Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Ratna hilang part 2


__ADS_3

Lorong gelap,basah,dan sempit,menjadi saksi bisu jerit tangis ketakutan seorang gadis belia yang terdengar begitu memilukan.


"Ibuuuu,emaaakk,bapaakk...! hiks~hiks,tolong nanaaaa," gadis kecil itu menangis histeris,namun malang baginya tak ada siapapun yang bisa mendengar suara jeritan nya.


Ciit...ciit...ciit


"Ahh! suara apa itu?" ringisnya ketakutan


"Ahhhhh!! ti-tikuuussss!!" teriaknya,Ratna berjingkat kesana kemari demi menghindari tikus tikus tersebut yang seakan mendekatinya.


"Siapa saja tolooonggg! hu~hu~hu...,"


Ratna Manggala tak hentinya menjerit dan menangis,dan ketika dirinya tengah menangis terdengar suara langkah kaki seseorang yang mendekatinya.


"Siapa disana? bisa tolong Nana 'gak,kesini?" ucapnya,dia begitu berharap ada seseorang yang bisa menolong dirinya


Namun ternyata semua tak seperti harapannya,


"Heii bocah,mengapa kau berisik sekali 'hahh?" bentak seseorang dengan pakaian hitam serta wajahnya ditutupi dengan cadar hitam,dan ia pun menggunakan penutup kepala.


"Siapa kamu?" tanya Ratna yang gemetar ketakutan


"Kau tidak perlu tahu siapa aku,yang jelas aku akan menuntut balas,atas semua perbuatan yang orang tuamu lakukan," ucapannya begitu penuh tekanan dan tentu saja sangat menakutkan ditelinga gadis kecil itu.


"Orang tua? maksudnya ibunya Nana ? memangnya ibu salah apa?"


"Kau! dan orangtuamu sudah membuat seseorang menjadi SAKIT!" ucapnya dengan melotot tajam,sehingga membuat gadis kecil dihadapannya menciut ketakutan


"Tolong,lepaskan Nana,Nana takut disini,lagipula Nana tidak mengerti sama sekali dengan kesalahan kesalahan yang kau maksudkan," ujarnya penuh harap


"Ha ha ha ha,bocah sialan! kau fikir aku akan melepaskan mu? cih! jangan harap,aku ingin menikmati penderitaan mu dan orangtuamu,khususnya ibumu!"


"Sekarang,cepat kau makan ini," dia menyeringai di balik cadarnya,ketika menyerahkan sepiring makanan ke hadapan Ratna.


"Makanan apa itu...? hiyyyyy...!" Ratna bergidik ngeri ketika melihat hewan gendut menggeliat dipiring yang disodorkan kepadanya



"Cepat makan!" hardik si manusia misterius itu


Ratna menggelengkan kepalanya,ia menutup mulutnya rapat dengan kedua telapak tangan,namun orang misterius yang menyekapnya terus saja memberikan paksa piring tersebut kepada Ratna, supaya anak itu memakan nya.


"Tidak! Nana gak mau makan itu,ih...geli,takut,!" jerit nya ,ia terus mundur ke belakang hingga mepet ke dinding lembab tersebut.


"Ayo anak manis,makan ini,ini enak lhooo...hihihihahaahaha," ucapnya memaksa,lantas dia pun tertawa dan terdengar menakutkan ditelinga Ratna,


"Gak mauuu!" Ratna membuang wajah nya kesamping sambil menutup mulutnya

__ADS_1


"Cepat,buka mulutmu!" bentak manusia misterius itu memaksa


Ratna terus menggelengkan kepalanya,akan tetapi malang baginya orang misterius itu dengan sangat kasar membuka paksa mulut gadis kecil tersebut


"Agghhhhh,hmmppp,gak mauuuu!" jeritnya menggema dilorong gelap nan lembab itu


***


Hari sudah mulai gelap,namun Mirah,disah dan Musa belum berhenti mencari Ratna,begitupula dengan Herman,laki laki itu pun turut mencari putrinya,meskipun sebelum itu ia sempat "bersenang senang" dulu dengan rohanah,dan Mirah benar benar sudah tidak peduli akan hal itu,karena rasa cintanya untuk Herman benar benar sudah hilang tak berbekas.


Kali ini pencarian dilakukan dihutan dekat pesawahan luas yang juga dekat jalan yang biasa dilalui Ratna ketika pulang sekolah,ya jalan itu adalah jalan setapak yang biasa dilalui orang orang.


