Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Rindu emak


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kepergian mirah dan nana dari rumahnya.Kini di rumah besar itu hanya tinggal sepasang suami isteri saja,hari hari mereka lalui dengan rasa kesepian.Dan untuk mengusir rasa kesepian itu mereka menghabiskan waktunya di ladang sekalian menunggui padi huma agar tidak dimakan burung,pergi pagi pulang sore.Berhubung di ladang mereka mendirikan saung ranggon jadi mereka sudah biasa melakukan aktifitas harian,seperti menanak nasi memasak sayuran segar yang mereka tanam.Bahkan beribadah pun mereka lakukan di saung itu,karena untuk membersihkan diri disana tidaklah sulit mengingat air pegunungan yang jernih mengalir deras.


"Rasanya di rumah sepii sekali ya 'pak? biasanya kan kalau jam begini aku tuh sudah dirumah dan bermain main sama nana,terus mirah lagi sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan atau cemilan buat kita dan nana." mata disah menerawang jauh,sesungguhnya dirinya begitu merindukan mirah dan nana.Dan kalau bisa dia tak ingin berjauhan dari kedua nya.


"Sudahlah mak,sebetulnya aku juga sangat merindukan mereka.Namun,bukankah ini yang kita inginkan? mirah mendapatkan lagi kebahagia'an nya dan membangun rumah tangga.Aku lihat si amir itu orang yang pantas untuk menjadi pendamping hidupnya mirah,dia mapan,dia juga tampan dan sangat baik.Dan yang terpenting dia menyayangi mirah dan nana,aku mengenal amir itu sudah lama.Dia juga masih saudaraku,jadi...mari kita do'akan saja mereka,supaya kehidupannya selalu dilimpahi kebahagi'a an." musa mengusap pundak isterinya yang tengah bersedih,dia juga memberikan pengertian kepada isterinya itu.Walau sesungguhnya tak dipungkiri,dirinya juga sangat merindukan mirah.Ter'utama nana si gadis kecilnya.


Disah hanya mengangguk dan tersenyum,untuk menutupi kesedihannya.


"Hari sudah sore,lebih baik kita pulang sekarang pak,jangan lupa itu dua tandan pisang sama empat manggar petai nya di bawa,nanti kita bagi ke tetangga.Di rumah juga masih ada tiga tandan pisang yang sudah tercium harum," tiba tiba disah tertunduk sedih.


"Kenapa lagi mak?" musa mengernyitkan dahinya heran.


"Apalagi pak? aku ingat gadis kecilku,dia begitu menyukai pisang raja cere,setiap pisang itu matang hanya nana yang boleh memakan'nya,dan aku tak pernah memberikan pisang itu kepada siapapun sebab itu adalah pisang kesukaan nya.Tapi sekarang dia tidak ada,aku ini sedih pak..." disah terisak. "Aku ingat jika pisang raja itu matang, nana selalu bilang begini...("ini pisangnya nana,gak ada yang boleh memakan'nya selain nana!") dia sukaa sekali dengan pisang raja cere" disah mengingat tingkah menggemaskan nana yang memajukan bibirnya dan bersedekap dada dengan wajah imutnya ketika sedang mengklaim pisang raja itu sebagai miliknya.


"Ya,betul.Gadis kecil kita sangat menyukainya,bagaimana kalau esok hari kita berkunjung ke rumah mereka,kau mau.?" musa mengembangkan senyumnya,hal ini pasti membuat isterinya tidak akan bersedih lagi.


"Benar pak? aku mau sekali pergi kesana.Kita menginap 'ya." binar kebahagia'an terpancar dimata disah.


Musa mengangguk seraya mengangkat jempolnya tanda setuju dengan usulan isterinya.


*Di desa B tempat amir*

__ADS_1


"Kakak...! nana mau main sama kak soni,kakak dimana...?" gadis kecil itu berlarian kesana kemari mencari sosok kakak laki lakinya.Tapi tak dia temukan.


Mirah yang sedang memotong bahan makanan untuk dimasak,segera berlari menghampiri nana.


"Nana sudah bangun 'ya,jangan lari lari begitu nak..." mirah khawatir dengan anak gadisnya.


"Kemana kakak bu? dari tadi nana cari gak ketemu,"


"Kakak diajak pergi sama bapak,katanya minta ditemani ke rumah teman'nya bapak yang ada di desa S,ada urusan pekerja'an." mirah menjelaskan kepada anak gadisnya.


"Yah...,kok nana gak di aja bu..." rajuknya.


"Nana..." tunjuknya pada diri sendiri,gadis itu tertawa cekikikan karena kegelian.


"Gadis pintar,mendingan sekarang nana bantuin ibu di dapur 'yuk,nana kan biasanya suka kalau memotong motong sayuran."


"Ayo!" dengan semangat nana mengangguk.


"Bu...,nana kangen sama emak.Emak lagi ngapain ya sekarang?" tiba tiba fikiran'nya melayang kepada emaknya,wanita yang selalu menyayanginya.


"Biasanya kalau jam segini emak sedang bersantai dan bermain sama nana,tapi sekarang.Ibu juga gak tahu kegiatan emak semenjak kita pergi meninggalkan mereka" mata mirah menerawang,terbayang kebersama'annya bersama disah.

__ADS_1


"Kapan emak kesini ya bu,?"


"Nanti,kalau emak sedang senggang pasti kemari." mirah berusaha menenangkan anaknya,yang terlihat begitu merindukan disah.


Sedangkan di tempat amir berada sekarang...


"Silakan duduk kang,ada perlu apa 'ya? seo'rang wanita berpenampilan cukup menggoda dihadapan amir.


"Saya kemari ada perlu dengan ayahmu,apa beliau ada? amir to the point.


"Oh...kirain,akang kemari mau bertemu dengan saya" ucapnya dengan nada menggoda.


Marni,wanita ini anaknya rekan kerja amir.Selama ini marni begitu tergila gila dengan amir,dia selalu berusaha menggoda amir.Tapi amir sama sekali tidak tertarik dengan wanita itu.Ayahnya marni mempunyai sebuah toko material bangunan,dan sudah sejak lama amir bekerja sama dengan'nya.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...🙏😇😘

__ADS_1


__ADS_2