
Suara gamelan mulai terdengar disambung dengan sinden yang melantunkan tembang,menciptakan harmoni yang sangat indah.
Tak lama kemudian terdengarlah suara dalang abah asep sunarya yang mulai pembukaan dan bernarasi
Pagelaran wayang pun berlangsung,para warga tetangga musa sangat antusias mendengarkan
"Tuh dengarkan mang kardi! pepatah abah dalang" celetuk mang darman
Adanya agama,sebetulnya untuk menyelamatkan kita semua.Supaya selamat lahir dan bathin,dunia dan akhirat.
Bukan kita yang membela agama,tetapi agama yang membela kita.Karena dengan adanya agama lah,yang bisa membedakan mana benar mana salah,mana baik dan mana buruk.
"Iya,saya dengar kan.Tapi bukan hanya saya seorang yang mendengar,kalian semua yang ada disini pun mendengar bukan?" tunjuk mang kardi kepada semua yang hadir.
Semua mengangguk,karena memang benar adanya.
Tak lama kemudian,disah dan mirah terlihat keluar rumah,tangan kedua wanita itu penuh dengan camilan untuk menemani acara mendengarkan wayang.
"Wahh,neng mirah semakin cantik saja ya,setelah bekerja dikota," celetuk seorang pemuda.
Mirah yang memakai atasan warna putih motif bunga bunga kecil warna pink bertangan pendek,sehingga memperlihatkan kulit tangannya yang putih mulus,dipadukan dengan rok rempel sedikit dibawah lutut,berwarna biru polos semakin membuat wanita itu terlihat menawan,belum lagi pulasan lipstick berwarna pink lembut serta rambut panjang yang dikepang satu dan ia sampirkan kedepan,menambah nilai kecantikan mirah di mata semua orang,terkhusus para pria.
"Benar,dia begitu anggun dan mempesona.Bodoh sekali si herman itu 'ya,meninggalkan wanita sempurna seperti mirah," timpal pemuda lainnya.
__ADS_1
Deg...
Laki laki dari kota kembang yang sejak tadi berada di dalam kerumunan para pemuda itu merasa kaget,belum lagi hati dan kupingnya yang merasa panas mendengar celotehan para pemuda itu.
"Siapa herman sebenarnya,mengapa mereka bicara seperti itu? terus,mengapa dia harus berpenampilan begitu? huhh...,apa dia sengaja ingin menggoda para laki laki muda disini?" hatinya bermonolog,lalu akhirnya mendengus kesal.
"Wah,terimakasih isah,atas semua hidangan ini,"
"Ya,silahkan dinikmati semuanya," balas disah ramah
"Emm,neng mirah.Apa tidak kepikiran,untuk menikah lagi? neng mirah ini masih sangat muda dan cantik tentunya," tanya seorang pria dengan malu malu.
Mirah dan disah sampai terperanjat kaget ketika mendengarnya.
"Ah,ti-tidak,saya belum kepikiran untuk menikah lagi 'kang," mirah tergagap menjawabnya
"Khm,saya tidak merasa begitu.Karena saya dikelilingi orang orang baik yang sangat peduli," jawab mirah,ia merasa sebal sebenarnya bisa bisanya orang itu menekankan status janda.
"Cobalah buka hati lagi,menikah lah dengan ku.Aku janji akan membahagiakan mu dan ratna," akhirnya dengan berani pria ini mengutarakan keinginan nya
"Astagfirulloh,maaf kang.Saya belum mau menikah lagi.Sekali lagi maaf ya 'kang,permisi," tentu saja mirah kaget,tidak ada hujan tidak ada angin,tiba tiba saja ada yang mengajak untuk menikah.Akhirnya ia harus tegas menolak,dan kemudian pergi meninggalkan si pria yang patah hati.
Sedangkan di sebelah sana hati cu'eng sudah tak karu karuan,ketika melihat dan mendengar para pria banyak yang tertarik bahkan terang terangan menyatakan perasaan kepada wanita cantik itu.
"Huuh,dasar para buaya," gumamnya menggertakan gigi
Tanpa ba bi bu lagi cu'eng,kemudian menghampiri mirah dan disah yang tengah duduk di atas tikar,bersama warga lainnya.
__ADS_1
"Bagaimana,kesanmu tentang kampung ini?" mirah ingin mendengat pendapat cu'eng
"Baik,aku sangat suka.Rasa kekeluargaannya begitu kental sekali," ucap nya jujur.
"Kapan kembali ke bandung?" tanya cu'eng
"Entahlah,aku masih sangat betah disini," mirah tersenyum,dan berkata jujur
Melihat senyuman mirah,serta bibir mirah yang menggoda,kembali membuat hati laki laki itu tak karuan,ia menahan segala hasrat yang dirasakan dengan sekuat kuat nya.
"Aku pamit masuk duluan," ucapnya datar,kemudian bangkit dari duduknya
"Hm..." balas mirah
"Kamu tidak masuk?" tanya cu'eng
"Belum,ini lagi seru sekali bodoran si cepotnya,nanti saja," tolak mirah
"Seru bodoran,apa senang digoda?" ucap laki laki itu ketus,kemudia berlalu pergi
"Kenapa sih? gak jelas itu orang," tiba tiba saja mirah merasa sebal
.
.
.
__ADS_1