
Terlihat seorang laki laki seumuran herman sedang duduk dibangku pojokan taman,semenjak tadi matanya tak lepas dari sosok cantik nan anggun yang baru datang,jiwanya meronta ronta ingin segera berkenalan.Dengan memberanikan diri ia mendekati mirah dan mengajaknya berkenalan.
"Hay...boleh kenalan?" sapa laki laki itu dengan senyum manisnya, "saya karwan" lanjutnya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Mirah tersenyum manis dan mengangguk tak dipungkiri mirah juga terpesona dengan ketampanan dan kegagahan laki laki yang baru saja mengajaknya berkenalan.
"Saya mirah kang...," ucapnya memperkenalkan diri sambil menyambit uluran tangan karwan.
Sedangkan herman dan rohanah hanya memandang dua orang yang sedang saling melempar senyum itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
Tanpa siapapun yang mengetahuinya ternyata rohanah merasa sangat iri dengan kehidupan mirah yang begitu sangat beruntung dimatanya,mirah yang selalu dimanjakan serta diberi limpahan kasih sayang oleh dori membuat sifat iri hati rohanah menjadi dominan.
Jadi ketika rohanah melihat mirah didekati laki laki tampan nan gagah keirian rohanah semakin menjadi jadi,apalagi terlihat laki laki itu sangat mapan ditilik dari penampilannya.
Rohanah mengepalkan tangan dengan sorot mata tajam diapun mendengus "Tidak akan kubiarkan dia mendapatkan laki laki itu!" bathinnya.
********
Waktu berlalu dengan cepat di tak terasa hubungan mirah dan karwan pun berjalan hampir lima tahun,keluarga dari dua belah pihak sudah sama sama mengetahui dan menyetujuinya dan sebentar lagi mereka akan melangsukan pernikahan.
Hingga satu malam yang nahas pun terjadi,rohanah datang ke kamar karwan yang malam itu sedang menginap dikediaman mirah.
Jam menunjukan pukul satu dinihari seisi rumah sudah terlelap dan mengarungi mimpi indahnya,tapi tidak dengan karwan yang masih terjaga entah kenapa ia menjadi sulit tidur.Tiba tiba tanpa karwan duga "ceklekk" pintu kamar yang dia tempati terbuka begitu saja,karwan yang sedang duduk menyender diranjang pun terkejut,mendengar pintu kamarnya terbuka.ia belum menyadari siapa yang datang ke kamarnya karena terhalang kelambu tempat tidurnya.
"Kang karwan..." suara yang manja dan mendayu memanggil namanya,karwan yang mengenali suara itupun langsung menyibakan tirai kelambunya, "Glekk" karwan menelan salivanya dengan susah payah.Penampilan rohanah dihadapannya membuat karwan jadi salah tingkah,rohanah tersenyum menggoda dengan hanya menggunakan kain tipis yang dililitkan ke badannya,membuat gundukan rohanah terlihat menyembul dan tonjolan kecil itu terlihat jelas,karwan menjadi panas dingin di buatnya.
"A-ada apa han?" tanya nya terbata.
__ADS_1
"Kang karwan belum tidur?" tanya rohanah, "saya mau minta tolong kang,tolong oleskan minyak gosok ini ke punggung saya,rasanya...badan ini pegal pegal sekali! tadinya saya mau minta bantuan mirah tapi dia sudah tertidur" lanjutnya.
Tanpa dipersilahkan karwan rohanah langsung naik keranjang karwan dan telungkup,ia mnurunkan separuh lilitan kainnya membuat punggung mulusnya terexpose "Ayo kang...,tolong oleskan minyak gosok ini ke punggu saya!" ucap rohanah dengan senyum menggoda.
Seperti kerbau di cocok hidungnya karwan tak bisa menolak,ia langsung menuruti permintaan rohanah dan ikut naik ke atas ranjang,ia menuangkan minyak gosok ketangannya lalu mengambil posisi duduk bersedeku diatas dua bongkahan menggemaskan milik rohanah,posisi itu memudahkan ia untuk mengoles dan memijat punggung rohanah.
Dengan tangan gemetar dan sesuatu dibawah sana sudah menonjol minta dikeluarkan dari sangkarnya serta keringat dingin bercucuran,karwan mulai mengoles dan memijat punggung rohanah dengan perasaan yang tak karuan.karwan adalah laki laki normal dan selama berhubungan dengan mirah ia tak pernah melakukan hal hal diluar batas,sebab mirah sangat menjaga dirinya.Namun ketika rohanah datang ke kamarnya ia seperti mendapatkan oase di padang pasir,karwan faham rohanah sengaja datang ke kamarnya untuk menggoda dirinya.