"Hahh,ratnaa...,"


Mirah menghela nafas berat,matanya sembab sebab terlalu banyak menangis


"Mir,sebaiknya kita pulang dulu sekarang,nanti malam kita lanjut pencarian lagi,kita lapor pak RT dan meminta bantuan warga," ucap disah,ia merasa begitu iba kepada Mirah,sekaligus merasa sangat khawatir terhadap gadis kecil kesayangan nya.


"Tapi kak..,"


"Mir...,dengarkan kak disah mu,sebaiknya kita pulang sekarang,dan menunaikan kewajiban,lalu berdo'a memohon pertolongan keada Allah,sebab hanya DIAlah sebaik baik penolong," ujar Musa memberikan pengertian kepada mirah,dibalik hatinya yang juga sangat gelisah dan khawatir dengan keadaan Ratna.


"Hmmm,ya sudah..," ucap mirah lesu


Akhirnya mereka pulang untuk sementara,nanti malam rencananya pencarian akan dilanjutkan kembali.


***


Selesai menunaikan ibadah sholat Maghrib Musa dan Mirah kemudian mendatangi rumah pak RT,dengan tujuan untuk meminta bantuan pencarian ratna,dan Alhamdulillah nya dengan senang hati pak Rt setuju untuk memberikan bantuan,dengan segera beliau memberitahukan kepada warga untuk membantu keluarga Musa mencari Ratna.


Para warga dengan sigap membantu,ada yang membawa kentongan ada yang membawa lampu petromaks,ada juga yang membawa senjata tajam,bukan apa apa,mereka hanya takut bertemu dengan penjahat atau hal berbahaya lainnya,itulah mengapa mereka mengantisipasinya dengan cara seperti itu.


"Kita mulai mencari Ratna dari sini," ujar pak RT memberikan arahan kepada warganya.


Pencarian pun dilakukan,dimulai dari area sekolah,karena Ratna hilang setelah bubar jam sekolah,dan mengingat dibelakang sekolah terhampar Padang ilalang serta semak semak yang banyak nan rimbun.



"Bismillahirrahmanirrahim,mari kita mulai pencarian," pak RT memimpin pencarian malam itu


"Maaf pak RT,bukankah sebaiknya kita berpencar?" usul mang karja


"Hmm,betul juga usul mang karja itu," pak RT membenarkan


"Baiklah,kalau begitu mari kita menyusuri Padang ilalang ini dengan berpencar," lanjut pak RT.


Mereka menyusuri Padang ilalang belakang sekolah tanpa terlewat sedikitpun,namun tempat itu tidaklah semulus yang dikira,banyak jebakan berupa tanah berlobang yang sewaktu waktu bisa mencelakakan.

__ADS_1


Dan akhirnya pencarian pun dibagi menjadi tiga kelompok,kelompok pak RT empat orang,kelompok Musa lima orang,dan kelompok mang karja tujuh


orang.


Mereka berpencar,menyusuri setiap jengkal Padang ilalang tanpa terlewat,sambil berteriak memanggil manggil nama anak itu.


"Ratnaaa!!,dimana kamu naak?!"


"Ratna Manggala!!,kamu denger ibu gaaak!,ibu disini mencari kamu sayang!!"


"Nana sayaaangg,ini emaaakkkk!!,mari kita pulaanggg!!"


Trong...trong...trong...


Suara kentongan dipukul pukul,berharap jika gadis itu ada disana dia bisa mendengarnya.


Srukk...srukk...srukk


Suara ilalang yang terlewati menimbulkan suara gemerisik yang ramai


"Kak,coba lihat di depan,ada pohon besar yang hanya satu satunya," tunjuk Mirah kepada Musa dan disah


"Hmm,iya,kau benar Mirah,"


"Bagaimana kalau kita kesana," ajak Mirah


"Mari..." Musa dan disah serta Herman pun mengangguk.


Mereka pun melangkah dengan hati hati,mengingat ilalang itu tingginya sedada orang dewasa


"Hati hati...," Musa memperingatkan


Namun,Mirah yang agak kesulitan berjalan akibat ilalang yang tinggi ia tertinggal di belakang,sehingga tak bisa melihat jalan yang dipijaknya dan agak melenceng dari yang lainnya.


"Mirah,ayo cepat!" disah yang menyadari Mirah tertinggal dan tak terlihat dibelakangnya segera berhenti


"Iya kak,sebentar.Agak susah berjalan disini,"


Namun sesuatu hal tak terduga pun terjadi...


Krosakkk...


"Argghhh!"


.


.

__ADS_1


__ADS_2