
Pak amir...
Soni...
Hamim...
*Foto diambil dari google*
.
.
.
Amir pulang dengan perasa'an yang bahagia,sangat bahagia.Wajahnya berseri seri mengingat mirah yang bersedia menjadi pendamping hidupnya,dia tak menyangka sama sekali bahwa mirah akan menerimanya.Waktu amir memutuskan untuk menemui mirah di pasar dia hanya bermodalkan 'nekat' saja, 'ya...tekad yang kuat tentunya.
Di rumah amir,desa b...
Soni yang sedang termenung sendirian dikagetkan dengan ketukan di pintu rumahnya.
Tok...
Tok...
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumus'salam" jawab soni.
"Bapak,kenapa baru pulang?
semalaman soni nungguin bapak."
"Maafkan bapak son,ceritanya panjang.Kamu sudah sarapan?
"Sudah tadi,ada nasi sisa kemarin.Terus soni bikinkan nasi goreng saja 'pak."
"Owh,ya syukur kalau sudah makan.Padahal tadi bapak membelikan lontong sayur,takutnya kamu belum sarapan."
"Mana? lontong sayurnya,sini...biar soni makan lagi.Sekarang kan udah menjelang siang,sedangkan soni sarapan tadi pagi sekali,"
"Huh,bilang saja kamu ngiler sama lontong sayurnya.Son...son," amir meledek anaknya.
Akhirnya dengan cekatan soni memindahkan lontong sayur itu kedalam mangkuk.
"Cerita dwong pak,apa yang terjadi.Sehingga bapak tidak pwulang semalaman." Soni tak sabaran,sehingga dengan mulut penuh makanan ia mendesak ayahnya untuk jujur.
"Baiklah..." kemarin kan bapak berencana menemui buk mirah di pasar,tapi ternyata buk mirah tidak ada,dia tidak berjualan kemarin.Nah,kemarin itu bapak bingung banget mau kemana mencari buk mirah,alamt rumahnya saja bapak tak tahu.Lalu akhirnya bapak memutuskan untuk menemui teman bapak,sebenarnya masih kerabat kita dia itu son...namanya pak musa.Sampai disana ternyata bapak dikejutkan oleh sesuatu,tau gak son?"
"Dih bapak,kan bapak yang disana,kenapa jadi tanya soni.Ya mana soni tahu lah pak..." soni bersungut sungut.
"Ish,kamu itu son...rupanya buk mirah juga tinggal disana,dia adik iparnya buk isah sama pak musa 'son.Ya bapak seneng banget lah,ibarat kata nih sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.Nah,kebetulan anaknya buk mirah itu lagi sakit.Pantas saja dia tidak kepasar berjualan,jadi bapak putuskan untuk mengantar buk mirah membawa nana ke puskesmas.Kesian dia son tidak pernah tahu bagaimana rasanya disayangi se'orang ayah."amir bercerita panjang lebar,dengan sendu di akhir kalimatnya.Amir merasa prihatin dengan bocah kecil itu yang dicampak'kan sejak dalam kandungan.
Soni terpaku mendengar cerita ayahnya,dalam hatinya tumbuh perasa'an ingin melindungi dan berjanji akan menyayangi dan selalu menjaga calon adik tirinya itu nanti.
"Hm,lalu kenapa bapak bisa menginap disana? soni masih penasaran.
__ADS_1
"Ya,jadi sepulang dari puskesmas itu bapak ingin memastikan kondisi nana sampai benar benar pulih.Dan karena bapak tidak ingin menyia nyiakan waktu,malamnya bapak langsung melamar buk mirah.Tapi buk mirah tidak langsungsung menjawabnya,dia meminta waktu sampai pagi ini.Nah,karena bapak ingin kejelasan serta membawa kabar bahagia buat kau,akhirnya bapak bersabar menunggu jawaban buk mirah.Dan alhamdulilah buk mirah setuju untuk menikah dengan bapak dan menjadi ibumu."kebahagia'an terpancar jelas diwajah pria yang masih brstatus duda itu.
"Baguslah,jadinya soni tidak kesepian lagi.Soni akan segera punya ibu dan adik,oh 'iya,bagaimana dengan nana 'pak?
apa dia sudah tidak sakit lagi?"
