Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Berita duka cita


__ADS_3

Sejak semalam perasaan mirah benar benar tak tenang,entah mengapa dirinya begitu mencemaskan sang suami.Apalagi semalam ia bermimpi sangat sangat buruk.


"Semoga suamiku senatiasa dalam lindunganmu Ya Rabb..." mohonnya,selesai melaksanakan sholat mirah langsung berdo'a,memohon perlindungan kepada sang Maha pencipta untuk keluarga tercinta terkhusus untuk sang suami.


Dengan perasaan gelisah,mirah melangkahkan kakinya ke ruang tengah.Sore hari adalah waktu nya bercengkrama bersama keluarga,meskipun cuaca sedang tidak bersahabat,namun keluarga itu selalu bisa menciptakan suasana yang bahagia.


Mirah tenggelam dalam lamunan,ia tak sadar sejak tadi disah dan musa memperhatikannya.


"Kenapa mir? kakak perhatikan,sejak tadi kamu melamun terus?" sikap mirah mengundang tanya disah.


"Entahlah kak,hanya saja...sejak semalam,perasaanku tentang kang amir itu betul betul tidak enak.Hatiku resah dan gelisah" jawab mirah,ada gurat kecemasan di wajahnya.


"Jangan cemas berlebihan begitu,kamu baru saja pulih.Takutnya,kamu malah jatuh sakit.Tenangkan dirimu,teruslah berdo'a untuk keselamatan suami mu" sang kakak berusaha menenangkan nya.


Mirah hanya mengangguk,namun kecemasan tetap melanda,hujan deras yang mengguyur disertai angin kencang belum juga reda,menambah rasa was was dihatinya.


wushhhhh...


zrasshhhh...


jedderrrrr...


Angin dan petir seperti berlomba,unjuk kebolehan.


***


Dilain tempat,para pekerja sejak siang tadi menunggu kedatangan amir yang membawa bahan material merasa heran,dikarenakan tak kunjung tiba.Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 22:45,mereka terpaksa menghentikan pekerjaannya dulu akibat kehabisan bahan baku.


"Apa karena cuaca buruk ya? pak amir tidak jadi kesini?" tanya salah satu pekerja.


"Entahlah,semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi," ucap pekerja lainnya.


Di sisi lain...


Pak bambang sejak tadi mondar mandir,pasalnya ia merasa sangat khawatir dengan sopir nya dan amir yang sedang mengantarkan bahan material.


"Tadi waktu mereka berangkat memang hujan sangat deras,angin juga kencang.Aku jadi merasa tak tenang kalau begini,apalagi sampai sekarang mereka belum kembali" gumamnya.


Ditengah kekhawatirannya,terdengar suara ketukan di pintu depan.


Tok...


Tok...


Tok...


"Assalamu'alaikum..." terdengar ucapan salam.


"Wa'alaikumussalam...siapa yang bertamu malam malam begini?" gumamnya lagi.


"Klekk" pintu terbuka.


Pak bambang begitu kaget,dengan tamu di depannya.Seorang pria bertubuh tegap berseragam polisi ada dihadapannya.

__ADS_1


"Maaf,cari siapa ya pak?" keheranan dengan munculnya lelaki berseragam polisi,meluncurlah pertanyaan itu dari mulut pak bambang.


"Apa betul disini rumah pak bambang yang mempunyai toko material?" tanya orang itu.


"Ya betul,saya sendiri bambang.Ada apa rupanya bapak mencari saya?"


Setelah dipersilakan masuk dan duduk,polisi itupun langsung menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke rumah pak bambang.


"Begini pak bambang,sore tadi kami mendapatkan laporan.Bahwa di jalan xxx telah terjadi kecelakaan tunggal,mobil truk bermuatan material bangunan menabrak pembatas jalan,dan menurut saksi mata yang melaporkan kejadian tsbt,sebelumnya mobil itu diterpa dahsyatnya angin kencang,lalu mobilpun oleng karena hilang keseimbangan.Naasnya truk bapak langsung menabrak pembatas jalan.Setelah tim kami mengeceknya,dilihat dari beberapa material yang berserakan di tkp dan juga pembatas jalan yang rusak,sudah dipastikan mobil itu memang menabraknya,lalu terguling ke jurang dan sepertinya mobil itu tenggelam kedasar sungai,mengingat dibawahnya ada sungai." polisi itu memberi penjelasan yang panjang lebar.


Setelah mendengar penjelasan dari polisi tsbt,seketika pak bambang langsung lemas ia benar benar shock,mengingat dirinya begitu menyayangi amir.Ia samasekali tak menyangka kejadian nahas itu menimpa amir dan juga sopir kepercayaannya.


"Astagfirullohhaladzim,innalillahi wainnailaihi roji'un,saya betul betul tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini,amir dan kardi mereka adalah orang orang baik," dengan berurai air mata pak bambang berucap.


"Lalu...bagaimana dengan jenazah mereka berdua pak? apa mereka ikut tenggelam?"


"Sepertinya mereka memang tenggelam bersama mobil itu,pencarian akan kami lanjutkan besok" ujar pak polisi lagi.


