
Acara pentas seni pun berlanjut sampai siang,dan sebentar lagi acara puncak nya,ya'itu perpisahan kelas enam.
"Soni,sini 'nak,makan dulu.Yang lain juga sedang pada makan," mirah melambaikan tangannya kepada soni.
Tak lama soni pun menghampiri ibu dan adiknya.
"Nih kak,emak sama ibu bewa lemper ayam besar besar,dan ini juga nih,pepes ikan mas pedas kesukaan nana," gadis itu sibuk memamerkan makanan yang dibawanya kepada sang kakak,dengan mulut yang penuh.
"Nana,kalau lagi ngunyah itu mulutnya harus diam 'ya," tegur disah
"Iya...maaf," bocah itu menunduk,namun tetap melanjutkan makan.
Melihat perubahan wajah nana dari yang tadinya sangat riang memamerkan semua makanan,dan berubah menjadi murung setelah di tegur,soni merasa kasihan kepada adiknya itu,kemudian ia pun berinisiatif supaya wajah sang adik kembali ceria.
"Nana jangan murung begitu 'dong,maksud emak negur nana kayak gitu kan baik,supaya kita beradab dalam menikmati makanan.Nana tau 'kan?"
Nana hanya mengangguk
"Wah,sepertinya enak sekali pepes ikan nya,suapin dong 'dek,aaaa...," soni membuka mulutnya lebar.
Dengan senang hati nana menyuapi soni,
"Hmmm,enak banget ni pepes ikannya,bikinan emak atau ibu nih?" setelah menelan makanan nya,soni berusaha membuat sang adik ceria lagi.
Nana hanya diam,bahakan tak terasa ia menyuapi soni sampai makanan di piringnya habis.
"Alhamdulillah,kak soni kenyang banget,makasih ya 'dek,"
"Sama sama," balas nana
Setelah semuanya selesai makan,disahpun kemudian minta maaf.
"Maafkan emak 'ya,sudah membuat nana menjadi sedih," disah mengelus kepala nana lembut,ia merasa sangat bersalah.
"Nana kan anak baik,emaknya di maaffin kan?" tanya mirah lembut.
Bocah itu pun mengangguk. " iya,nana maaffin," ujarnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Alhamdulillah,makasih sayang," disah tersenyum hangat.
"Semuanya,ayok cobain lemper ayamnya," disah membuka kotak makanan yang berisi lemper ayam
Soni yang pertama kali mengambil,dan ia pun segera memakannya dengan lahap.
"Waaahh,ini enak sekali lemper nya.Suiran ayam di dalam lemper gak pelit,bumbu ayam nya juga enaaakk sekali," puji soni,ia manggut manggut saat menikmati lemper itu
"Lemper ini buatan emak,tapi bumbu suiran ayamnya ibu yang buat," ujar mirah.
"Hmm pantas! rasa enaknya double,jadi ini lemper kerjasama 'ya," ujar soni dengat mulut penuh.
Disah mirah musa dan nana pun terkekeh mendengar ucapan soni yang seperti itu.
Setelah beberapa saat,acara makan makan pun telah usai,kemudian dilanjutkan sholat dzuhur di mesjid terdekat,setelah itu pentas seni pun akan dilanjutkan.
Dan kini acara puncak pun dilaksanakan,soni dan teman teman lainnya melaksanakan upacara adat perpisahan sampai memasuki waktu ashar.
Setelah pembagian raport dan keseluruhan acara selesai,mereka semua pun kembali pulang ke rumah masing masing
......................
Malam pun tiba,setelah semua acara tadi siang di sekolah nana dan soni pun sudah tertidur lelap,soni tidur di ruang tengah sambil mendengarkan radio,sedangkan nana? anak itu tertidur di pangkuan musa setelah berceloteh ria,tentang keikutsertaannya dalam berbagai tarian dan nyanyian di acara pentas seni tadi siang.
Mirah menghela nafas lega,ia agak tenang karena untuk sekarang putrinya tidak menanyakan lagi siapa itu herman.
Mirah,disah dan musa kini tengah berada di teras depan rumah nya,sepiring singkong goreng,ditambah sepiring kacang rebus dan sepiring gehu pedas menemani istirahat mereka malam itu,belum lagi teh tawar hangat yang menambah kehangatan keluarga itu.