"Alhamdulilah,pagi ini ke'adaan nana sudah membaik.Bahkan waktu tadi bapak mengajaknya untuk tinggal bersama kita dia mau 'son" amir sangat antusias ketika menceritakan nana yang mau tinggal bersama nya nanti.
Akhirnya hari itu amir habiskan di rumah saja menemani soni.Dia tidak ingin kemana mana dan ingin menghabiskan waktunya bersama sang anak,ia sadar bahwa selama ini dirinya seperti menelatarkan anaknya.
*****
Setahun berlalu...
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu,hari ini amir akan resmi menikahi mirah.Dia sudah berdandan rapi mengenakan kemeja putih dan celana panjang.
Amir tidak membawa banyak rombongan seperti pada umumnya,dia hanya membawa beberapa orang yang dituakan pak rt dan rw,pak ustadz dan beberapa orang keluarganya.Rombongan amir berangkat menggunakan mobil.Yang sengaja disewa amir untuk hari bahagianya.
Di tempat mirah...
Mirah sudah berdandan cantik dan sedang menunggu sang puja'an hati datang.
"Kamu cantik sekali mirah,amir laki laki yang sangat beruntung mendapatkan isteri seperti dirimu," disah tersenyum dan
mengusap lembut bahu mirah.
"Do'akan rumah tanggaku berhasil ya kak,aku tidak ingin gagal untuk kedua kalinya." pintanya. "Apa kak dori sudah datang?" tanya nya lagi menanyakan orang yang paling berjasa dalam hidupnya.
Hari ini yang menjadi wali nikah mirah adalah kakak laki laki nya yang tinggal di panjalu.Mirah sangat bahagia,karena hari ini saudara saudara nya datang untuk memberi do'a restu dan menyaksikan ijab qabul.
"Sudah,kak dori sudah datang sejak tadi.Apa kamu mau menemuinya dulu mir?"
Di ruang tengah dori sedang berbincang hangat dengan musa.
"Kak..." lirih mirah,sambil mencium tangan dori.
"Anak'ku,cantik sekali kamu."dori mengusap kepala mirah,dengan mata yang berkaca kaca.
"Mohon do'a restu ya kak,do'akan rumah tangga mirah kali ini,supaya langgeng dan bahagia sampai hanya maut saja yang bisa memisahkan." mirah mencium tangan dori takzim,sambil memohon do'a untuk kebahagia'an rumah tangganya.Tak terasa buliran bening mengalir di pipi mirah.
Dori hanya mengangguk,dia lalu memeluk dan mengusap ngusap punggung anak yang diasuhnya itu dengan penuh kasih sayang perasa'an haru menyelimuti hatinya.Sungguh dori sangat berharap,kehidupan rumah tangga yang akan mirah jalani nanti adalah kehidupan rumah tangga yang bahagia,dirinya tak akan sanggup lagi jika harus melihat penderita'an mirah yang terus menerus.Dan parahnya perusak kebahagia'an mirah semenjak dahulu hingga menikah dengan herman hanyalah satu orang,yaitu 'Rohanah'.
Akhirnya tibalah rombongan amir dirumah disah...
Keluarga mirah menyambut kedatangan sang mempelai pria dengan penuh suka cita.Mirah yang sedang menunggu dikamarnya mendadak jantungnya bedebar debar tak karuan,ia gugup.Padahal ini bukan kali pertama dirinya menikah.
Setelah semua tamu dipersilakan masuk dan duduk,pak penghulu kemudian menjalankan tugasnya.Dengan satu tarikan nafas amir mengucapkan ijab qabul dengan lantang dan lancar,semua yang menyaksikan benafas lega dan ketika kata SAH ter'ucap,semuanya mengucap syukur.Tak terkecuali mirah yang sedang duduk dikamar ia merasa sangat bahagia,ia ber'doa semoga Allah meridhoi dan memberikan kebahagia'an untuk pernikahan nya kali ini.
"Mirah...ayo 'nak,temui amir.Dia sudah sah menjadi suamimu sekarang." disah tersenyum lembut,dan mengajak mirah keruang tengah yang dipenuhi para tamu.Untuk menemui imam nya.
