Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Cerita cu'eng


__ADS_3

"Jadi saya menghilang selama lima hari,begitu?" cu'eng benar benar kaget ketika mendengar dirinya menghilang selama itu.


"Padahal di sana saya hanya sebentar,mungkin sekitar 1jam lebih," lanjut cu'eng,masih dengan tampang kagetnya.


"Memangnya,tempat seperti apa disana itu?" selidik musa dan disah penasaran


"Kerajaan milik nyai Ratih,yang merupakan siluman ular," jawab cu'eng jujur.


"Kerajaan? jadi maksudnya sebuah kerajaan milik siluman ular sekaligus dia ratu disana,begitu?" Musa dan disah berpandangan,kasus cu'eng dan Mentri kehutanan kala itu benar benar berbeda.


"Memangnya kak disah tidak tahu,kalau disana itu sebuah kerajaan? bukannya aku ditemukan olehmu?" tanya pria itu


"Tidak,samasekali tidak tahu.So'al aku yang bisa menemukanmu,itu karena berkat pertolongan Tuhan KU yang MAHA pemurah lagi MAHA penyayang kepada hambanya,yaitu ALLOH SWT," terang disah,karena memang ia betul betul tidak tahu bahwa tempat yang ditemukan itu adalah sebuah kerajaan milik siluman ular


"Begitu 'ya," cu'eng manggut-manggut


Sesekali ia mencuri pandang kearah mirah yang semenjak kedatangan nya hanya diam saja, padahal pria itu begitu berharap lebih akan reaksi yang ditunjukkan wanita sang pujaan hati


Tidak tahu saja cu'eng,bahwa sebenarnya mirah begitu bersyukur serta terselip rasa bahagia yang membuncah dihati.Namun mirah adalah seseorang yang pandai menyembunyikan dan menyimpan rapat semua perasaan nya.


"Lalu,bagaimana bisa kau ada di kerajaan ular itu.Padahal waktu itu aku dan istriku hanya menyuruhmu untuk istirahat sembari makan bekal," Musa betul betul penasaran dengan kejadian yang dialami tamu nya


Cu'eng menghela nafas dalam,kemudian ia pun bercerita.


***FLASHBACK***


Setelah Musa dan disah menyuruh cu'eng beristirahat,sambil makan.Kemudian pria itupun menuruti apa yang diperintahkan oleh sepasang suami istri itu.


"Hmmm,enak sekali masakan mirah dan kak disah ini," gumam cu'eng dengan mulut penuh makanan yang disantapnya


"Arrghhh! Mirah,kamu selalu menggangguku," gumamnya


"Ah,mirah...mirah,aku betul betul sudah jatuh hati kepadamu.Kamu memang wanita yang penuh dengan pesona,ciuman pertamaku denganmu kala itu benar benar memabukkan" lanjutnya, pria itu menerawang jauh,sambil asik bersandar pada sebuah pohon rindang.


Namun satu hal yang cu'eng lupa,bahwa saat ini dia berada di gunung.Tempat yang penuh dengan hal ghaib.

__ADS_1


Pria itu terlalu asyik dengan lamunannya yang hanya berisikan Mirah saja.Hingga terdengarlah sebuah panggilan merdu untuk dia,bahkan saking merdu suara itu terdengar seperti hembusan angin.


"Kang cu'eng..." ujar sebuah suara


Seketika cu'eng tersentak,dihadapannya seorang wanita cantik tengah berdiri sambil memberikan senyuman terindah.Wanita yang dia kenal,yang beberapa waktu ini terus terusan memenuhi relung hati serta fikirannya.


"Mirah,sejak kapan kau disini?" ia betul betul terkejut,sekaligus bahagia.Yang membuat dirinya begitu terkejut adalah,karena saat ini pria asal kota kembang itu tengah membayangkan semua tentang mirah bahkan ciuman panasnya.


"Sejak tadi,aku disini.Mari ikut denganku," ajak wanita itu dengan gerakan anggun nya ia mengulurkan tangan halus nan lembut kepada cu'eng.


"Kemana?" tanya cu'eng pendek,namun dihatinya kini tengah dipenuhi bunga bermekaran serta banyak kupu kupu terbang menghinggapinya,ia begitu bahagia.


