Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
cerita kardan


__ADS_3

Semua orang sekarang sedang merasa penasaran,kardan di tatap intens oleh wajah wajah yang menginginkan penjelasan darinya.


"Hahhhh,baiklah.Dengarkan ceritaku," kardan menghela nafas,mau tidak mau ia harus menceritakan semua detail kejadiannya.


"Waktu itu kan aku pamit ingin jalan jalan,yaitu menyusuri pinggiran hutan jati.Namun,ketika sedang asyik mengayuh sepeda,tiba tiba dari kejauhan terlihat seorang wanita cantik,yang memakai kebaya dan selendang," sejenak kardan menyesap kopinya,sambil mengingat ngingat kejadian.


"Terus,bagaimana?" tanya pak lurah tak sabar


"Sebentar pak,ngeroko dulu," ucap kardan,hembusan asap roko pun


bergulung gulung.


"Yang kulihat wanita itu kemudian mengibaskan selendangnya sekali,dan bapak bapak tau gak,apa yang terjadi setelah itu?" pemuda itu malah berteka teki.


"Halah,malah teka teki kamu.Cepat,jelaskan saja yang betul," musa mendecak sebal.


"Ish,pak musa ini.Teka teki kan seni dalam sebuah cerita," ucap nya. "Begini,setelah wanita itu mengibaskan selendangnya yang kulihat di depanku adalah jalanan luas yang sangat bagus,tidak ada batu koral tidak ada jalanan berlubang.Semuanya sangat mulus dan bagus,kemudian aku pun menjalankan kembali sepedaku dan menghampiri wanita itu,dari jauh wanita itu sudah terlihat cantik,apalagi setelah dilihat dari dekat,beuuhhh,cantiiik sekali,seperti dewi yang turun dari kayangan.Baju yang dipakainya pun seperti baju baju jaman kerajaan dulu,terus rambut panjangnya dihiasi semacam mahkota,dan yang membuat saya sangat terpesona adalah wanginya,wangi badan nya haruuummm sekali,seperti dimandikan bunga bunga.Ah,pokoknya saya baru pertama kali itu melihat wanita yang seperti bidadari," kardan bercerita panjang lebar,matanya berbinar binar ketika membayangkan wanita yang menurutnya seperti bidadari.


Semua orang diam dan saling pandang ketika mendengarkan penuturan kardan.


"Setelah saya menghampirinya,wanita itu pun memperkenalkan dirinya sebagai dayang sumbi.Aku tidak tahu,apakah itu dayang sumbi ibunya sangkuriang.Atau ada lagi dayang sumbi yang lainnya,entahlah...aku sendiri tidak terlalu memperdulikannya,karena setelah wanita itu memperkenalkan diri,dia langsung naik ke boncengan belakang,katanya dia minta diantarkan pulang ke rumahnya,tentu saja dengan senang hati aku menyetujuinya," pemuda tampan itu terkekeh


"Huh,dasar anak muda.Lihat yang cantik saja langsung deh,gak bisa berpaling," cibir musa


"Alah...paling pak musa juga begitu,kalau melihat wanita cantik," ucap kardan tak mau kalah.


"Sorry,saya ini laki laki paling setia,hanya kepada satu wanita.Yaitu,istri saya," ucap nya bangga.


"Sudah,mus.Biarkan dia menyelesaikan ceritanya," darsim menengahi debat unfaedah musa dan kardan,sebenarnya ia ingin secepatnya mendengarkan kisah pemuda itu.

__ADS_1


"Baik,saya lanjutkan 'ya,"


"Saya pun membonceng wanita secantik bidadari itu dengan senang hati,bahkan saat tangan lembut mulus halusnya menempel erat dipinggang saya,hingga saat ini seperti masih terasa," kardan tersenyum senyum sendiri saat membayangkan nya.


"Jalanan yang ku lalui begitu mulus,sehingga tak lama kemudian aku pun sampai di tempat tujuan wanita itu.Rumahnya begitu megah dan mewah,seperti keraton.Bahkan aku pun dipersilahkan istirahat dikamarnya yang sangat mewah itu,lalu para pelayannya membawakan berbagai hidangan lezat yang disajikan dayang sumbi khusus untukku,aku makan lahap sampai kekenyangan dan tertidur pulas,dan tak lama setelah aku tertidur kalian pun datang," kardan memandangi satu persatu raut wajah orang orang yang ada disana.