Akhirnya mirah duduk disamping amir,amir yang masih fokus menandatangani surat nikah dia belum menyadari kehadiran mirah
disampingnya.
Sampai...
*Deg...
Deg*...
__ADS_1
Jantung amir berdegup kencang,ia begitu terpana dengan kecantikan wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.
"Cantik" kata itu lolos dari bibirnya.
"Oiii...penganten baru! nanti aja tatap tatapan nya di kamar,disini masih ada kami!" seru musa.Mirah dan amir jadi salah tingkah terlihat rona merah di pipi mulus mirah karena malu.
Akhirnya amir mengulurkan tangannya,dan disambut ciuman takzim oleh istrinya itu.Lalu menyusul mirah sungkem kepada dua kakak iparnya,kakak walinya,dan kepada dori.
Disudut ruangan terlihat seorang bocah laki laki berusia sepuluh tahun sedang mengusap air mata yang meleleh dipipinya.
"Bu...semoga ibu tenang di alam sana 'ya,sekarang bapak tidak bersedih lagi.Soni juga tak akan kesepian lagi,karena ada buk mirah yang akan memberi kebahagi'an untuk kami.Dan ada adik ratna yang akan memberi keceria'an di hari hari soni dan bapak." ucap nya lirih, seolah olah dia sedang berbicara bersama seseorang.
Mirah yang sedari memperhatikan bocah itu,ia bertanya kepada suaminya.
"Kang,apa anak laki laki itu anak'mu?"
"Iya...dia anak'ku,soni."
"Boleh aku menghampirinya? aku ingin mengenalnya,sekarang dia sudah menjadi anak'ku juga" mirah meminta ijin kepada suaminya.
"Silahkan sayang,temui dia.Kenapa harus ijin segala" amir tersenyum lembut.
Sedangkan mirah,dia tersipu malu ketika amir memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Hai,kenapa duduk sendirian disini.Dan,apa ini? mengapa kamu menangis hem?" tanya mirah lembut sambil mengusap air mata di pipi soni dengan ibu jarinya,ia ingin mengakrabkan diri dengan anak sambungnya itu.
'Ah' tidak apa apa bu...soni hanya bahagia,melihat bapak yang sedang bahagia" jujurnya.
"Kamu setuju,bapak kamu menikah sama ibu?"
"Soni tidak punya alasan,untuk tidak menyetujui pernikahan bapak dan ibu.Sepertinya juga ibu orang baik,dan akan cocok dengan soni" bocah itu tersenyum.
"Alhamdulilah kalau begitu,ibu berharap semoga kita bisa menjadi keluarga yang bahagia.Oh...ya,apakah soni sudah berkenalan dengan anak ibu?"
"Belum bu..." saya belum bertemu dan belum tahu anak ibu" soni memang jujur,dia belum tahu bocah mana yang akan menjadi adik sambung nya.
"Itu dia,yang memakai baju kuning dan pita senada di rambutnya" tunjuk mirah. "Ratna....sini 'nak!" mirah melambaikan tangannya kepada nana.
"Ibu..." perhatian'nya teralihkan kepada bocah laki laki di depan'nya.
"Siapa dia...?" nana menunjuk soni.
"Perkenalkan,dia namanya kak soni.Dan sekarang dia kakak nya nana 'ya,dia anaknya pak amir." terang mirah.
"Hm" nana mengangguk mantap,dengan senyuman imutnya.
"Kak soni,perkenalkan namaku nana" dengan imut dia memperkenalkan dirinya,soni menjadi gemas sendiri dia pun mencium pipi nana dengan gemas.
"Asiikk,ternyata kak soni punya adik yang sangat menggemaskan" soni terus saja menguyel uyel pipi nana dengan gemas hingga nana tertawa cekikikan.
Mirah yang menyaksikan itu bersyukur,karena soni mau menerima dirinya dan putrinya.
Dikejauhan nampak amir yang tengah yersenyum bahagia,menyaksikan ke'akrabaan mirah,nana dan soni.
"Semoga keluarga baru kita akan selalu bahagia,selama nya" gumamnya lirih.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...Makasih Like nya jangan lupa ramaikan dengan komen yang positif ya..😇🙏😘😊