"Bagaimana mir? kamu betah di bandung?" musa membuka pembicaraan.
"Alhamdulillah,saya betah.Ya,meskipun terkadang merasa sangat lelah,tapi itu wajar saja.Niat saya kan mencari nafkah untuk kehidupan nana yang lebih baik kedepannya,jadi rasa lelah atau apapun hal yang akan membuat semangat turun, pasti ku abaikan." Terang mirah.
Musa mengangguk,ia puas dengan jawaban adiknya.Dari dulu mirah bukanlah tipe wanita yang menyerah dengan keadaan,walau bagaimanapun adanya ia akan selalu berusaha keras,apalagi jika itu bersangkutan dengan putrinya.
"Terus,sekarang apa rencanamu? maksudku,nana kan liburan sekolah tiga minggu lamanya,apakah kau akan membawa nya berlibur di kota kembang?" kali ini disah yang bertanya
"Hem,iya...aku akan membawanya liburan di bandung,anak itu pasti sangat bahagia jika ku ajak berkeliling di sana,banyak tempat tempat bagus yang bisa di kunjungi.Belum lagi anaknya pak rahardjo ada yang seumuran nana,pasti dia senang berteman dengan nya," terang mirah panjang lebar
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu,nana akan mendapatkan pengalaman baru di sana.Bagaimna dengan soni,apa kau akan mengajaknya?" tiba tiba disah ingat bocah laki laki itu.
"Kalau tentang soni,aku sudah berbicara dengannya tadi,dia ku ajak juga.Tapi anak itu menolak.Katanya dia sedang banyak pekerjaan," ujar mirah,sejujurnya ia merasa sangat tidak tega.Soni itu masih terlalu kecil untuk meneruskan pekrjaan mendiang suaminya,tapi apa mau dikata bocah itu tetap kekeuh dengan kemauan nya.
"Yah,kalau memang begitu adanya.Biarkan saja,yang penting anak itu merasa senang dengan yang di laku kan nya,dan yang sangat penting adalah,apa yang dilakukan anakmu itu adalah hal positif," ujar disah
Mirah mengangguk,kemudian ia pun memasukkan gehu pedas yang dia buat ke mulutnya,di susul singkong goreng sebagai penetralisir rasa pedas di lidah.
"Rencanamu,kapan kembali ke bandung," tanya disah.
"Iihh,kakak.Baru juga aku dua hari disini,sudah di tanyain kapan kembali," mirah pura pura merajuk
"Bukan begitu'mir,kakak kan harus persiapan dulu sebelum kamu kembali ke kota kembang," ujar disah
"Persiapan apa 'kak?" mirah penasaran
"Ya ampun 'mir,kamu disana itu kan gak sendiri.Ada pak rahardjo dan semua karyawannya,terus ada kakakmu omi sama anisah,masa iya kamu kesana dengan tangan kosong.Haruslah kamu bawa sesuatu dari sini,sebagai oleh oleh," disah menepuk jidatnya,ia heran mengapa mirah mendadak agak lemot.
"Oh,itu...," mirah hanya tertawa saja
"Paling mirah di sini dua hari lagi kak,masih betah.Mirah juga belum bertemu dengan kak dori,rencananya besok mau kesana," terang wanita cantik itu kepada kedua kakak nya.
"Baiklah kalau begitu.Malam sudah semakin larut,sebaiknya kita tidur sekarang,"musa memberikan perintah,dan kedua wanita itu pun mengangguk patuh.
Di dalam kamar mirah segera merwbahkan dirinya ke ranjang,ia memeluk sang putri dan mengecup keningnya lembut.
Merasakan pergerakan ibu nya,nana membuka sedikit matanya.
"Bu,ibu belum jawab pertanyaan nana,herman itu siapa? apa betul dia ayahnya nana?" dengan mata setengah terbuka dan suara seraknya nana bertanya kepada sang ibu.
Jantung mirah kembali dikejutkan dengan pertanyaan putrinya,ia tidak bisa menjawabnya sekarang.Kemudian ditepuknya pelan punggung gadis itu supaya tidur kembali.Namun,pertanyaan nana barusan membuatnya sulit untuk memejamkan mata.
.
.
.
__ADS_1