"sshhh..."rohanah mendesah ketika karwan menduduki bongkahan bagian belakangnya,ia merasakan tonjolan milik karwan seperti menusuk nusuk manja area belakangnya itu ditambah dengan sentuhan sentuhan karwan dipunggung dan lehernya membuat rohanah terbuai.
Nafas karwan sudah memburu jiwa kelelakiannya sudaj meronta ketika dia sudah terpancing ******* rohanah,dan rohanah? jangan tanyakan itu,bahkan sejak dia memutuskan untuk datang ke kamar karwan dengan memakai pakaian minim dan membayangkan adegan panas dirinya dan laki laki itu membuat bagian area intimnya menjadi basah,jadi ketika karwan menyentuhnya tadi sebenarnya nafsu rohanah sudah naik,jadi desa**n itu lolos begitu saja dari mulutnya.
Ketika nafsu keduanya sudah tak terkendali mereka tak bisa menahan lagi,dan terjadilah hal memalukan yang tidak sepantasnya mereka berdua lakukan,******* dan erangan kenikmatan ditengah deru nafas dua insan yang sedang memadu cinta itu seolah menjadi musik pengiring kegiatan mereka.
Mirah yang terbangun karena merasa haus ia melangkahkan kaki nya kedapur untuk minum,namun ketika langkahnya tepat di depan kamar karwan mirah seketika berhenti telinganya mendengar sayup sayup rintihan kenikmatan nan sensual yang menggelitik telinganya,lalu ia melangkahkan kakinya mendekati pintu kamar karwan.
"M-mirah!!" kaget karwan dengan terbata sedangkan rohanah hanya menarik sudut bibirnya sinis.
"Ceceu...kang karwan...apa yang sedang kalian perbuat?" suara mirah tercekat iapun tak kuasa menahan tangisnya.
"JAWAB AKU KANG!!! KAMU TEGA MENGHIANATIKU DENGAN MALAKUKAN HAL MENJIJIKAN ITU BERSAMA PENGASUHKU!!!" Akhirnya mirah meluapkan emosinya dengan air mata bercucuran,hatinya hancur berkeping keping.
" Maafkan akang mir...akang khilaf!" karwan beringsut mendekati mirah.
"STOPPP!!! AKANG DIAM SAJA DISITU,AKU JIJIK SAMA KAMU KANG!!"
Dikamarnya dori terbangun,ia merasa terganggu dengan suara ribut ribut di rumahnya,dengan tergesa ia keluar dari kamarnya dan jelaslah ia mendengar keributan itu dari arah kamar tamu,kamar yang ditempati karwan.
__ADS_1
"Ada apa i...ni?!" ketika ia masuk kedalam kamar dori terkejut,pertanyaannya seperti tertahan ditenggorokan.melihat mirah yang berantakan dengan air mata bercucuran serta dua insan yang hanya tertupi selimut di sebuah ranjang dihadapannya jelaslah ia faham apa yang sebenarnya terjadi.
"PERGI KAMU DARI RUMAH SAYA!!!" Teriaknya, "saya gak nyangka kalian melakukan hal semenjijikan ini dirumah saya!" lanjutnya. "Dan ya' bawa serta perempuan itu,nikahi dia!!" tegasnya menujuk rohanah dengan nafas memburu dan sorot mata tajam.
"Ayo mir,pergi dari kamar ini" dengan lembut dan tatapan sendu dori mengajak mirah untuk meninggalkan kamar terkutuk itu.
\*\*\*\*\*\*
Semenjak kejadian malam itu mirah selalu murung ia sangat sedih,bagaimana tidak ia sudah menjalin hubungan selama hampir lima tahun dan akan segera menikah tapi dengan sekejap karwan menghancurkan semuanya.
Begitupula dengan herman ia sangat terpukul dengan kejadian ini rohanah kekasih yang dicintainya dengan tega mengkhianatinya hanya karena harta dan takhta,sudah berbulan bulan herman dan mirah terlarut dalam kesedihan hingga suatu hari sesuatu hal me yadarkan herman.
Siang itu mirah sedang duduk merenung dibawah rindangnya pepohonan dekat pabrik sabun tempat kerja herman,rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai dan berkibar diterpa angin mirah begitu cantik,herman yang melihatnya dari kejauhan terpana melihatnya hingga ia memberanikan diri mendekatinya.
"Neng mirah..." sapanya.
.
.
.
.
.
Like dan komennya jangan lupa ya,vote juga ok😊
__ADS_1