Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Cemburu? entahlah...


__ADS_3

Cu'eng berjalan menuju kantin mirah,dengan desiran desiran hangat dihatinya,entah apa sebenarnya yang dirasakan untuk ibu satu anak itu,ia juga belum terlalu mengerti,dan itu sangat wajar,mengingat diumur nya yang sekarang cu'eng belum pernah sekalipun merasakan dicintai atau pun mencintai se'orang kekasih,itu sebab dirinya yang terlalu dingin dan cu'ek,ditambah lagi sedari remaja ia sudah disibukkan dengan membantu pekerjaan sang kakak ya'itu pak rahardjo,di tambah sekarang dirinyalah yang mengelola bengkel mobil terbesar di kota bandung itu,mana ada waktu untuknya berpacaran atau semacamnya.


Namun,ketika dirinya pertama kali bertubrukan dengan mirah secara tidak sengaja,tiba tiba saja desiran desiran hangat itu ada,ia merasakan sesuatu di hatinya yang selama ini tak pernah dirasakan nya.


Mirah adalah wanita yang cantik dan anggun,wanita itu memiliki banyak pesona dalam dirinya.Belum lagi suaranya yang mengalun syahdu apabila sedang berbicara,itu semua membuat cu'eng tak pernah berhenti memikirkan wanita itu.


"Khemm" si pria salju berdehem,ketika dirinya sudah sampai di kantin,ia melihat si pelaku utama yang selalu merasuki dan mengganggu hati serta fikiran,tengah sibuk melayani orang orang yang makan di sana dan memunggunginya,jadi mirah sama sekali tidak menyadari kehadiran orang orangan salju itu.


Refleks mirah menengok ketika mendengar deheman seseorang di belakangnya.


"Ya...,anda mau sarapan atau apa?" tanpa diminta cu'eng,mirah langsung menawari pria itu.Fikirnya,jika ada orang datang ke kantin pastilah mau makan atau sekedar ingin minum kopi dan teh.


"Hm,aku mau roti bakar coklat,dan taburan keju di atasnya." dengan segera ia mengucapkan keinginannya,cacing di perut memang sudah memberontak,ia sudah sangat lapar sekarang.


"Tunggu sebentar," mirah segera menyiapkan roti bakar pesanan cu'eng,aroma margarin dan roti yang dibakar menguar di udara,belum lagi aroma coklat dan mentega yang begitu menggoda.

__ADS_1


Tak lama makanan itu pun segera tersaji di hadapan cu'eng,yang sudah menunggu dan duduk di kursi.


"Minumannya mau apa?" tanya mirah lagi


"Teh tawar panas," jawabnya sesingkat mungkin.


Mirah kemudian mengambil teh tawar yang masih mengepul panas,bau teh itu begitu harum dan sangat pas di nikmati dengan roti bakar coklat keju,yang sedang dinikmati cu'eng.


"Teh mirah,saya mau nambah lauknya dong." ujar seorang pemuda dengan senyuman semanis mungkin,yang ternyata ia adalah salah seorang pekerja di bengkel, dan sedang menyempatkan dirinya untuk sarapan.


"Haduuuhh,teh mirah.Senyumannya,bikin saya meleleh," ucap pemuda itu terus terang.


Tiba tiba...


Bletakkk!

__ADS_1


"Aduuhh,sakit sekali jidatku,siapa yang berani melemparkan sendok ini kepadaku,kurang ajar banget,gak ada sopan santunnya!" ucapnya menggerutu,sambil mengusap ngusap jidatnya yang sakit.


Sedangkan si pelaku hanya acuh saja,hatinya merasa dongkol dan sangat sebal ketika mendengar pemuda itu menggombali mirah.


"Siapa yang melemparkan sendok ini padaku?!" teriaknya,ia menatap satu persatu orang yang sedang makan disana.


"Pak bos" ujar seseorang menyikut pemuda yang tengah mencari kebenaran itu.


"Heh,pak bo...,hah! apa?" ia sangat kaget


"Iya,tuh,pak bos yang melemparmu dengan sendok." ujar teman si pemuda itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2