Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Bayanganmu


__ADS_3

Di tempat amir...


Beberapa hari setelah pertemuannya dengan mirah membuat amir selalu terbayang bayang wajah cantik mirah, keanggunan dan kelembutan wanita itu membuat amir merasa tak karuan dia ingin selalu melihat mirah dia ingin mengenal kecantikan itu lebih jauh lagi.Sayangnya satu hal amir lupakan... yaitu,ia lupa menanyakan dimana mirah tinggal.


"Arghh,! menyesal aku waktu itu tak menanyakan dimana dia tinggal.Amir menjambak rambutnya frustasi.


"Aku harus bagaimana? wanita itu selalu membayangiku,dia tak membiarkan aku tenang! sial,kenapa dia cantik sekali ya?! umpatnya lagi.


"Ah'ya...dia kan berjualan kue kue dipasar,aku bisa menemuinya lagi hari ini dan menanyakan dimana dia tinggal 'yeah!" seperti mendapatkan pencerahan ia melonjak kegirangan.


"Aku harus mandi dulu,aku harus terlihat tampan jika ingin bertemu dengannya,biar dia terpesona atau bahkan tergila gila padaku...pastilah dia terpesona padaku,aku kan memang betul betul tampan walau duda ber'anak satu,haha" seperti orang yang otaknya kurang setengah ons dia terus berbicara sendirian.


"Ish aku lupa,hari ini kan aku ada janji mau berkunjung kerumah kerabatku bagaimana 'ya? amir berfikir. "Ah,tapi aku bisa kan mengunjunginya setelah menemui pujaan hatiku,ia...begitu saja" gumamnya lagi.


Setelah itu ia bergegas mandi dan merapikan diri,amir memakai baju yang menurutnya paling bagus,tak lupa dia menyemprotkan parfum dan menyisir rambutnya.


"Sempurna! mirah pasti terpesona dengan ketampananku" ucapnya kepedean.


"Son! sonii!..." teriak nya memanggil anak lelakinya.


"Apa sih pak? soni gak budek kali pak! pakek teriak teriak segala" ujar bocah itu ketus.


"Eh...sini dulu dong,gimana...? penampilan bapak keren kan? tampan kan? tanyanya beruntun.Sedangkan yang ditanya hanya berdecih.


"Cih! gayanya sudah seperti abg saja,inget umur pak" ucapnya sebal.


"Lagian mau kemana sih pak? pakek dandan rapih banget gitu,rambut klimis kayak habis kena tumpahan minyak mengkilap! cibirnya.


"Ckk..."ini bocah bukannya dipuji bapaknya ganteng,ini...malah ngeledekin" amir berdecak sebal.


"Iya iya,bapak mau kemana sih?" tanyanya lagi.


"Sini mendekat," amir menepuk kursi disebelahnya. "Gini son...kalau bapak menikah lagi boleh gak? kamu mau punya ibu baru? bapak tahu,semenjak kepergian ibumu beberapa tahun lalu kamu selalu kesepian 'kan? ditatapnya lekat mata bocah laki laki berusia sepuluh tahun itu dengan tatapan sendu,amir sadar semenjak istrinya meninggal ia selalu menyibukkan diri dengan bekerja dan bekerja harap harap ia akan melupakan segala kesedihannya.Tapi imbas dari kesibukannya itu adalah soni yang kesepian,memang bocah itu tak pernah mengeluh tapi amir bisa melihatnya kalau anaknya begitu sedih dan kesepian dia butuh seorang ibu,dia butuh seseorang yang menemaninya dan mengurusnya.


"Memangnya ayah sudah menemukan wanita yang seperti ibu?" tanyanya lirih.


"Seperti ibu sih tidak son...tapi ayah yakin,dia bisa menjadi ibu yang baik untukmu" amir meyakinkan anaknya.


"Kalau...menurut ayah dia wanita yang tepat untuk menjadi istri yang baik buat ayah dan ibu yang baik buat aku,aku akan setuju" apa ayah bahagia,apa ayah mencintai wanita itu?" soni bertanya kepada ayahnya.


"Jujur son,ayah memang baru pertama kali bertemu dengannya,tapi entah mengapa jantung ayah berdebar kencang saat bersentuhan dengannya,seperti yang selalu ayah rasakan terhadap almarhumah ibumu dahulu" Jujur amir.


"Hem" dimana dia tinggal ayah?"


"Ayah belum tau son,waktu itu ayah lupa menanyakannya,maka dari itu...hari ini ayah berdandan rapi,ayah ingin menemuinya lagi dipasar tempat ayah bertemu dengannya pertama kali.Ayah mohon do'a restumu ya...semoga semuanya dilancarkan dan ayah dipertemukan lagi dengannya.

__ADS_1


"Ayah yakin,wanita itu akan ada dipasar itu lagi?"


"Ayah yakin seratus persen son,dia kan berjualan dipasar itu.Jadi dia pasti tiap hari kepasar,dan ayah akan menemukannya" ucapnya yakin.


"Ya sudah,soni do'akan ayah dan merestui ayah bersamanya,semoga berjodoh dan semuanya sesuai harapan"


"Terimakasih son...kamu sudah mau mendukung ayah,ayah senang jika kamu merestui hubungan ayah dan buk mirah" amir tersenyum dan mengelus pucuk kepala soni lembut.


"Namanya mirah yah? sepertinya orangnya cantik ya 'yah?" soni antusias.


