Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Ya,aku mau...


__ADS_3

Kicauan burung membangunkan mirah yang masih terlelap memeluk ratna,usai sholat subuh mirah memutuskan untuk tidur lagi sebentar,mirah yang semalaman kurang tidur karena harus menjaga ratna.Dia tidak ingin mengganggu kakaknya,walaupun sebenarnya disah menawarkan bantuan untuk bergantian menjaga ratna.Tapi mirah menolaknya,dengan alasan tidak ingin mengganggu waktu istirahat disah.


"Hoahmm..." mirah menguap dan menggeliatkan badan'nya.


"Alhamdulilah,demamnya sudah reda," mirah refleks memegang kening dan badan ratna,lalu ia bersyukur karena suhu badan ratna sudah turun dan normal kembali.


Mirah tak henti hentinya mengucap syukur,sambil menciumi pucuk kepala ratna.Dua hari ini mirah dibuat panik dengan sakitnya ratna,fikiran'nya melayang kemana mana.Karena panasnya tidak turun turun.


Mirah melangkah keluar kamar meninggalkan ratna yang masih tidur,wajahnya berseri seri tidak kuyu seperti dua hari kemarin.


Di ruang tengah terlihat amir yang tengah duduk santai menikmati teh hangat dan pisang goreng.


"Kang..." sapa mirah tersenyum,dan mengangguk'kan kepalanya.


Amir yang tengah asyik menikmati pisang gorengpun segera meletak'kan pisang yang sedang disantapnya,kemudian ia berbalik dan balas tersenyum kepada mirah.


'Eh,mir...sudah bangun rupanya' bagaimana nana? apa demamnya sudah reda?" ia menanyakan ke'adaan nana.


"Alhamdulilah kang,nana sekarang baik baik saja.Terimakasih ya,kemarin akang sudah mau mengantarkan aku membawa nana ke puskesmas." mirah merasa tertolong dengan kedatangan amir.


"Iya mir...kemarin aku sangat khawatir melihat keada'an nana,tapi syukurlah jika sekarang sudah membaik.Aku turut senang."


"Kang,mirah mau kedapur dulu 'ya.Mau melihat kak disah,siapa tahu dia butuh bantuan." mirah pamit untuk membantu disah didapur,yang sedang sibuk menyiapkan sarapan.


"Tunggu mir! bagaimana? apa kamu sudah punya keputusan,perihal pembicara'an kita semalam?" amir yang tak sabar menghentikan langkah mirah yang akan pergi ke dapur.


"Kang amir tak sabaran,tunggu aku menyelesaikan pekerja'anku dulu.Nanti aku berikan jawaban'nya." mirah terkekeh,melihat ketidak sabaran amir.


"I-iya mir...maaf,aku benar benar tidak sabar mendengar keputusanmu.Semoga kabar baik yang aku dengar nanti" amir tergagap malu,karena dianggap tidak sabaran oleh mirah.

__ADS_1


Selesai sarapan akhirnya mirah mengumpulkan semua orang dirumah itu,ia ingin memberitahukan keputusan'nya perihal amir yang ingin mengajaknya menikah.


"Kak disah,kak musa dan kang amir,mirah ingin mengatakan sesuatu hal kepada kalian.Tadi malam kang amir melamarku 'namun,aku belum memberikan jawaban.Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengatakan keputusan ku dihadapan kalian."ucap mirah.


"Semalaman aku merenung dan memikirkan apakah langkah yang akan aku ambil ini sudah tepat atau belum,dan sa'at tadi aku bangun aku mendapatkan kebahagianku kembali,nana'ku sudah sembuh,aku merasa kedatangan kang amir membawa hal yang baik untuk'ku dan nana.Aku menyadari satu hal,nana ternyata membutuhkan sosok se'orang ayah,selama ini ia tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya dicintai dan disayangi oleh se'orang ayah.Karena ia ditinggalkan sejak masih dalam kandungan." mirah berbicara panjang lebar dan berubah sendu di akhir kalimatnya.


Saat mirah sedang berbicara tiba tiba nana kelur dari kamar,ia mencari cari ibunya.


"Ibu...ibu...ibu dimana!? teriaknya sambil barlari kecil.


"Nana,jangan lari lari 'nak,nanti jatuh" mirah menghampiri nana dan langsung mengendong nya,mirah gemas dan menciumi pipi anaknya.


Mirah membawa nana duduk dipangkuan'nya,ia akan melanjutkan pembicara'annya yang belum usai.


