigur Herman juga membantu,kini laki laki itu tidak sekalipun meninggalkan dia,malah Mirah merasa risih sendiri karena tidak biasa dengan kehadiran herman di setiap hari nya.
Ya,setiap harinya Herman selalu mencurahkan seluruh perhatiannya untuk Ratna dan Mirah,ia juga rajin ikut dengan disah dan Musa pergi ke ladang atau sawah atupun kegunung,seolah olah dirinya ingin menunjukkan sisi laki laki pekerja keras yang bertanggung jawab dihadapan mirah,namun ternyata apa yang dilakukan Herman memicu iri hati seseorang semakin membara.
Rohanah,kini istri herman tersebut merasa amat sangat terabaikan bebagai cara pun ia lakukan untuk mendapatkan perhatian suaminya kembali.
"Kau berubah akhir akhir ini 'kang, sekarang semua perhatianmu kau berikan sepenuhnya untuk Mirah dan Ratna,apa tidak lagi menyayangiku?"
Pernyataan dan pertanyaan Rohanah adalah suatu bentuk protes dirinya kepada sang suami
"Sudahlah,lebih baik cepat kau tidur.Aku pun merasa lelah sekarang dan ingin beristirahat,rasanya malas sekali terus berdebat denganmu," Herman berbalik badan memunggungi Rohanah,ia betul betul malas setiap hari harus menghadapi wanita itu yang selalu merajuk,menuntut dan marah marah.
"Awas saja,jika kau berbuat demikian,aku pasti tidak akan tinggal diam!"
Rohanah terus saja mencecar Herman,
"Ckk! sebenarnya ada apa denganmu? bukankah aku sudah mengatakan kepadamu,bahwa aku sangat lelah dan ingin beristirahat,tapi kau malah banyak bicara ngawur seperti ini," ucap Herman mencoba bersabar
"Ngawur katamu? semua yang kukatakan adalah kebenaran!" suara Rohanah meninggi
"Shhutt! pelankan suaramu,malu kalo sampai kedengaran orang rumah,"
__ADS_1
"Biar,biar saja mereka mendengar,toh dirumah ini tidak ada yang peduli padaku,semuanya hanya Mirah dan Ratna saja yang dipedulikan,sedangkan aku? kalian terus saja mengabaikan keberadaan ku,seolah aku adalah sampah yang menjijikan!"
"Kau ini bicara apa? semakin ngawur dan tidak jelas,kalau mereka tidak peduli padamu,tidak mungkin kau diijinkan tinggal disini," herman merasa semakin pusing mendengar ocehan rohanah
"Sudahlah,aku tidur diluar saja," Herman beranjak dari tempat tidur dan hendak keluar kamar,namun tiba tiba.
Brakkk!
Tiba tiba saja sebuah meja kecil dikamar itu di dorong sangat kencang dengan kaki Rohanah,sehingga menghalangi langkah Herman.
"Diam disini,atau aku akan berbuat sesuatu yang tak pernah kau duga!" ancam Rohanah tiba tiba
Sontak saja hal itu membuat Herman sangat marah dan geram,ia hanya ingin tidur tenang diruang keluarga,namun ternyata fikiran Rohanah sudah berburuk sangka.
Dengan amarah memuncak serta tangan mengepal Herman melakukan sesuatu hal yang membuat Rohanah ketakutan
"KAU!!" geram herman
Grepp!!
"Aghhh!" teriak Rohanah
Tanpa di duga Herman menjambak lalu menarik rambut Rohanah serta menyeret nya keluar kamar dengan kasar
"Hermannnn,sakiittt!!," jerit Rohanah
__ADS_1
.
.