Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
kembali


__ADS_3

"Apa apa an ini,hah?!" ucap salah seorang serdadu itu marah


"Kami menginginkan snjata kalian,cepat serahkan!" bentak pak sunhawi


Kemudian para serdadu itu bangkit,karena merasa sedang terancam mereka pun segera melepaskan ikatan dipinggang masing masing,lalu bersiap menyerang dengan senjata yang mereka bawa


"Dasar kalian pemuda pemuda extrimist,kalian ini mau mati hahh?!" ucapnya menodongkan senjata


"Mister tidak lihat? kami ini sudah tua tidak muda lagi," balas pak sunhawi


"Dasar kalian pemberontak kurang ajar,tembakkk!" perintahnya kepada para anak buah dibelakang nya


Para serdadu yang berjumlah delapan orang itu kemudian menarik pelatuk dan melepaskan tembakan ke arah pak sunhawi dan temannya,namun dengan gesit ia mengelak dan merunduk menghindari tembakan itu,para serdadu itu hanya bisa menembaak lain halnya dengan kelompok pak sunhawi ,mereka adalah pejuang yang dibekali dengan ilmu beladiri yang mumpuni


Ketika peluru peluru menghujani mereka,dengan lincah seorang di kelompok pak sunhawi merunduk dan menyelinap ke dekat batu lalu kemudian mengambil ancang ancang dan melayangkan tendangan pararel nya ke tangan para serdadu yang sedang memegang senapan,sehingga otomatis senjata yang mereka pegang terlempar,dan orang orang itu merasakan sakit yang luar biasa dipergelangan tangan


"Argghhh! dasar kalian orang pemberontak kurang ajar 'hah? mau mati hah?" ucapnya sambil melyangkan senapan nya ke arah orang orang pak sunhawi,namun sekali lagi mereka adalah orang terlatih yang dengan mudahnya menghindar


"Kelompok dua,kemari dan bergabunglah bersamaku!"teriak pak sunhawi,kali ia tengah sibuk berkelahi dengan seorang serdadu yang lumayan tangguh,ia melayangkan tinju nya ke arah dada kiri musuh,namun itu bisa ditangkisnya,disusul si musuh melayangkan tendangan nya ke arah vital pak sunhawi dan ia pun berhasil mengelak,hingga akhirnya serdadu itu geram dan kembali menarik pelatuk senapan namun dengan cepat bambu runcing milik pak sunhawi itu telah terlebih dahulu menancap di dadanya,darah segar mengalir tentara itu mengerang kesakitan dan akhirnya tumbang


Begitulah pertarungan sengit tak terhindarkan diantara para musuh dan pribumi itu,setelah beberapa lama pertarungan,akhirnya para musuh banyak yang tumbang dan persenjataan mereka berhasil dirampas oleh kelompok pak sunhawi,dan tentu saja itu berkat kegesitan si pemuda.


Namun satu orang musuh telah berhasil melarikan diri,walaupun dengan keadaan yang mengenaskan,ia nekat melompat kedalam derasnya sungai,karena jalan yang dilewatinya dikepungbjelompok pak sunhawi.Entah apa yang dipikirkan nya sehingga ia nekat melompat


"Pak,satu musuh telah lolos.Dia melompat kedalam sungai," ucap seseorang melaporkan kepada sunhawi


"Sudah biarkan saja,kalau beruntung dia akan selamat.Tapi jika melihat derasnya sungai,itu sepertinya hal mustahil," ujarnya sambil menatap air sungai yang meluap luap


Setelah penyergapan yang dilakukan semalam,pak Kanta dan istrinya yang bernama Bu itjah kemudian datang kerumah sang sahabat yaitu pak sunhawi untuk melihat hasil dari semua rencananya


Sementara para pria berbincang,para istri pergi kedapur menyiapkan camilan


"Rencana kita berhasil Kanta,sekarang persediaan senjata kita lumayan," lapor pak sunhawi dengan sumringah


"Syukurlah kalu begitu," ia mengangguk senang


"Bagaimana keadaan putrimu sekarang?"


"Sekarang sudah membaik," jawab pak Kanta


Ketika mereka sedang asyik berbincang hangat,tiba tiba saja pintu rumah digedor gedor dari luar


"Buka pintunya,pemberontak!" teriak seseorang diluar sana


Sunhawi dan pak Kanta saling pandang,


Kemudian...