"Pak amill bobok di lumah nana 'ya?" bocah itu mengalihkan perhatian'nya ke arah amir dan bertanya.


"Iya,pak amir kan khawatir sama nana.Jadi bobok deh dirumah nana,bagaimana? apakah nana sudah baikkan sekarang? kepalanya masih sakit gak?" amir menjawab pertanyaan bocah kecil itu.


"Sini pak amir gendong,mau gak?" amir menepuk pahanya dan merentangkan tangan'nya.


Ratna mengangguk dan berjalan kepangkuan amir,bocah itu terlihat nyaman dalam gendongan amir


"Mir,sebaiknya lanjutkan pembicara'an kita tadi.Aku mau mendengar keputusanmu" ujar musa mengingatkan.


"hmmm" mirah mengangguk.


"Aku sudah pikirkan matang matang dan nana juga sepertinya membutuhkan se'orang ayah.Jadi aku memutuskan untuk menerima lamaran kang amir,aku mau menikah dengan'nya." final mirah


Amir yang sedang menggendong nana spontan terlonjak kegirangan.Dia berdiri lalu berputar putar dengan nana digendongan nya,dengan gemas karena perasaan yang membuncah bahagia tak henti hentinya dia menciumi pucuk kepala dan pipi nana,sedangkan bocah itu hanya tertawa tawa dengan tingkah amir.Disah musa dan mirah hanya geleng geleng kepala melihat tingkah amir.

__ADS_1


"Dasar gendeng! umpat musa sebal dengan tingkah amir yang lebay.


"Jangan gitu dong kakak ipar,aku saking bahagia ini.Karena lamaranku diterima oleh adikmu yang cantik ini" amir membela diri,tak terima rasanya diledekin.


"Cih,kamu belum meminta mirah dengan benar kepadaku." musa berdecih sebal tak mau kalah.


"Baiklah,dengan segala hormat dan segala kerendahan hatiku,aku memohon kepada kakak ipar musa dan kakak ipar disah yang cantik ini agar mengijinkan saya 'amir,mempersunting mirah menjadikannya sebagai istri yang sah dan ibu dari anak ku dan untuk menemaniku menjadi pendamping hidupku,sampai maut memisahkan." dengan lantang amir resmi melamar mirah dihadapan semua orang.


Disah dan musa tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


"Aku percayakan adik'ku dan ratna yang sudah ku anggap seperti anak'ku sendiri padamu,bahagiakan mereka.Sudah cukup penderitaan'nya mirah selama ini karena kelakuan herman,aku tidak ingin mendengar mirah bersedih atau menangis sa'at nanti dia hidup bersamamu." musa memegang pundaak amir kuat dengan sorot mata yang tajam dan dalam namun,genangan air dipelupuk mata musa tak bisa membohongi,bahwa sebenarnya musa sangat sedih dengan segala penderitaan mirah.


Amir menggenggam tangan musa,meyakinkan bahwa dia bisa dipercaya untuk menjaga,menyayangi,dan mencintai mirah.


"Percayakan mereka padaku,aku sangat mencintai dan menyayangi mirah serta ratna.Aku bisa membahagiakan mereka,pegang kata kataku" balas amir mantap.


"Nana mau 'kan,hidup bersama sama.Sama pak amir sama ibu,ada kakak soni juga nanti yang akan menjaga dan bermain bersama mirah."


"Siapa kak soni pak amill?" tanya bocah itu penasaran.


"Kak soni adalah anaknya pak amir,nanti dia jadi kakaknya nana,nana mau kan?" bujuknya.


"Asiiikkk,nanti nana jadi punya dua kakak dong ada kak hamim sama kak soni.Yeayyy!" ratna bertepuk tangan riang,akhirnya semua orang bernafas lega karena akhirnya semua berjalan lancar.Mirah yang mau membuka hati untuk amir membuat kelega'an tersendiri dihati disah dan musa.


Akhirnya hari itu amir memutuskan untuk pulang,dia merasa senang karena semua usahanya untuk mendapatkan mirah tidak sia sia.Sepulangnya dari rumah musah amir berencana untuk memberitahukan kabar bahagia ini kepada soni.


"Isah,musa dan mirah aku pamit dulu 'ya.Dan...nana,pak amir pulang dulu oke,nanti pak amir main lagi kemari." semua orang mengangguk,dan tersenyum dan nana,bocah itu melambai lambai kan tangannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2