Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Rumah


__ADS_3

Ketukan sepatu kuda terdengar nyaring disepanjang jalan yang amir lalui.Setelah mobil bus yang ditumpangi musa dan amir berhenti di terminal,mereka berduapun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke rumahnya dengan menggunakan delman.Supaya cepat sampai,begitulah alasan nya.


Setelah hampir dua minggu lamanya,amir lalui di pesantren.Ternyata dirinya begitu merindukan sang istri tercinta,mirah.Dirinya sama sekali tidak ingin mengingat marni lagi,nama marni sudah betul betul tersingkirkan dari hatinya.Setelah terapi ruqyah ia laksanakan.Namun,ia merasa begitu geram jika mengingat kelakuan marni yang berani melakukan hal kotor kepada dirinya,marni sudah berani mengganggu kehidupan rumah tangganya.


"Awas saja kau marni! aku tidak akan melepaskan mu dengan mudah,aku


akan membuat perhitungan dengan mu! berani beraninya,kau menjeratku dengan pelet sialan mu itu,rupa rupa nya.Kau betul betul wanita tidak tahu diri." Amir mengumpat,tangannya terkepal erat.Dia benar benar merasa marah,dan tidak terima dengan kelakuan marni yang berani mengusik nya.


Musa yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku amir,dirinya hanya diam tak niat untuk berkomentar.Namun,musa mengingatkan amir.


"Ingat amir,kamu harus selalu ber'istighfar.Jangan biarkan amarah menguasaimu." ucap musa.


Amir menghembuskan nafasnya kasar,dirinya memang sedang diliputi amarah.Karena mengingat perbuatan haram marni kepada nya.


Tak terasa,perjalanan amir dan musa pun sudah sampai ke tujuan.Delman yang di tumpangi mereka berduapun sudah berhenti di depan rumah sederhana, yang halaman nya di penuhi tanaman bunga.


Semilir angin sore menguarkan aroma kesejukan dan ketenangan,amir melangkah kan kakinya menuju halaman rumah,yang ditinggalkan nya selama dua minggu ini,dibelakangnya.Musa menenteng tas,yang berisi pakaian dan barang bawa'an lainnya.


Tok...


Tok...


Tok...


"Assalamu'alaikum" amir mengucap salam,pintu rumah tertutup rapat.Dan terlihat sangat sepi.

__ADS_1


Sedetik dua detik,tak kunjung ada jawaban.


"Kemana mereka?" gumamnya.


"Kenapa mir?" musa segera menghampiri amir dan bertanya.


"Ini kak,aku sudah mengetuk di dan mengucap salam,tapi tak kunjung ada jawaban.Sebenarnya,mereka di rumah atau tidak 'ya?"


"Mungkin mereka ada di taman belakang,ayo coba lagi" titah musa.


Amir mengangguk dan..."Assalamu'alaikum" kembali amir mengucap salam.


"Wa'alaikumussalam." jawab seseorang dari dalam rumah.


"Ceklekk"


"Amir,bapak! alhamdulilah,kalian sudah kembali." dengan raut wajah bahagia disah pun segera menghampiri suaminya.


"Akhirnya kalian kembali,aku rindu sama kamu pak" dengan cepat,disah meraih tangan musa dan mencium punggung tangan nya.Stelah itu gantian musa mengecup kening istrinya.


"Cup"


Satu kecupan mendarat di kening disah,melihat kemesra'an dua sejoli dihadapan nya amir pun memutar bola matanya malas.


"Cih,dasar tak tau malu.Kalian bermesra'an dihadapanku," amir berdecih sebal.Ia merasa kalah dengan pasangan ini.

__ADS_1


"Hallah,kau tak tau saja kelakuanmu,waktu kena pelet sama si marni.Kau tahu? kau bermesraan dengan marni dihadapan kami,di depan istrimu sendiri! Kau berciuman panas dengan wanita sundal itu,coba kau bayangkan,bagaimana perasaan istrimu kala itu.Apa kau fikir,hatinya tidak hancur 'hah?!" disah melotot tajam.


Seketika,amir tersentak.Dadanya terasa sesak,amarah,benci,sedih.Semua bercampur aduk,dia marah kepada dirinya sendiri karena telah menyakiti hati mirah.Dia juga sedih,ketika memikirkan mirah yang pasti terluka dengan kelakuan nya walau tak disengaja.Dia juga benci,terhadap marni yang sudah berani berbuat jahat kepadanya.


"Benarkah yang kalian katakan?" dengan lirih dan terbata ia kembali memastikan,perkataan disah tadi.


"Hm,betul amir.Kau seperti bukan dirimu," musa membenarkan.


Dan seketika...


"Arrrrggghhhh!! marniii,dasar wanita lakn*t kau! amir berteriak dan mengepalkan tangan nya,amarah benar benar menguasainya.Dadanya naik turun,dengan tatapan mata penuh kebencian.


"Istighfar,kau amir! musa mengingatkan.


"Astaghfirullah hal adzim" amir memejamkan matanya,dan mengelus dadanya.Ia juga menarik dan menghembuskan nafasnya,berharap bisa meredam amarahnya.


Setelah agak tenang ia menanyakan istrinya. "Dimana mirak ku 'kak?" tanyanya,sejak tadi ia tak melihat keberadaan istrinya itu.


"Dia ada di belakang,bersama anak anak.Sudahlah,mari kita masuk dulu,dan lanjutkan pembicara'an kita di dalam." putus disah.


Mereka pun masuk kedalam rumah.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like komen dan vote 🙏😇😘 terima kasih.


__ADS_2