
Siang menjelang,kini Mirah sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan makan siang,dengan cekatan ia segera menyiapkan bahan bahan yang akan dimasak nya,siang ini ibu satu anak itu akan memasak sup ayam kentang,tahu isi,dan sambel jamur liar,yang kebetulan dibawa disah dari gunung,jamur liar yang biasa disebut(supa rampak) dalam bahasa Sunda,memang sangatlah lezat apabila dibuat sambal,rasanya yang gurih alami memang sangatlah cocok dimasak seperti itu.
Mirah mengambil ayam bagian dada,lalu difilet nya setelah itu dagingnya dicincang halus,selanjutnya Mirah mengambil wortel yang sudah dikupas lalu di potong dadu kecil kecil,tak lupa bawang daun yang dirajang,kemudian ia mencampur semua bahan dengan bumbu bumbu yang telah dihaluskan sebelumnya,yaitu terdiri dari bawang putih,merica dan garam serta sedikit penyedap dan gula,
Jemari lentiknya dengan lincah mengambil sesendok demi sesendok adonan daging cincang itu dan memasukannya kedalam tahu pong,setelah semuanya selesai kemudian ia pun mengukusnya,sembari menunggu tahu isi itu matang mirahpun beralih ke bahan bahan untuk membuat sup,dan begitulah kegiatan Mirah siang ini yang tengah sibuk,ia melakukan semuanya sendiri hingga selesai dan tertata rapi dimeja makan,dan tinggal menunggu semuanya untuk makan siang bersama,biasanya setelah melaksanakan sholat Dzuhur mereka baru akan makan.
"Sudah masuk waktu Dzuhur,mengapa Ratna belum kembali 'ya," Gumam Mirah,yang terus bolak balik melihat ke arah jalan yang biasa dilalui Ratna ketika pulang sekolah,Kini hatinya merasa begitu resah karena tak biasanya anak itu pulang terlambat seperti ini.
Saat Mirah tengah gelisah,Musa dan disah serta Herman sudah selesai melaksanakan sholat Dzuhur,sedangkan Rohanah? jangan tanyakan,wanita itu sejak seminggu lalu sudah pulang kerumah Mak nenah pasca insiden penganiayaan yang dilakukan suaminya,istri siri Herman tersebut pergi tanpa pamit dengan membawa gemuruh kebencian di dadanya,karena semakin hari Herman semakin tak memperdulikan dirinya,malah ia gencar mendekati istri sah nya yaitu Mirah,dan laki laki itu juga sangat sibuk merayu Ratna yang kini dirasa Herman selalu menjauhi dirinya.
"Kamu kenapa 'mir?" melihat Mirah yang terus mondar mandir ternyata membangkitkan rasa penasaran dihati disah
"Emm...,ini kak,Nana belum juga pulang,padahal biasanya kalau jam seperti ini anak itu sudah bersama kita 'kan,?" Mirah menatap disah,seolah meminta wanita baik itu mengakui perkataannya barusan.
"Hmm,iya.Kau benar," Gumam disah, yang kini hatinyapun dilanda kekhawatiran.
"Coba kau tanya Neneng 'mir," usul Musa
"Hari ini Neneng tidak masuk sekolah,tadi pagi ibunya kemari menitipkan surat untuk guru,katanya anak itu demam semalaman," ujar Mirah lesu
"Lebih baik kita makan dulu sekarang,masalah Nana nanti akang yang akan menyusulnya kesekolah,siapa tahu anak itu sedang ada pelajaran tambahan," Herman memberikan saran
"Iya 'mir,sayang makanan nya,nanti keburu dingin," disah menambahkan
Dengan lesu dan perasaan tak menentu,akhirnya Mirah pun ikut makan,namun sia sia seleranya sekarang sudah hilang,ia hanya makan sesuap itupun dipaksakan.
"Aku sudah selesai,pamit ya 'kak,Mirah mau kesekolah dulu nyusul Nana," dengan tergesa gesa Mirah segera berangkat ke sekolahan menyusul Ratna
"Tu-tunggu mir!,aku ikut," Herman pun buru buru menyelesaikan makan nya,kemudian segera menyusul Mirah
***
Dengan langkah cepat Mirah berjalan menuju sekolahan,hingga Herman yang mengikutinya di belakangpun merasa kewalahan mengikuti langkah kaki istrinya
"Cepat sekali kau berjalan,tunggu lah aku,!"
