Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Pulang


__ADS_3

Selama hampir dua minggu amir menjalani terapi ruqyah syar'iyyah,di pesantren al-hidayah.Dan alhamdulilah keadaan nya sekarang sudah sangat baik,ia sudah pulih dan kembali normal seperti amir yang sebelumnya.


Hari ini adalah hari ter'akhir amir di pesantren,dan saat ini amir sedang mendengarkan wejangan dari ustadz hamzah "Ingat! pak amir,jangan pernah tinggalkan shalat lima waktu.Perbaiki hubunganmu dengan Allah.Dan...ingat juga ini,amalkan baca'an almatsurat pagi dan petang,secara istiqomah.InsyaAllah,engkau akan senantiasa dalam lindunganNYA." pungkas ustadz hamzah.


Amir mengangguk tanda mengerti.Lalu mengucapkan terimakasih dan sekalian berpamitan.


"Saya mengucapkan banyak terimakasih,kepada pak ustadz.Karena berkat pertolongan pak ustadz,saya bisa terbebas dari jerat pelet,dan saya juga sekalian mau pamit.Dikarenakan saya akan kembali pulang siang ini"


"Hm,berterimakasihlah kepada Allah,dan ingat pesan saya 'ya.Semoga pak amir senantiasa dalam lindungan Allah,semoga perjalanan pak amir selamat sampai tujuan." do'a ustadz hamzah.


Setelah musa berpamitan kepada ustadz hamzah,lalu mereka berdua pun berpamitan kepada semua orang yang selama dua minggu ini,bersama sama mereka lalui di pesantren ini.


Di rumah amir...


Selama kepergian amir dan musa,kegiatan mirah dirumah tidak banyak.Waktunya hanya ia habiskan mengurus rumah dan anak anaknya.Dan pagi itu akhirnya,mirah memutuskan untuk berjualan kue lagi,dia ingin menyibukkan diri dan berharap bisa mengurangi semua kesedihan nya dari semua kejadian yang melelahkan bathin nya.Lagipula,setelah beberapa waktu diri nya tidak berjualan kue ia merasa rindu dengan kegiatan lama nya itu,namun,dikarenakan statusnya sekarang yang telah menjadi se'orang istri,ia ingin sepenuhnya mengurusi suami dan anak anaknya.


"Kak,aku titip nana sama soni 'ya,aku sudah membuat banyak kue.Dan rencananya,aku akan kepasar untuk menjualnya,sudah terlalu lama rasanya,aku tak berjualan." ucap mirah pagi itu.


Disah pun menyetujui keinginan mirah,akhirnya dua hari setelah kepergian amir dan musa mirah berjualan kembali.Para pelanggan mirah begitu bahagia,ketika mendapati mirah berjualan lagi,mirah juga merasa sangat bersyukur karena para pelanggan nya sangat setia.Kue yang dijualnya selalu habis tak bersisa,diborong pembeli.


Siang hari sepulang dari pasar...

__ADS_1


"Maaf ya kak,kakak jadi tertahan lama disini,gara gara menemaniku.Dan ya,bagaimana dengan huma kakak,dan kambing kambing kakak,siapa yang mengurusi semuanya," mirah memulai percakapan,ketika sedang bersantai bersama disah.Ia merasa tak enak karena telah merepotkan kakak nya,karena urusan rumah tangga nya.


"Sudahlah mir,kamu tidak perlu memikirkan pekerjaan ku.Sebelum pergi kemari,menemuimu.Kakak sudah menyuruh mang karja dan isterinya,untuk melakukan pekerjaan yang biasanya kakak dan kak musa lakukan.Jadi tenang saja ya."


Akhirnya mirah bernafas lega,mendengar semua penjelasan disah.




Siang berganti sore,udara pun menjadi sejuk.Angin sore yang sejuk berhembus,menusuk lembut kedalam kulit mulus mirah.Mirah dan disah tengah menyiapkan masakan untuk makan malam mereka.




"Ayo dong,nana tebak.Ibu sama emak mau masak apa?! dengan tersenyum lembut mirah berkata.



"Gak tau ah" ucapnya dengan nada menggemaskan.

__ADS_1



"Malam ini,kita makan opor ayam sama tumis sawi udang,nana suka nggak?" tanya disah.



"Hm,horeee!" nana mengangguk mantap dan bertepuk tangan riang.



.



.



.


__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak,like komen dan vote terimakasih...🙏😇😘


__ADS_2