Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Pencarian


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat,tak terasa hari kenaikan kelas nana pun segera tiba.Kurang lebih sekitar dua mingguan lagi kenaikan kelas dan kelulusan akan dilaksanakan.Tentu saja mirah harus pulang untuk mengambil raport nana dan menghadiri kelulusan soni,rencananya ia akan pulang minggu depan.Tepatnya dua hari sebelum dilaksanakannya kelulusan dan pembagian raport.


Dua bulan sudah mirah bekerja di kota kembang,rasa rindu kepada putri kesayangannya terasa sangat menggunung,dan pada kesempatan kali ini ia akan pulang.Sekaligus menjemput nana untuk berlibur dengannya selama liburan sekolah..


Hari ini seperti biasa ia tengah disibukkan dengan pekerjaan nya,pesanan roti bakar,kopi hitam dan susu hangat sudah mengantri sedari tadi.


"Haahh,lelah sekali rasanya," gumam mirah,ketika dirinya baru saja kembali dari lp dan kantor pos.Sesekali ia mengusap peluh yang mengucur di dahi dan pelipis nya.


Sampai di kantin ia sudah ditunggu pegawai bengkel yang berjejer untuk sarapan pagi.Namun,perhatian mirah teralihkan kepada sosok pria salju yang berdiri di pojokan kantin,sambil menyilangkan tangan di dada.Pria itu tampak sangat mencolok diantara para pria pegawai bengkel.


"Ngapain pria salju berdiri di sana?" gumamnya pelan.Mirah tak terlalu menghiraukan nya,karena ia langsung sibuk melayani orang orang yang mulai ribut memesan makanan.



Mata seseorang menatap lntens mirah yang sedang sibuk.Entah apa yang ada difikirannya.Namun yang ditatap sama sekali tidak menyadari nya.


Cu'eng



Ketika mirah berbalik badan ia sangat terkejut dengan tatapan dalam pria salju kepadanya.Mirah sangat gugup,namun dengan segera ia menetralisir nya.


"Apakah anda mau sarapan juga?" tawar mirah.


"Hmm,boleh," ucapnya datar.


"Mau roti bakar atau nasi?" mirah menawarkan pilihan.Ia tidak tahu selera orang orangan salju itu.


"Roti bakar selai kacang" pintanya.


"Minumnya kopi atau teh? tanya mirah lagi.


"Kopi hitam saja,jangan terlalu manis"


"Baiklah,tunggu sebentar," mirah segera menyiapkan pesanan cu'eng


......................


Seorang pemuda tampan yang ternyata mentri kehutanan yang bisa dibilang masih baru kerja disana.Tengah menikmati waktu santai nya,ia pun mengambil sepeda ontel tua yang selalu setia menemani,hari ini ia berniat menyusuri pinggiran hutan jati yang begitu tenang.


"Pak amar,saya mau keluar sebentar cari angin," pamit seorang pemuda yang bernama kardan.


"Pak kardan mau kemana memangnya?"


"Hanya jalan jalan saja,keliling dengan sepeda tua itu" tunjuknya kepada sepeda yang terparkir manis dihalaman kantor kehutanan.


"Baiklah,hati hati nyasar pak," pak amar memperingatkan.

__ADS_1


"Pak amar tenang saja,saya akan kembali secepatnya," ia tersenyum dan langsung menaiki sepedanya.


"Semoga tidak ada hal buruk yang terjadi," gumam pak amar.


***


Angin bertiup sepoi sepoi mengantarkan kehangatan dan kedamaian di sore itu.


Disah,musa,ratna dan tetangga yang berada sekitaran rumah mereka tengah berkumpul di teras depan,mendengarkan dongeng mang sofyan sembari menikmati indahnya sore dengan belaian angin yang menyapa hangat.


"Geura derr atuh sateh kampeng,rek gelut mah.Make loba san omong," ujar mang karja berapi api,mengomentari dongeng si kampeng.


"Sabar mang karja," musa terkekeh.


"Gregetteun tuda mus.Teu daek derr gelutna jng si jahil," mang karja mengepal kan tangan nya sambil meninju ninju telapak tangan sebelahnya,rupanya ia sangat gregettan.


Semua orang disana hanya tertawa dan menggelengkan kepala,melihat tingkah mang karja.


Disah bangkit dan berjalan kedalam rumah,ia bergegas kedapur untuk melihat kukusan yang tadi ditinggalkan nya.


Tak lama ia kembali ke teras depan dengan tangan penuh aneka macam umbi umbian yang sudah di kukus,ada singkong ada ubi manis,ada juga pisang kepok dan pisang raja.