"Mari,ikut saja.Nanti kau akan tahu," ujarnya teka teki


Tanpa banyak tanya lagi,pria tampan itupun langsung menyambut uluran tangan sang wanita dengan hati bahagia penuh suka cita.Karena memang yang dia lihat adalah Mirah.


Sang wanita terus menuntun tangan si pria,hingga tiba di suatu tempat yang begitu megah dan indah,yaitu sebuah istana yang menakjubkan.


"Mirah,tempat apa ini? mengapa seperti istana?" tanya cu'eng terheran heran,namun matanya penuh binar ketakjuban


"Ini adalah tempatku,istanaku.Dan kau adalah calon rajaku," ucapnya tiba tiba,namun dengan sorot mata yang tajam.


"Mir...'ah! siapa kamu?! mana mirah?" cu'eng begitu kaget,ketika melihat wanita yang setia memegang tangannya bukanlah mirah,sehingga dengan reflek ia menarik tangan nya kembali dengan kencang.


"Jawab! siapa kamu? dan apa tujuan mu membawaku kemari,mana mirah ku?" bentaknya lagi


"Tenanglah,tidak ada Mirah disini.Yang ada hanyalah aku," jawabnya,namun terlihat sekali guratan kekesalan di wajah cantik itu,karena sejak tadi cu'eng terus terusan menanyakan Mirah.


Kini wanita cantik itu sudah menunjukan wujud aslinya,sosok dengan pakaian warna hijau ala kerjaan jaman dulu serta mahkota di kepalanya.


"Siapa kau sebenarnya,mengapa membawaku kemari?" tanya nya ketus


Dan begitulah,hingga akhirnya cu'eng tahu bahwa wanita itu adalah siluman ratu ular yang bernama nyai Ratih


Namun cu'eng tidak menceritakan dengan jujur dan detail apa saja yang dilakukan nyai Ratih kepada dirinya,karena ada hal hal yang sangat panas yang tidak pantas diceritakan

__ADS_1


Bisa bahaya "fikirnya".


***OFF***


"Begitu rupanya." Musa manggut-manggut setelah mendengarkan cerita cu'eng.


"Apakah tidak ada hal lain yang terjadi," tanya mirah tiba tiba


"Hmmm,ahh,ti--tidak adaa," jawab cu'eng terbata.


Pria tampan itu begitu kaget dengan pertanyaan Mirah yang tiba tiba,hingga iapun menjawabnya dengan terbata bata.


Mirah memicingkan matanya,ia merasa curiga dengan tingkah cu'eng,ia adalah seorang wanita yang berpengalaman.Dua kali dikhianati oleh laki laki,membuat ia menjadi seorang manusia yang begitu peka.Ia bisa mengetahui ketika seseorang tengah menyembunyikan sesuatu,apalagi cu'eng adalah seseorang yang bisa di bilang.Laki laki yang belum berpengalaman dalam hal wanita,jadi sekecil apapun kebohongan pasti akan terlihat.


Mirah tidak lagi bertanya,ia hanya memalingkan wajah saja.Namun hatinya merasa tak tenang,ia sudah menebak,pasti ada sesuatu yang begitu rahasia,sehingga cu'eng sengaja menyembunyikan nya.


Suasana seketika menjadi canggung antara Mirah dan cu'eng,disah yang menyadari hal itu segera saja mencairkan suasana.


"Baiklah,semuanya Alhamdulillah sudah jelas,pak cu'eng juga sudah bersama kita dan tidak kekurangan suatu apapun.Sekarang sudah malam,lebih baik kita istirahat saja," pungkasnya,kemudian ia berdiri menuju kamar yang kemudian diikuti Musa sang suami.


"Terimakasih kak disah,kang Musa," ujar cu'eng.


"Sama sama,cepatlah,segera istirahatkan dirimu," titahnya kepada cu'eng.


"Dan Mirah,segeralah masuk ke kamar,dan tidurlah.Istirahatkan badanmu,kamu pasti lelah," lanjut disah kepada sang adik.


Mirah mengangguk patuh,kemudian masuk ke kamar.Sedangkan cu'eng hatinya merasa tak tenang,ia tahu Mirah menaruh kecurigaan kepada dirinya.


Ia saat ini bingung,apakah harus dirinya jujur? atau terus menyimpan rapat rapat?


Cu'eng kalut,ia hanya menatap punggung Mirah yang terus bergerak masuk ke kamar.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2