
Hujan turun membasahi bumi,memberikan kesejukan serta menguarkan aroma wangi tanah yang khas dan menenangkan,ke segala penjuru arah.Akan tetapi,semua itu tidak berlaku bagi wanita cantik yang kini tengah sangat berduka,tidak ada kesejukan apalagi ketenangan dihatinya.
Berhubung arus sungai nya tidak kuat sore ini pun jenazah amir dan pak kardi sudah berhasil di evakuasi,tidak terlalu sulit memang.Jenazah mereka terhimpit dan terperangkap di dalam mobil,hanya badan amir saja yang keluar setengah bagian,musa bahkan sampai tak sadarkan diri,melihat kondisi mayat amir yang sangat mengenaskan,bagaimana tidak? besi beton itu masih setia menancap di dada sang adik.
Namun,pak bambang harus merelakan truck nya.Karena peralatan yang kurang memadai truck itu pun belum berhasil di evakuasi,dan...entah akan dilanjutkan atau tidak.
......................
Jenazah amir sudah tiba dikediaman nya,menurut rencana sore ini pun akan langsung dikebumikan tidak perduli walau rintik hujan masih turun.
Proses pemandian dan pengkafanan jenazah sudah selesai,musa dan soni lah yang memandikan lalu mengkafankannya,di bantu ustadz setempat serta pak bambang.Mirah tidak ikut andil dalam prosesi itu,karena meskipun ia istrinya,tetapi ada aturan yang dipatuhinya jenazah laki laki oleh laki laki,sedangkan perempuan oleh perempuan juga,ditambah mirah beberapa kali tak sadarkan diri.
Setelah semua beres,jenazah pun di sholati di masjid terdekat,lalu setelanya semua tetangga,saudara serta mirah dan anak anaknya membacakan ayat suci alqur'an sambil nenunggu penggalian kubur selesai.
Lelehan air mata masih setia menuruni pipi mulus mirah,wanita itu masih tak percaya sang suami sudah kembali kepangkuan sang MAHA kuasa.
"Akang...kenapa akang tega meninggalkan aku dan anak anak? bukannya kang amir sudah berjanji akan menjemputku pulang dari rumah kak disah,lantas...mengapa akang malah pergi ke tempat yang tak bisa ku ikuti?" disela isak tangisnya mirah berucap lemah dan sendu.
"Bu...kenapa bapak ninggalin kita,padahal nana kan selalu jadi anak baik.Nana masih kepengen main main sama bapak," nana mendongak menatap sang ibu dengan air mata yang mengalir ke pipinya.
"Oh,nana.Sayangku,ini memang sudah takdir sang MAHA kuasa,nana dan kak soni tetaplah jadi anak yang baik,selalu do'akanlah bapak agar mendapatkan tempat ter'indah di sisi Alloh," ucapnya berusaha memberikan kekuatan untuk anak anaknya,namun hatinya sendiri tak sekuat itu.Mirah begitu rapuh dan menyedihkan.
"Ya Allah...apakah takdirku memang harus selalu begini? ditinggalkan suami.Meskipun caranya berbeda?" ratapnya dalam hati.
__ADS_1
Tak lama,petugas penggali kubur pun mengabarkan bahwa liang lahat sudah siap berhubung waktu pun sudah memasuki waktu maghrib,mereka memutuskan untuk menunaikan sholat maghrib terlebih dahulu.
Selesai sholat mereka pun langsung menuju pemakaman,iring iringan yang mengantar jenazah ke peristirahatan ter'akhirnya begitu banyak.Sesampainya di sana,jenazah amir pun diturunkan.
Setelah diadzankan semuanya kembali ke atas dan mulai menutupi liang lahat itu dengan tanah,dilanjutkan dengan do'a talqin mayit yang di pimpin pak ustadz.
......................
Setelah semua prosesi pemakaman selesai semua orang kembali ke rumahnya masing masing.Termasuk mirah dan keluarganya,disah dan musa menginap untuk menemani mirah.
"Mirah...sudah,jangan lah kamu terus terusan terpuruk seperti ini.Ikhlaskan amir,supaya dia tenang disana.Fikirkan anak anakmu juga,kalau kamu begini terus kasihan mereka," dengan lembut serta penuh kasih sayang disah mencoba membangkitkan kembali semangat mirah.
Disah begitu sedih melihat mirah yang terpuruk,adiknya itu jelas sedang amat sangat rapuh.Menguatkan nya dan memberikan semangat adalah jalan satu satu nya untuk saat ini.
Mirah mengangguk,lalu dia pun mengajak nana untuk menunaikan berjamaah sholat,dengan disah sebagai imam nya,dikarenakan soni dan musa sudah melaksanakan nya di mesjid.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu pun terus berlalu,tak terasa kini sudah empat puluh hari berlalu sejak kematian amir,hari hari mirah lalui bersama kedua anaknya.Tentu saja dengan kehampaan hati yang mendera nya,mirah selalu berusaha kuat dan tegar di hadapan kedua buah hatinya,ia tak mau terlihat menyedihkan.
Suatu hari mirah membuat sebuah keputusan...
"Soni,nana...kemarilah,ibu mau bicara sesuatu," ucap mirah sore itu.
__ADS_1
"Kenapa bu? ada apa?" penasaran,itulah yang ada dihati nana dan soni.Ada apakah gerangan sang ibu memanggil mereka berdua.
"Begini son...hari ini ibu sudah mengambil keputusan,ibu mau kembali tinggal dirumah emakmu di curug taneuh." ucap nya sendu
Sejenak soni terhenyak,lalu sebuah pertanyaan pun meluncur dari mulut nya.
"Kenapa memangnya bu? apa ibu mau meninggalkan soni? apa karena bapak sudah tidak ada,lalu ibu mau membuang soni?" dengan mata berkaca kaca soni bertanya,ia merasa mirah membuangnya dan sudah tak sayang lagi padanya.
Mirah dan nana yang mendengar itu pun refleks menggelengkan kepalanya,lalu memeluk soni.
"Kak soni jangan bicara seperti itu,nana sama ibu sangat menyayangi kakak" ucap nana lirih.
Mirah mengangguk,mirah melepaskan pelukan nya lalu memegang bahu soni lembut ia menatap dalam mata soni.
"Tidak,jangan pernah berfikiran seperti itu nak," mirah menggeleng "ibu sangat menyayangi kamu soni,ibu tidak ada niatan sama sekali membuangmu,justru ibu akan membawamu bersama kami ke curug taneuh,soni tinggal sama ibu 'ya," bujuknya.
'Haaahhh...' entahlah bu,soni masih bingung.Satu sisi soni tak mau berpisah dengan ibu dan adik,satu sisi lagi di rumah inilah soni tumbuh besar bersama bapak,banyak kenangan indah yang kami lewati di sini." soni menghela nafas,matanya menerawang sendu.
.
.
.
__ADS_1