Acara mendengarkan dongeng mang sofyan pun menjadi semakin seru dengan berbagai cemilan alami yang sehat.


"Maakk,pisang raja cere punya nana,mana?" melihat emaknya membawa pisang,nana jadi ingat dengan pisang raja cere kesukaan nya.


"Sebentar,mak ambilkan 'ya," disah tersenyum.Dan kembali kedalam rumah intuk mengambil pisang raja yang nana mau.


***


Siang berlalu begitu cepat,berganti dengan gelapnya malam yang menyambut.


Disah dan ratna mengerjakan sholat maghrib berjamaah,sedangkan musa sholat di surau.


Sambil menunggu sholat isya disah mengajarkan nana membaca alqur'an alif ba ta tsa dan surah surah pendek lainnya.


"Coba,emak mau dengar.Nana baca sendiri surah pendek nya," pinta mirah.


"Bismillahirrahmannirrahiim,innaa a'toina kal kautsar fassalli li rabbika wanhar innaa saani'aka hual'abtar,sodakaallahull'adziim," dengan lancar nana membaca surah alkautsar.


"Alhamdulillah,semoga kedepan nya nana semakin rajin 'ya,belajar ngajinya." emak mengelus kepala nana lembut diiringi senyuman tulus di bibirnya.


"Siap mak!" nana mengangguk mantap.


Tak lama beduk pun terdengar di pukul,tanda tanda bahwa sudah memasuki waktu sholat isya,mereka berdua pun kembali melakukan berjama'ah sholat.


Selesai sholat disah dan nana menunggu musa di ruang tengah,sambil menikmati cemilan kacang rebus bala bala dan teh hangat tawar yang pekat.

__ADS_1


"Mak,nana mau pake sambal dong," pintanya


"Sedikit saja 'ya," nana mengangguk,dan disahpun segera memberikan sedikit sambal ke bakwan milik nana.


"Bapak kemana 'sih? tumben belum pulang juga." disah menggumam.


Lama mereka menunggu musa yang tak kunjung pulang,sampe bakwan dihadapan mereka tinggal sedikit. Akhirnya disah dan nana pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu,karena kantuk yang tak tertahan kan.


Waktu semakin larut malam,ratna sudah terlelap dan mengeratkan pelukan kepada sang emak.Disah pun terbangun saat merasakan pelukan nana yang begitu erat,ia hanya tersenyum dan mencium pucuk kepala nana,tiba tiba ia ingat akan suaminya.


"Bapak sudah pulang belum 'ya? sengaja pintu tidak aku kunci." gumamnya,ia pun beranjak dari tempat tidur dengan sangat hati hati agar tak membangunkan nana.


Di ruang tengah disah celingukan mencari suami nya tapi ia tak menemukan nya, "Apa belum pulang 'ya?" bergumam lagi.


Tiba tiba netra nya melihat pintu depan yang agak terbuka sedikit,disah bergegas akan menutupnya


Karena dia ingat,tadi sudah menutup pintu itu rapat.


Namun,ketika akan menutup pintu.Tiba tiba...


"Kenapa terbangun 'mak?"


"Astagfirullah haladzim,bapakk!! ngagetin saja,aku fikir kenapa pintunya terbuka." sebenarnya otaknya sudah memikirkan yang tidak tidak.


"Gitu aja kaget,makanya...jangan jadi penakut," ledek musa.


"Yey,siapa yang takut? enggak tuh!" disah melengos sebal.


Musa hanya terkekeh...


"Bapak baru pulang?" tanya disah.


Musa hanya mengangguk sambil sesekali menyemburkan asap putih yang bergulung dari padud yang di hirupnya.


"Memangnya,bapak kemana dulu?" jiwa kepo disah sedang naik naik nya.


"Hahhh," musa menghela nafas. sebelum menjawab pertanyaan disah. "Tadi,pak amar datang ke surau.Meminta pertolongan untuk mencari mentri kehutanan yang belum pulang sejak siang tadi.Dia takut,mentri kehutanan yang baru itu kenapa kenapa," jelasnya.


"Memangnya kemana dia?" semakin penasaran saja ia dibuatnya.


"Yah...pak amir juga tidak tahu kemana tepatnya pemuda itu pergi,karena dia hanya pamit ingin pergi jalan jalan saja dengan sepeda ontel tua,yang biasa dipakai," mata musa menrawang,pencariannya bersama warga belum menemukan titik terang.Entah kemana pemuda itu pergi.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2