BRAKKK..!


Pintu di dobrak dengan paksa,pak sunhawi dan pak Kanta tentu saja sangat terkejut,


"Siapa diantara kalian orang yang bernama sunhawi?!" tanya si meneer


Kedua sahabat itu kemudian saling pandang,dan membisu


"Jawab,atau ku tembak.Mati! kalian" tanya nya lagi melotot


"Saya meneer" Kanta dan sunhawi bersamaan mengangkat tangan


"Kalian orang sunhawi?!" tanya si meneer keheranan

__ADS_1


"Tidak,hanya saya," jawab Kanta


"Tidak,dia bukan.Sunhawi adalah saya," ucap sunhawi lagi


"Ahhh,kalian orang bikin saya pusing,tembakkk!" perintah nya,sunhawi dan Kanta menghindar namun nahas sunhawi tidak seberuntung Kanta peluru itu bersarang dengan nyaman di dada nya,hingga merenggut nyawa.Ia tergeletak bersimbah darah,istri sunhawi dan itjah menyaksikan hal itu dari dapur,namun mereka tak kuasa untuk menghampiri,salah salah mereka yang akan kena tembak,sang istri hanya menangis tertahan dipelukan itjah


Kanta memejamkan mata,sambil mengangkat kedua tangan nya tanda menyerah


"Bawa pemberontak ini ke markas!" perintah sang meneer kepada bawahannya,sedangkan mayat sunhawi dibiarkan tergeletak begitu saja


Kemudian pak Kanta digelandang para serdadu Belanda itu,tak ingin kehilangan sang suami bua itjah kemudian berpamitan kepada isteri pak sunhawi untuk pergi mengikuti diam diam kemana sang suami dibawa,walaupun istri sunhawi melarang tapi ia tetap memaksa.


Cerita berakhir....


"Jadi,ibu saya mengikuti ayah?" Mirah lagi lagi dibuat syok,fikirnya apa yang akan terjadi apabila hal yang buruk menimpa mereka


"Betul neng..."


"Terimakasih Bu,informasinya" Mirah kemudian bergegas pergi


"Neng Awit mau kemana?" kedua wanita tersebut sangat khawatir kepada gadis belia itu


"Menyelamatkan ayah dan ibuku!" jawabnya sambil berlari


Jalanan berbatu Mirah lewati,ia berlari menuju satu tempat,yaitu pelabuhan.Walaupun dia baru disana,namun ia mengikuti instingnya,dirinya hanya mengikuti kemana kaki itu melangkah.Mirah sadar,mungkin karena tubuh Awit lah ia bisa hafal jalan jalan disana


Setelah beberapa lama Mirah pun sampai di pelabuhan,ia mengendap ngendap untuk mencari ayah dan ibunya


Namun tiada hasil yang didapatkan,kemudian ia berlari mendekati kapal kapal besar yang brlabuh disana,menyelinap masuk dengan lincahnya tanpa ketahuan orang orang Belanda itu


"Ayah,ibu...kalian dimana?" gumamnya


Ketika sedang kebingungan dan hampir putus asa terdengarlah suara ketukan sepatu dua orang penjaga yang akan masuk keruangan tersebut,Mirah dengan lincah kemudian bersembunyi dan merapatkan dirinya di balik drum besar


"Itu orang pemberontak biar tau rasa," ucap salah seorang penjaga


"Ditabrak mati kereta,hahahaha," timpal seseorang yang berbadan tambun


"Deg!


