
Peristiwa yang dialami Mirah dan ratna tentu saja tidak diberitahukan kepada disah dan Musa,dikarenakan ibu satu anak itu melarang omi maupun anisah untuk melakukan nya.Dengan alasan ia tidak menginginkan kedua orang baik itu bersedih hati,karena sudah bisa dipastikan mereka akan sangat shock melihat keadaan Nana yang terbakar parah di kakinya.
Begitupun dengan pak Rahardjo ia melarang keras mira untuk membawa Nana pulang ke kota B,kampung halaman Nana tentu saja.
"Biarkan aku bertanggung jawab untuk kesembuhan Nana,aku akan mencarikan dokter terbaik untuknya," ucap pak rahardjo
Mirah tidak bisa membantah,lagipula omi dan anisah juga melarang nya untuk kembali pulang dalam waktu dekat
"Bagaimana caranya kamu untuk pulang? sementara kaki Nana saja masih terluka parah," ucap omi dan anisah
Jadilah untuk sementara waktu Mirah dan Nana tinggal di rumah anisah sampai batas waktu yang belum bisa di tentukan
Dan hari ini adalah jadwal Ratna untuk ke dokter,dan seperti biasa juga pak cu'eng dengan senang hati akan mengantar nya
"Ayo bapak gendong kamu naik ke mobil," dengan penuh kasih cu'eng menggendong Nana,kemudian diikuti Mirah yang juga masuk ke mobil lalu duduk disamping ratna
Kaki Nana melepuh parah,gadis itu sama sekali tidak bisa berjalan dan hari harinya hanya dihabiskan dengan duduk saja
Setelah beberapa menit perjalanan kini sampailah Ratna di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin,Mirah dan anisah serta omi sepakat untuk tidak merawat Nana di rumah sakit,karena mereka yakin akan sulit untuk mengobati Nana dengan cara tradisional.Maka hanya pemeriksaan rutin saja yang mereka lakukan,tentu saja oleh dokter terbaik langganan keluarga Rahardjo.Dan semua biaya ditanggung pak Rahardjo sendiri sampai Ratna sembuh.
...****************...
Sedangkan dibagian pulau Indonesia lainnya,sepasang suami istri kini tengah adu mulut.Pasalnya si pria yang tak lain adalah Herman itu kini tengah ngotot kepada Rohanah istrinya untuk segera pulang ke pulau Jawa
"Pokoknya besok kita pulang ke kota B,aku ingin bertemu dengan putriku,terserah kau setuju atau tidak," ucap Herman mutlak kepada istri sirinya,yang tak lain adalah Rohanah
"Hallah alasan,bilang saja kau rindu dengan mantan istrimu 'kan?" tuduhnya dengan sengit
"Aku bilang aku ingin bertemu putriku,karena dirimu juga aku terpaksa meninggalkan Mirah yang tengah mengandung kala itu!" balas Herman tak kalah sengit
"Jadi,kau terpaksa menikahi ku begitu? kau tidak mencintaiku seperti katamu dulu? kau pembohong! laki laki brengsek kau Herman!" maki Rohanah berteriak
"Kau pasti ingin kembali rujuk kepada si Mirah itu 'kan?" tuduhnya lagi
"Diam kau! pusing kepalaku mendengarmu terus berteriak teriak seperti itu," bentak herman,yang kini merasa sudah muak dengan makian Rohanah
__ADS_1
"Awas saja kau Herman! aku tidak membiarkanmu bahagia jika berani meninggalkan aku!" ancam Rohanah sambil berlalu pergi membawa sejuta amarah di hatinya,
Kini tujuan wanita itu adalah laci penyimpanan yang ada di kamar,ia tau bahwa disanalah Herman menyimpan foto keluarga lengkap yang di bawa Sardi dulu.
Dan tentu saja di dalam foto itu terdapat Mirah dan juga Ratna,yang membuat rasa di hati Herman tak karuan.
Dengan emosi yang meluap luap Rohanah melampiaskan kekesalannya dengan merobek foto itu hingga beberapa bagian
"Apa yang kau lakukan!?" Bentak herman sambil menghampiri Rohanah yang sudah selesai melapiaskan amarahnya
"Lihat saja! keluargamu ku ku buat hancur,ha ha ha ha ha!" tawa Rohanah menggila
"Ah,putriku! mengapa kau merobek foto itu?!" Herman berjongkok kemudian memunguti foto foto yang berserakan itu
Setelah memunguti foto yang telah robek berkeping keping itu Herman memutuskan menemui sahabat dekatnya
"Assalamualaikum,permisi...!
