
"Aku menginginkanmu,jadilah kau milikku seutuhnya," suara nya mendesah manja
Dengan lihai siluman itu bergerak sensual nan menggoda di pangkuan cu'eng,tangannya bergerilya kemana mana meraba,mengusap dan meremat semua yang menjadi titik sensitif
laki laki itu,tubuh yang belum pernah terjamah sebelumnya seketika menegang kala merasakan sensasi luar biasa yang diberikan si wanita,terutama hal utama di bagian bawah sudah mengeras dan tegang sekali.
Hingga sebuah desyahan pun lolos begitu saja dari mulut cu'eng.
"Sssshhh,aahhhh,hmmm..."
Siluman ular tersenyum miring,ketika ia merasa usahanya berhasil untuk menaklukan sang pria pujaan hati
"Hihihi...manusia,kau akan jatuh ke pelukanku,kau akan jadi milikku.Ternyata dengan hal semudah ini aku menaklukanmu," gumamnya sambil tersenyum miring,kemudian ia melanjutkan aksinya dengan menciumi seluruh wajah bibir dan leher cu'eng.
Permainan lidah pun terjadi,lidah wanita ular itu panjang,jadi ia sangat leluasa bermain di dalam mulut cu'eng decapan serta desyahan kenikmatan pun terdengar,sang wanita dan pria sudah begitu bergairah tubuh mereka banjir keringat dan nafsu pun menjalar sampai ke ubun ubun.
Namun ketika wanita itu akan melakukan tahap selanjutnya,tiba tiba saja cu'eng tersadar.Ditengah deru nafasnya ia menghentikan aksi ratih(nama si wanita ular)yang sedang melucuti ****** ***** sang pria.
"Stop! hentikan!" bentaknya tiba tiba
Ratih yang sudah sangat bergairah tiba tiba tersentak,kemudian memandang cu'eng dengan tatapan mata yang dudah berkabut
"Mengapa,kau memintaku berhenti? bukankah kau menikmati permainanku 'hem?" tanya nya dengan ******* penuh gairah tepat di telinga cu'eng.
Cu'eng segera menghindar lalu bangkit dari duduknya,kemudian ia memakai kembali celana yang tadi sudah dilucuti ratih.
"Segera keluarkan aku dari tempat ini,aku tidak akan pernah menjadi milikmu.Karena hatiku sudah terisi seseorang yang berharga," kini nada suara cu'eng melemah,ia sadar wanita itu tak bisa dengan kekerasan apapun jenisnya.
Ya,ketika ia sedang dicumbu ratih serta gairahnya yang memuncak,tiba tiba saja terlintas bayangan wajah cantik mirah, dan seketika menyadarkan cu'eng yang hendak menapaki nirwana.
Dengan tatapan sendu kemudian ratih bicara kepada cu'eng
"Sebenarnya aku betul betul menyukaimu,aku ingin menikah dan menjadi milikmu seutuhnya.Akan tetapi,hatimu sulit sekali tersentuh,di sini benar benar telah terpenuhi oleh wanita yang tidak lebih istimewa dariku," ratih menekan dada cu'eng dengan telunjuknya,kemudian wanita itu pun memalingkan wajah sambil memunguti lalu memakai kembali pakaian nya.
"Pergilah,tapi dengan syarat kau harus melewati pintu di sebelah sana dan jangan pernah kau menengok ke belakang," titah ratih,yang masih setia memalingkan wajah
"Terimakasih,nyai.Sekali lagi maafkan aku," cu'eng menatap ratih sebentar,kemudian berlalu pergi tanpa sedikitpun menengok ke belakang.
***
Sementara musa dan warga lainnya kini masih setia melakukan pencarian laki laki asal kota kembang yang menghilang di gunung,dan sudah memasuki hari kelima.
"Kita sudah mengelilingi tempat ini berkali kali,tapi nihil sekali," ujar salah seorang warga yang mencari di tempat musa dan disah mencari rumput kala itu.
__ADS_1
"Ya,ini sudah pencarian hari kelima di sekitaran sini," timpal yang lain nya
Disah yang kebetulan ikut mencari tiba tiba saja terpikirkan suatu tempat.
