
Hari ketiga mirah berada di curug taneuh,ia belum mau kembali ke bandung karena masih sangat menikmati suasana kampung yang begitu berarti untuknya.
Sore hari ketika mirah bersama yang lainnya tengah menikmati suasana tenang di teras depan,tiba tiba saja ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang tentu saja membuat wanita cantik itu sampai terbengong bengong tak percaya
"Gak salah lihat 'kan?" gumamnya
"Hai..." sapa laki laki itu menyapa mirah
"Kenapa bisa?" tanya mirah,masih dalam ketidak percayaannya.
"Mengapa kaget begitu? seperti melihat hantu saja," ucap nya datar
"Astagfirulloh manusia ini, baru datang saja sudah menyebalkan," mirah merasa sebal,namun sebenarnya,ia merasa perut nya dipenuhi hamparan bunga dan kupu kupu beterbangan
"Mir,siapa?" tegur disah tiba tiba,yang mana membuat kedua insan itu tersadar,karena sejak tadi mereka berdua seperti melupakan kehadiran yang lainnya.
"Ah,ehm...ini 'kak,kenalkan,pak cu'eng," ucapnya memperkenalkan laki laki itu dengan gugup
"Ah,maafkan saya.Saya cu'eng,teman mirah dari bandung," ucapnya,dalam hati ia merasa malu karena sampai lupa menyapa dan memperkenalkan diri kepada yang lain.
"Owh,begitu.Benar dia temanmu?" musa manggut manggut,kemudian memastikan kepada sang
adik.
__ADS_1
"Hm,iya.Beliau ini adik pak rahardjo sebenarnya," mirah melirik cu'eng yang masih berdiri mematung.
"Ya Allah,miiir...mengapa tak bilang dari tadi,"
"Kalau begitu,ayo persilahkan masuk dan duduk tamunya,kasihan lho sejak tadi berdiri terus," lanjut disah.
"Astagfirulloh,mirah lupa," ibu satu anak itu menepuk jidat nya,ia merasa tak enak hati terhadap tamu yang semenjak tadi berdiri,karena belum dipersilahkan duduk
"Ayo,silahkan masuk dan duduklah,saya mau menyiapkan minuman.Anda mau minum apa,teh,kopi atau air putih?" tanya mirah sopan terhadap cu'eng,sebenarnya ia merasa canggung berhadapan dengan laki laki itu,karena seperti alarm yang mengingatkan nya peristiwa di malam itu,
"Arrghhh,pergilah kau ingatan memalukan!" ucap mirah dalam hati,sambil mengetuk ngetuk kepala dan memejamkan matanya,berharap bisa melupakan kejadian itu
Tingkah laku mirah tak luput dari sorot tajam cu'eng,dan ia tak tahan ingin menggoda nya.
"Apa kau tidak bisa melupakan ciuman panas kita 'huh," cueng menaikkan alis,sebenarnya ia begitu merindu dan sangat menginginkan mencecap lagi bibir ranum wanita di mempesona ini
"Buatkan aku teh tawar,panas," suara cu'eng terdengar lembut ditelinga mirah.
"Baiklah,tapi lepaskan dulu genggaman mu," pinta mirah
Setelah cu'eng melepaskan genggaman tangannya,kemudian mirah melangkahkan kaki ke dapur untuk membuat teh dan membawa camilan untuk menyuguhi tamu tak di undang itu.
Sementara mirah di dapur membuatkan minuman,cu'eng malah asyik berbincang dengan disah dan musa,bahkan ia sampai membawa ratna ke pangkuannya,di rumah ini dia merasakan kenyamanan dan kehangatan,walaupun baru pertama kali berkunjung,namun begitu sangat terasa.
__ADS_1
"Kok bapak bisa menemukan rumah nana,dan ada perlu apa?" tanya anak itu penasaran,otomatis ocehan nya itu sangat mewakili pertanyaan semua orang.
Ditanya seperti itu cu'eng merasa tertohok,dan sampai bingung menjawabnya,karena tidak mungkin 'kan,dia bilang datang kesana karena merindukan mirah,itu sangat tidak mungkin! belum tepat untuk diungkap sekarang.
"Ah,emmm,itu...bapak kesini,karena kebetulan ada teman yang ingin dikunjungi," ucapnya gelagapan juga ditanya begitu sama bocil
"Oh...,memang teman bapak dimana rumahnya?" bocah itu semakin dijawab,maka rasa penasarannya akan semakin tinggi
"Itu,di..,emm...,," cu'eng benar benar kebingungan,pasalnya ia benar benar yidak tahu mama nama tempat di daerah itu
Musa dan disah menangkap kebingungan yang ditampilkan wajah cu'eng,kemudian mereka pun membantunya dari serangan pertanyaan ratna,yang kemungkinan akan membuat laki laki itu kalah telak!
"Diman...," belum usai nana bertanya,emak dan bapak tercinta sudah menyela
"Nana,kasihan pak cu'eng nya capek,kalau di tanya tanya terus," tegur disah
"Ih emaaak,nana penasaran aja,kok bapak bisa sampai kemari," jawabnya kekeuh
"Iya iya,nanti lagi tanya jawabnya,sekarang biarkan bapak ini istirahat dulu 'hem,ayo lebih baik sekarang nana bermain saja sama neneng diluar," disah berusaha membujuk nana,sebab ia menangkap sesuatu dari kebingungan cu'eng menjawab pertanyaan anak itu.
"Baiklah," dengan lesu bocah itu turun dari pangkuan cu'eng,sedangkan laki laki itu merasa tenang hatinya,karena terbebas dari serangan anak pintar itu.
.
__ADS_1
.
.