Seperti yang kardan lihat,raut wajah orang orang yang mendengarkan ceritanya berbeda beda,seperti musa mata dia hanya memandang lurus kedepan,sambil sesekali menyesap padud nya,beda lagi dengan pak lurah yang terlihat takjub.


"Jadi memang benar,kapanpun,bagaimanapun dan dimanapun,kita harus selalu berdo'a kepada Alloh,untuk memohon perlindungan.Supaya dijauhkan dari iblis yang menyesatkan," ucap musa setengah berkhotbah


Dan semuanya mengangguk membenarkan,akhirnya pencarian panjang pun usai.Semua orang kembali ke rumah nya masing masing,untuk beristirahat.


***


Musa sampai di rumah pukul duapuluh lebih lima menit,ia pun langsung membersihkan diri dan melaksanakan sholat isya,lalu dilanjutkan dengan makan malam.Karena disah dan nana menginginkan makan malam bersama,jadi dengan sukarela mereka menunggu musa.


"Ah,sepertinya baunya menggugah sekali mak,masaknapa sih?" tanya musa,hidungnya sibuk mengendus aroma makanan yang tersaji di meja makan.


Di ruang makan nana sudah menunggu dan duduk manis di kursi


"Emak sama bapak mengapa lama sekali? nana itu sudah sangat lapar," si gadis kecil merajuk manja


"Uluh uluh,anak manis sudahblapar ya," disah dan musa mengecup pipi nana kanan kiri,kemudian merekapun duduk tenang untuk menikmati hidangan.


"Emmm,soto ayamnya terlihat sangat enak mak," ujar nana riang,disahpun tersenyum dan segera mengambilkan nasi beserta lauknya kepiring nana.Kemudian ia mengambikan juga untuk suaminya.


"Bagaimana pencarian nya 'pak,?" tanya disah setelah menelan makanan yang dikunyah nya.Ia sangat penasaran.


"Alhamdulillah bu,sudah ketemu,nyelip di hutan bambu duri.Diumpetin sama dayang sumbi," ucap musa sekenanya.

__ADS_1


"Diumpetin? diumpetin bagaimana pak?" disah semakin penasaran.


Musa menghela nafas dengan rasa ingin tahu istrinya yang tinggi.Akhirnya musa menceritakan semua dengan sedetail detailnya kepada sang istri.


......................


Waktu berlalu tak terasa kini waktunya bagi mirah pulang ke kampung halaman,akan bertemu dengan anak dan sanak saudara lain rasanya begitu bahagia,tangan nya kanan kiri sudah penuh dengan tas yang berisi macam macam oleh oleh,untuk keluarga dan tetangga nya.


Mirah berangkat pagi hari,lepas sholat subuh,dengan diantar oleh pak cu'eng ke stasiun.Mirah pun sebenarnya merasa sangat kaget ketika pria itu ingin mengantarnya,bahkan sangat memaksa.


Kakaknya omi sedang sangat sibuk dengan pekerjaan nya,lalu tiba tiba datanglah cu'eng yang ingin menggantikan omi mengantar mirah ke stasiun.


Padahal mirah sudah berusaha keras intuk menolak.


"Bandung ini luas,kamu itu wanita kampung.Jika nyasar bagaimana?" itulah kata kata ajaib cu'eng


Terkesan meledek memang,tapi tersirat perhatian di dalam kalimat dinginnya itu.


Mirah hanya mendesah, "Dasar orang orangan salju," rutuk mirah,namun begitu iapun tetap menerima diantar pak cu'eng.


Sampai di stasiun mirah langsung ke loket pembelian tiket kereta,dan kereta yang akan di tumpanginya akan datang sekitar setengah jam lagi.


"Anda sudah boleh pulang,saya tidak akan nyasar disini," ucap mirah sarkas,ia heran mengapa cu'eng masih duduk manis disana


Sedangkan pria tampan itu hanya diam dan melirik mirah sekilas.Lama mereka duduk disana,namun tidak ada tanda tanda yang memulai pembicaraan.Hanya keheningan diantara mereka berdua.


Tak lama kereta yang mirah tunggu pun sudah tiba.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2