"Untuk apa kau mengikutiku? biarlah aku yang mengurus Ratna,aku sudah terbiasa melakukan nya sendirian," ucap Mirah ketus,
__ADS_1
"Jangan begitu dong,Ratna juga putri 'ku," jawab Herman kekeuh
"Terserahlah," ucap Mirah pada akhirnya,bukan waktunya berdebat! fikir Mirah.
Setengah jam kemudian pasangan suami istri dipaksakan itu pun sudah sampai disekolah,dengan segera mereka mencari ke ruangan kelas Ratna,namun ternyata nihil,sebab semua kelas sudah kosong,kepanikan semakin menjadi,kini mirah menuju ruang guru.
"Akang cari kesebelah sana 'ya," ujar Herman meminta persetujuan istrinya
"Iya terserah kau saja," jawab Mirah pendek
Dengan langkah cepat Mirah segera menuju keruang guru...
"Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumussalam," jawab dari dalam
"Eh,buk Mirah,mari silakan masuk," ujar sang guru ramah,yang kebetulan hanya beliau yang belum pulang
Setelah dipersilakan duduk,tanpa basa basi Mirah pun langsung bicara ke intinya.
"Begitu pak...," ujar Mirah setelah beebicara panjang lebar
"Dan lagipula,untuk sekarang ini sedang tidak ada pelajaran tambahan," ucap sang guru menambahkan
Mirah menggigit bibirnya,ia kini merasa benar benar khawatir dan sangat ketakutan,takut sesuatu yang buruk menimpa putrinya tercinta.
"Bak pak,terimakasih atas waktu nya.Kalau begitu saya permisi dulu," pamit Mirah,sekarang dirinya benar benar bingung harus mencari Ratna kemana lagi.
"Ini kang Herman kemana lagi? katanya mau mencari Nana,tapi malah hilang gak jelas itu orang," gerutu Mirah sebal
"Apa jangan jangan...?"
Dengan tergesa Mirah menuju tempat yang diperkirakan ada Herman disana
Dan ternyata dugaannya sangat tepat,ia melihat sandal Herman diluar rumah Rohanah,pintu itu tidak tertutup rapat.
"Assalamu'alaikum,kang herman,Rohanah!" Mirah memanggil manggil nama kedua orang itu namun tidak ada jawaban
__ADS_1
Mirah pun masuk kedalam,di dalam rumah pun sangat sepi.
"Kemana kang Herman? katanya mau mencari Ratna," gumam Mirah kesal
Mirah mencari cari hingga kedalam,namun ternyata tidak ada siapapun disana,kemudian ia memutuskan untuk tidak peduli dengan yang dilakukan suaminya dan kembali fokus mencari Ratna,dengan tergesa ia segera keluar dari rumah itu dan kembali menanyakan kepada warga sekitar,barangkali melihat Ratna.
Namun,Mirah samasekali tidak mendapatkan informasi,karena rata rata mereka tidak melihat Ratna.
Deg...deg...deg!
Jantung Mirah berdebar kencang,kakinya gemetar ia merasa lemas dan tak sanggup berjalan,
Brukk...
Mirah ambruk terduduk lesu di atas hamparan rerumputan luas belakang sekolah
"Ratnaaaa,dimana kamu naaak?" ucapnya lirih, dengan air mata yang sudah menggenang dipelupuk mata.
Ketika Mirah sedang berusaha menenangkan hatinya samar samar terdengar suara tertawa yang sangat renyah seorang perempuan,dan itu seperti dari arah semak semak dibelakang mirah.
Mirah berdiri kemudian ia melangkah dengan perlahan,menuju semak semak tersebut
Ketika sampai,Mirah menutup mulut tak percaya,apa yang dilihatnya membuat ia malu sendiri
"Dasar manusia manusia tak punya malu," gumamnya
sinis
Yang dilihat Mirah memanglah hal yang sangat memalukan,disana dua sejoli yaitu Herman dan rohanah tengah bercumbu mesra,saling menautkan jari jemari nya,pemandangan itu sukses membuat Mirah merasa muak.
"Disaat seperti ini,sempat sempatnya kau berbuat mesum," Mirah mencibir kemudian melangkah kan kaki pergi dari sana,tanpa berniat mengganggu mereka samasekali,kali ini ia sudah masabodo dengan papun yang dilakukan laki laki itu dan Rohanah.
***
Di suatu tempat...
"Hikssss,ibuuu...! tolong Nana,disini gelap,badan Nana sakiiittt!" teriak gadis malang itu
__ADS_1
.
.