"Ya sudah,kalau begitu saya pamit dulu pak bambang.Esok pagi kami akan melakukan pencarian lagi,bapak bisa datang kesana,dan saya minta tolong,kabarkan juga kepada keluarga mereka,"


pak bambang hanya mengangguk saja


Setelah memberitahukan semuanya,pak polisi pun pamit pulang,meninggalkan orang tua itu yang terpukul dengan berita yang datang mengguncang.


"Bagaimana caranya aku memberitahukan berita ini,kepada keluarga mereka 'haahhh'..." pak bambang menghela nafas berat.


***


Satu jam kemudian pak bambang sudah sampai di rumah amir,dan sayangnya di rumah itu hanya ada soni,sebab mirah belum kembali.


"Ibumu kemana son?" tanya pak bambang


"Ibu belum pulang pak,masih di rumah emak di curug taneuh.Ada apa ya 'pak?" tanyanya berkerut kening.


"Ehm,begini son...," ucapannya terjeda,orang tua itu kebingungan untuk menyampaikan kabar buruk tsbt


"Kenapa pak?"


"Ada kecelakaan,dan itu menyangkut ayahmu" lanjutnya,sambil melihat reaksi soni.


Deg...


Dan benar saja ekspresi terkejut terlihat jelas di wajah soni.


"Ma-maksud bapak kecelakaan,apa? siapa?" tanya nya tergagap


Akhirnya dengan perasaan tak karuan pak bambang pun menceritakan semua kejadian yang diketahuinya,dan benar saja reaksi tak terduga langsung di tunjukkan soni.


"Apa?!!bagaimana mungkin? bapak bohong 'kan? teriak anak itu tak percaya,disela isak tangisnya.


"Sayangnya itu betul son,pagi ini akan dilakukan pencarian jasad ayahmu,jadi lebih baik kita kesana.Dan,sebelum itu beritahu dulu ibumu," ucap pak bambang sendu.


"Tidak mungkin,hiks...bapak pasti masih hidup,aku yakin,bapak pasti bisa diselamatkan,hiks...bapak," soni sesenggukan.

__ADS_1


Melihat itu hati pak bambang merasa sakit,lalu kemudian ia memeluknya erat,berusaha memberikan ketenangan.


"Sekarang,lebih baik kita temui ibumu ya son,ibumu harus tau hal ini secepatnya," ujar pak bambang lembut.


Dengan masih sesenggukan,soni pun mengangguk,lalu dengan langkah gontai soni dan pak bambang pun segera mencari delman untuk mengantarnya pergi ke curug taneuh.


......................


Akhirnya pak bambang dan soni sampai juga di rumah disah,mereka langsung mengucap salam.


"Assalamu'alaikum..."


"Waalaikumussalam..."jawab seseorang dari dalam,pintu rumah pun terbuka


"Eh...soni,ibu kira siapa.Dan...kenapa soni bisa bersama pak bambang? mana bapakmu son?" ternyata mirah yang membuka kan pintu,dan langsung membrondong soni dengan pertanyaan.


"Bapak...bapak...hiksss,ibuuu.Bapak mengalami kecelakaan,bu...soni takut bapak tidak bisa diselamatkan," soni langsung menghambur memeluk sang ibu.


"Apa maksud mu soni? jangan bercanda kamu!! mirah mendorong kasar soni dan membentaknya,untuk pertama kalinya mirah berlaku seperti itu.


"Ibu...hiksss.."


"Bu mirah,yang dikatakan soni memang benar.Saya lah yang memberitahunya," ucap pak bambang.


Lalu orang tua itu memberitahukan semua informasi yang diketahuinya dan mirah sangat shock.


"Ti-dak mungkin,kang amiirrrr!!" jeritnya,lalu mirah pun lemas dan tak sadarkan diri.


Mendengar jeritan mirah diluar,musa dan disah yang berada di dalam rumah langsung keluar dengan panik.


"Ada apa ini,kenapa mirah pingsan.Soni kenapa ibumu?" tanya musa dan disah panik.


Soni yang berusaha menyadarkan ibunya pun hanya menangis.


"Permisi pak,bu...perkenalkan saya bambang,saya datang kemari bermaksud menyampaikan berita duka cita,"


"Duka cita? duka cita bagaimana?" tanya musa menyelidik.


Lalu pak bambang menjelaskan semuanya,dan langsung mengajak musa ke TKP.


"Innalillahi wainna ilaihi roji'un," ucap disah dan musa bersamaan.Mereka begitu shock,bahkan tidak percaya dengan berita itu.


Namun,pak bambang meyakinkannya.Akhirnya,musa pak bambang dan soni pergi ke TKP,tapi tidak dengan mirah,wanita itu masih tak sadarkan diri,disah mendampinginya ia menangis tersedu sedu sambil mengusap kepala mirah.


"Kasihan sekali kamu mir,baru saja ada orang yang menyayangi dan mencintai kamu serta nana dengan tulus,baru saja kamu meraih kebahagiaan,kini kamu harus mengalami kesedihan lagi,Ya Allah,berikanlah senantiasa kebahagian untuk adikku,sudahi kesedihannya." mirah meratapi nasib sang adik,ditengah isak tangisnya ia pun menyelipkan sebait do'a untuk mirah.


"Kang amir..."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2