"Pak,mari ikut denganku," bisik disah
"Kemana mak?" tanya musa penasaran
"Sudah ikut saja,ajak juga warga lainnya." pinta disah
Kemudian musa mengajak warga lainnya untuk mengikuti sang istri.
"Semuanya,lebih baik kita berdo'a dulu.Memohon petunnjuk kepada Allah dengan sepenuh hati,semoga semuanya baik baik saja dan kita diberikan jalan serta kemudahan," kemudian disah dan yang lainnya berdo'a dengan khusyuk.
Tiba tiba saja disah menghentikan langkahnya,
"Sepertinya memang disini tempat itu," ia bergumam,matanya menyapu sekeliling mencari sesuatu yang dia ingat.
"Kenapa mak? kok berhenti?"
"Tolong bantu aku dengan do'a,pak," pinta disah.
"Ya Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang,berikanlah aku petunjuk mu.Kali ini hamba sedang mencari saudara hamba yang bernama cu'eng,yang hilang disekitar sini beberapa hari yang lalu," dengan khusyuk disah berdo'a,lalu tak lama kemudian terdengarlah gemericik air yang mengalir.
"Ayo pak,ikuti aku," disah kemudian melangkahkan kaki nya dan menuruni akar akar pohon yang merambat.
"Mau kemana kita ini isah? mengapa jalannya seperti ini?" tanya mang darman yang ikut dalam pencarian
"Sudah ikuti saja,insyaAllah kita akan menemukan sesuatu," pungkas disah
Smuanya diam tak bersuara,namun tetap mengikuti langkah disah.
Tak lama sampailah mereka di bawah,aliran sungai yang begitu jernih dan bermuara di kolam kecil nan asri telihat nyata di depan mata mereka.
"Tempat apa ini?" tanya musa
"Aku juga tidak tahu,namun yang pasti Allah pernah menunjukkan aku tempat ini,dan waktu itu aku meminum air yang berada di sana," tunjuk disah ke arah kolam kecil dengan kilauan air jernih
Mata disah memindai sekitar,kemudian netranya terpatri kepada sesosok tubuh yang tergeletak dibawah batu yang sangat besar.
"Alhamdulillah,seprtinya itu dia," gumam disah
"Ayo pak,disebelah sana," tunjuk disah
__ADS_1
Kemudian musa dan lainnya segera menuju tempat yang ditunjuk disah.
"Astagfirullohhaladzim...,"
"Subhanalloh...,"
"Alhamdulillah hirobbil aalamiin...,"
Semuanya bersahutan,mengucapkan rasa syukur serta rasa kaget
Nampaklah tubuh laki laki yang selama lima hari mereka cari,
Tubuh itu terlentang di bawah batu besar,mata si empunya terpejam.Ia seperti tertidur lelap.
"Pak cu'eng,ayo bangun," disah mengguncang badan laki laki itu
Kemudian musa dan di susul oleh yang lainnya,tak lama mata itu pun terbuka.
"Hoahmm,dimana aku?" tanya nya
"Mari kita pulang,ini bukan tempat yang cocok untuk tidur," sarkas musa,saat ini memang sudah hampir menjelang maghrib dan posisi mereka ada di tengah gunung
Setelah menyadarkan dan memberikan minum kepada cu'eng,kemudian mereka pun segera meninggalkan tempat itu dan kembali kerumah
Kepergian mereka,terutama cu'eng ternyata tak luput dari tatapan sendu si wanita ular.
"Aku merelakanmu pergi,untuk bahagia bersama wanita pujaanmu," lirihnya
Kemudian setelah semuanya dipastikan menjauh pergi dari sana,tempat itu tiba tiba saja kembali seperti semula,tidak ada batu besar tidak ada sungai kecil,maupun kolam kecil yang indah nan asri.
***
Di rumah nana dan mirah begitu gelisah menantikan kedatangan musa dan disah,ia berdoa dan mengharapkan kabar baik yang mereka bawa kali ini.
"Bu,semoga pak cu'eng baik baik saja 'ya," ucap nana
"Huum," jawab mirah pendek,hatinya benar benar merasa tak tenang.Ia hilir mudik kesana kemari sambil mengigit bibir bawahnya.
.
.
.
__ADS_1