"Ayah,ibu.Tunggu aku,"


Mirah sangat yakin,bahwa ayahnya lah yang dimaksud.Dan sudah pasti sang ibu mengikuti nya,dengan cepat Mirah pergi menuju rel kereta api.Kebetulan rel itu tidak jauh dari pelabuhan


Ia berlari dengan sekuat tenaga,berharap sang ayah masih bisa diselamatkan


Rel kereta kini sudah nampak dihadapannya,krmudian ia celingukan mencari ayah dan ibunya


"Ayahhh! ibuuu!" teriaknya,ia leluasa berteriak karena disana tidak ada siapapun


Tidak ada jawaban,matanya menyapu tempat itu sejauh ia memandang berharap menemukan orang yang dicarinya,tetap tak ada hasil,kemudian ia berlari lagi dan seketika ia terkesiap tatkala melihat pemandangan menyesakkan di depan matanya,sang ibu tengah dipegangi dan dilecehkan para tentara itu,sedangkan ayahnya diikat direl kereta sambil menyaksikan penderitaan sang isteri


"Hahaha,mampus kamu orang hah!" suara tawa menggelegar terdengar dari seorang laki laki yang tengah duduk menyaksikan hal itu,sambil menghisap cerutu yang ternyata ia adalah letnan Jan fokkens


Melihat hal itu amarah Mirah memuncak,hingga dengan lantang ia berteriak


"Heiii,fokkens sialan! lepaskan ayah dan ibuku!" teriaknya lantang


Fokkens tentu saja langsung menoleh,dan terkejut melihat kedatangan orang yang sangat diinginkan nya


"Lihatlah,kamu orang datang kemari untukku?" ucapnya tersenyum senang

__ADS_1


"Kom schat," ucap nya sambil merentangkan tangan


"Cih! dasar sialan!" umpat Mirah


"Lepaskan mereka!" teriaknya lagi,entah mengapa Mirah merasa seberani itu,padahal dirinya hanya seorang gadis belia yang rapuh ditengah kucing garong kelaparan,


Si fokkens langsung berdiri dan melemparkan cerutunya,kemudian menghampiri Mirah dan tanpa aba aba langsung menciumnya paksa


Diperlakukan seperti itu Mirah kaget bukan main,ia merasa Dejavu dengan adegan ini,ya,pria sipit yang selalu dirindukannya persis si fokkens ini,suka banget nyosor


"Menjijikan!" umpatnya


"Kamu semakin catik,bila marah.Hahaha" ucap ya senang


Kemudian dengan berani Mirah menendang lato lato milik fokkens,tentu saja si meneer kelabakan menahan sakit


"Brutale vrouw,mati saja" teriaknya marah


"Jalankan itu kereta,buat mati si pemberintak itu," perintahnya disela sela kesakitan yang mendera


Tiba tiba saja meluncur kereta dengan kecepatan tinggi(di tahun itu,tentu saja)menuju pak Kanta Mirah berteriak ketakutan


"Awiittt! gunakan cincin itu!" teriak pak Kanta


"Bagaimana ayah?" tanyanya terisak dalam kepanikan


"Apapun,yang kau fikirkan untuk menyelamatkan ayah.Koneksikan fikiranmu dengan cincin itu," pak Kanta memberi arahan


Kemudian sesuatu terlintas di benak Awit..


Arrrrggghhhh..!!


Tanpa di duga Awit mengangkat rel kereta itu sehingga membentuk lengkungan tinggi,otomatis kereta yang sedang melaju kencang itu berhenti karena rell nya melengkung tinggi.


Semua tentar itu melongo,dibuat kaget,takut,dan merasa luar biasa juga melihat hal begitu mustahil dihadapan mereka.


"Lihatlah,rell saja kutaklukan.Apalagi hanya seonggok manusia sampah seperti kalian,hhaahahaha!!" Mirah tertawa keras dan menyeramkan,setidaknya itulah yang dirasakan para tentara Belanda itu


Kemudian tanpa basa basi mereka lari tunggang langgang


Dan Mirah pun segera menyelamatkan ayah dan ibunya,dan tiba tiba saja setelah itu


"Tugasmu selesai,kembalilah ke duniamu,"


Suara familiar memasuki kepalanya


"Caranya?"


"Seperti biasa,lihatlah kedalam batu itu.Dan bayangkan tempat tinggalmu lalu masukkan telunjukmu kedalam pusaran lubang hitam," ucap suara itu lagi


Mirah kemudian melakukan hal itu,ia melihat kedalam batu cincin itu dan membayngkan rumahnya tiba tiba saja lingkaran cahaya ungu seperti galaksi itu berubah menjadi pusaran lubang hitam,dan Mirah memasukan jari telunjuknya kemudian ia tersedot masuk kedalamnya


Arrggghhh!!


Teriaknya


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2