"Cantik banget son,dan dia juga sangat lembut ketika berbicara.Oh iya...dia juga punya seorang putri yang lucu,usianya mungkin hampir lima tahunan.Jadi jika nanti ayah menikah dengannya kamu tidak akan kesepian karena kamu akan punya adik,ayah yakin kamu akan menyukainya." Amir menjelaskan panjang lebar.


"Baiklah,aku tidak sabar ingin mengasuh adikku" sudah sana pergilah ayah,takutnya keburu siang dan ayah tidak sempat bertemu dengannya." ledeknya sambil mengusir ayahnya pergi.


"Kamu ya,ngeledek ayah nih ceritanya" amir mengacak rambut anaknya. " Ya sudah ayah berangkat dulu,kamu baik baik dirumah.Assalamu'alaikum" amir pamitan.


"Wa'alaikumussalam" semoga sukses yah!


soni melambai kan tangannya.


*****


Di tempat mirah...


Hari ini mirah tidak berjualan dikarenakan ratna yang sedang rewel,badannya panas sejak semalam.Dan itu membuat mirah sangat sedih.


Disah yang sejak semalam melihat mirah terus bersedih karena sakitnya ratna,menjadi tidak tega.Diapun memutuskan hari ini tidak pergi keladang,dan akan menemani mirah.


"Pak...,aku tidak ikut keladang dulu 'ya,aku mau menemani mirah dulu.Tak tega rasanya mau meninggalkan dia disaat seperti ini." disah ijin kepada suaminya.


"Ya sudah,kamu dirumah saja...temani anak itu,kasihan dia sepertinya dia sangat sedih melihat anaknya sakit begitu," musa mengiya'kan keinginan istrinya.


"Aku berangkat dulu ya,kalau ada apa apa kamu beritahu aku" ucap musa.Disah hanya mengangguk.


"Mir...sudah,biar kakak yang gendong ratna sekarang ya,kamu istirahat dulu saja.Tuh mata mu sampai menghitam begitu akibat kurang tidur sejak semalam" disah mencoba menghilangkan kesedihan mirah dengan mengambil alih ratna dan menyuruh mirah untuk beristirahat.


"Terima kasih kak, tapi kakak kan sedang repot,belum lagi kakak kan mau keladang,nana biar sama aku saja kak" tolaknya halus.


"Tidak mir,kakak sedang tidak repot,lagipula hari ini kakak tidak akan pergi keladang dan kak musa juga menyuruh kakak untuk menemanimu menjaga malaikat kecil kita." disah berkata lembut,ia tahu saat ini mirah sedang sangat rapuh.


"Terima kasih kak,atas semua kebaikan kalian,entahlah bagaimana jadinya jika kakak tidak ada disampingku,disaat aku sedang rapuh kalian selalu mendukungku dan menjagaku,terima kasih" mirah menatap disah sendu,genangan air sudah menumpuk dipelupuk matanya.


Disah tak kuasa menahan kesedihannya,ia memeluk mirah dan menciumi ratna.


"Kalian adalah pembawa kebahagiaan bagi kami,kamu sudah kuanggap sebagai adikku sendiri mirah,dan ratna...makhluk imut ini sudah aku anggap seperti putriku sendiri.Aku sangat menyayangi kalian lebih dari aku menyayangi herman si penghianat" ucap nya lirih tapi dengan kilatan kemarahan dimatanya ketika menyinggung herman.

__ADS_1


"Terima kasih kak" ucap mirah dan tersenyum lembut.


Disah mengangguk dan melepaskan pelukannya,diusapnya lembut lelehan air mata di pipi mirah dengan ibu jarinya.


"Sudah sana...istirahatlah,kita akan bergantian menjaga ratna" ujarnya dengan senyuman lembut.


*****


Sedangkan dipasar...


Amir sedang uring uringan karena ia tak kunjung menemukan pujaan hatinya,dia bertanya kepada semua orang tentang dimana biasanya mirah berjualan,dan ketika dia menghampiri tempat tujuannya amir sangat kecewa,karena dia tidak menemukan mirah disana.


"Kemana kamu miir..." amir mengusap wajahnya kasar.


Akhirnya karena dia tidak menemukan orang yang dicarinya,amir memutuskan untuk langsung berkunjung kerumah musa.Tak lupa dia membeli oleh oleh untuk keluarga musa.


" Becakk!


Amir memanggil kang becak untuk mengantarnya.


Sesampainya di pangkalan becak tempat biasa mirah naik becak ketika hendak kepasar,amir pun turun dan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki.Peluh mengucur deras,karena memang hari sudah mulai siang dan mataharipun sudah meninggi memancarkan cahaya panasnya yang menyengat.


"Fiuhh..


"Jauh sekali rumah musa" amir terus bergumam,sambil sesekali menyeka keringatnya yang bercucuran,kesempurnaannya sudah agak berkurang beberapa persen akibat keringat yang membasahi badannya.


Akhirnya perjalanan panjang amir terbayar sudah,tak lama dia sampai ketempat yang ditujunya.


"Akhirnya,sampai juga kerumah musa"


"Assalamu'alaikum"


Amir mengucap salam


"Wa'alaikumussalam"


Jawab seseorang dari dalam rumah.


Pintu terbuka,dan menampakkan seorang wanita yang sedang menggendong anak.


"Kamu..."


.


.

__ADS_1


.


Like komen dan vote ya😊🙏


__ADS_2