"Waalikumussalam," jawab seseorang dari dalam
Pernah suatu hari Herman dan Rohanah mengalami kesulitan ekonomi,Apriyadi lah yang membantu,sampai perekonomian mereka kembali stabil.
"Mengapa mukamu ditekuk begitu?" selidik Apriyadi
"Aku habis bertengkar dengan istriku?". ucap herman lesu
"Ada apa memangnya,sampai kau bertengkar?" Apriyadi penasaran
Herman pun menceritakan semuanya,tanpa ada yang di tutupi sama sekali.Ia berfikir terakhir kalinya ia bertemu dan bercerita kepada sahabatnya,jadi sebuah kejujuran tidak ada masalah.
"Ya ampun maaan! kau ini gila apa bagaimana? meninggalkan istrimu yang tengah hamil besar demi wanita itu?!" Apriyadi menggeleng menggelengkan kepalanya tak habis fikir
"Kau tahu? kau itu menanggung dosa besar man! kau menelantarkan istri dan anakmu,yang bahkan belum hadir ke dunia! jangan salahkan anakmu,jika suatu saat nanti dia akan membencimu!" Apriyadi tersulut emosi
"Kau jangan menyumpahi aku seperti itu lah 'pri,makanya besok aku akan pulang aku ingin meminta maaf kepada mereka berdua," ucap Herman,dengan perasaan takut akan apa yang diucapkan apriyadi
__ADS_1
"Itu tidak akan mudah,kau pergi bertahun tahun.Dan sekarang anakmu sudah besar,anakmu tidak takut olehmu saja sudah untung 'man!" Apriyadi benar benar jengkel
"Katakan,sekarang apa tujuanmu menemukan?!" tanya sang sahabat ketus
"Begini,kebun kopi,kebun teh,dan kebun merica punyaku itu belum siap panen.Sedangkan aku akan pulang dan tidak akan pernah kembali lagi kemari,aku akan menebus tahun tahun yang kulewatkan bersama putriku.Jadi aku memutuskan,untuk menyerahkan semua kebun,rumah,yang kupunya kepadamu," ya,Herman mengambil keputusan yang sangat besar ia akan meninggalkan semua harta benda yang selama ini di kumpulkan nya bersama Rohanah,ia tidak akan membawa apapun,karena walau di jualpun akan percuma saja,orang orang yang tinggal disana adalah orang pendatang yang kesulitan ekonomi
"Apa kau yakin? kau akan meninggalkan semuanya dan memberikan kepadaku?" tanya laki laki itu datar. Apriyadi betul betul merasa terkejut dengan keputusan Herman yang menyerahkan semua harta ,namun rasa jengkel dihati dia mengalahkan nya
"Yah...aku sangat yakin,aku akan memulai semuanya disana dari nol," ucapnya mantap
"Usaha apa yang akan kau jalani di kampung mu nanti?" sekesal kesalnya ia kepada Herman,tetap saja ada perhatian yang diberikan.Dalam hati kecilnya ia tak ingin Herman kesusahan nanti
"Aku ingin tahu,kau akan bekerja apa nanti?"
"Mungkin...aku akan membuka usaha mebel,aku punya sedikit tabungan," ucap Herman,Namun dihatinya ia merasa tidak yakin
Akhirnya setelah berkunjung untuk yang terakhir kalinya kerumah sang sahabat,Herman berpamitan untuk pulang.
"Hati hati man,dan ingat! berjanjilah kepadaku kau akan menebus kesalahanmu,"
"Ya,tentu," Herman mengangguk
***
Keesokan harinya Herman dan Rohanah sudah bersiap pergi ke pelabuhan untuk menuju kampung halaman yang telah lama ditinggalkan nya.Dan apriyadi mengantarkan mereka sampai ke pelabuhan,tidak ada harta benda yang dibawa hanya dua tas kecil dan sejumlah uang saja yang Herman bawa
"Terimakasih 'pri,atas semuanya.Ini kunci rumah,tolong kau rawat baik baik rumah itu 'ya,maafkan aku," Herman menyerahkan kunci rumah kepada sang sahabat,kemudian memeluknya erat
Herman dan Rohanah segera menaiki kapal,untukterakhir kalinya ia melambaikan tangan kepada Apriyadi
"Selamat jalan sobat,aku akan merindukanmu.Semoga kau menepati janji untuk menebus semua kesalahanmu,dan semoga yang Maha Kuasa akan mempertemukan kita lagi suatu saat nanti," gumam Apriyadi,tak terasa air mata meleleh di pipi nya
.
.
__ADS_1
.