Ketabahan Seorang Ibu

Ketabahan Seorang Ibu
Sakit


__ADS_3

Adzan dzuhur berkumandang ketika ki cabul,pak bambang serta amir dan ramlan tiba di rumah pak bambang,sebetulnya amir dan dua lainnya menginginkan agar pak bambang ke rumah sakit terlebih dahulu.Untuk memeriksa luka dikepala nya,namun pak bambang menolak,rupanya dirinya sudah tidak sabar untuk menyelesaikan segala urusan.


Tok...Tok...Tok...


"Assalamu'alaikum..."


"Mar...marni...,ini ayah.Kamu dirumah tidak?"


"Marniii...!" sekali lagi pak bambang memanggil anaknya.


Ceklekk...


Pintu terbuka,marni segera menghambur ke pelukan ayahnya.Marni sangat khawatir,sejak kemarin siang ayahnya tidak pulang.


"Ayah darimana? mengapa ayah meninggalkan marni?" marni terisak dipelukan ayahnya.


Pak bambang mengusap ngusap punggung marni penuh kasih sayang. "Ayah habis dari suatu tempat,ada urusan yang musti terselesaikan," jawab orang tua itu.


Marni pun mendongak menatap wajah lelah ayahnya,seketika marni kaget.Melihat kepala pak bambang dililit kain.


"Ayah kenapa? kepala ayah kenapa?!" pekiknya.


Lalu netra nya tertuju kepada laki laki yang dicintainya selama ini.


"Kang amir?!,akang datang juga 'ya? tolong jelaskan,ada apa sebenarnya.Kepala ayah kenapa?" binar dimatanya seketika terpancar tatkala melihat amir,namun raut kesedihan juga jelas terlihat.


"Ayahmu jatuh pingsan semalam.Dan kepalanya juga terbentur bebatuan di goa" jawab amir datar.


"Hahh' apa?! goa? goa apa maksudnya 'kang?" tanya marni kaget.


"Goa tempat tinggalku,semalam ayahmu datang ke tempatku!" suara berat dan serak terdengar tak asing di telinga marni,ki cabul yang semenjak tadi diam saja akhirnya angkat suara.Ketika ayahnya datang,marni tidak melihat kesana kesini fokusnya hanya kepada sang ayah dan amir,ki cabul yang memang semenjak datang langsung duduk di kursi teras,jadi tidak terlihat oleh marni.

__ADS_1


Deg...


Marni sangat terkejut dengan penampakan ki cabul di hadapannya,laki laki yang masih gagah perkasa di usianya yang tak lagi muda,laki laki yang selalu membuat marni kecanduan akan segala sentuhan nya,laki laki yang telah menanamkan benih di rahimnya.


"Mau apa kamu kemari?" tanya marni ketus.Tak dipungkiri,sekarang ini marni merasa sangat benci terhadap ki cabul.Padahal,semua yang terjadi bukan sepenuhnya kesalahan ki cabul.


"Jadi benar,kamu mengenalnya 'marni?" tanya pak bambang dingin.


"A-Ayah..." marni tergagap,ia sangat bingung dengan situasi saat ini.


"Ayah tanya sama kamu sekarang,dan jawablah dengan jujur.Siapa ayah,anak yang dikandungmu itu?" tanya pak bambang langsung.Sedangkan marni hanya tertunduk sambil meremas jari jari tangannya.


"Ayo jawab! jangan diam saja?!" kali ini pak bambang bicara dengan nada agak tinggi.


"Jawab saja marni,siapa ayah nya?!" desak amir.


Marni masih menunduk,sesekali ia menyeka air matanya.


"Apakah,itu anak ku? tanya ki cabul tak sabar.


Deg...


"Jadi benar itu anak ku?" tanya ki cabul memastikan.


Sedangkan marni,ia hanya memalingkan wajah.


"Untuk apa,ayah membawa laki laki itu kemari? dan mengapa ayah repot repot menemui dia ke goa itu?" ketus marni.


"Untuk apa katamu? apa kamu tidak berfikir? bagaimana pandangan orang orang terhadapmu,kamu hamil tapi di luar nikah.Sedangkan disini,orang orang sangat menghormati ayah.Mau taruh dimana muka ayah 'hahh?! kamu fikir,ayah tidak malu.Begitu?? Sudah kuputuskan,minggu depan Kamu akan menikah dengan nya.Ketika anak itu lahir,haruslah ada ayahnya.Dan lagipula saat kamu hamil,haruslah ada suami yang mendampingi mu." Tegas pak bambang,tak ingin di bantah.


Marni hanya terdiam,sebetulnya ia sangat terkejut mendengar ayahnya berbicara dengan nada tinggi.Sebab selama ini,pak bambang selalu berbicara lemah lembut kepada dirinya.

__ADS_1


Yang bisa dilakukan marni saat ini hanyalah menuruti apa kata ayahnya,sedangkan ki cabul? sedari tadi pria itu hanya manggut manggut saja.Tanda setuju dengan semua ucapan calon mertuanya.Dan begitulah akhirnya,marni dan ki cabul akan menikah minggu depan,dan untuk urusan pekerjaan ki cabul.Bukanlah hal sulit,pak bambang punya toko matrial besar,jadi ki cabul bisa membantu mertuanya untuk mengelola toko tersebut.Setelah semua urusan selesai,amir dan ramlan pun pamit undur diri.


Note: Sanjaya Pratama(Nama asli ki


cabul😁)


~~~~


DIRUMAH AMIR...


"Akang darimana saja?" mirah menghambur kepelukan suaminya.Ketika amir sampai dirumah dan terlihat begitu lelah.


"Maafkan akang ya sayang" amir mengecup kening mirah lembut.Dan amir pun menceritakan semuanya tanpa terlewat,mirah pun menyimak dengan baik dan menerima semua alasan ketidak pulangan suaminya.


Waktu berlalu begitu cepat,semenjak semua urusan tentang marni selesai,kehidupan rumah tangga yang mirah dan amir lalui pun sangat bahagia.Dan sekarang ratna manggala pun sudah masuk sekolah dasar.


Hoeeeekkkk...Hoeeekkk...


Pagi ini mirah sudah keduakalinya memuntahkan isi perutnya,badan lemas kepala pusing.Mirah pun hanya tiduran saja,ia tidak sanggup bangun untuk sekedar menyiapkan sarapan.Untungnya amir adalah suami siaga,jadi urusan sarapan amir mengambil alih.


Ketika sarapan siap,amir memanggil anak istrinya.


"Sayang,hayu atuh bangun.Kita sarapan dulu 'yuk." Amir mengusap ngusap tangan mirah.Mirah hanya menggeleng,rasanya ia tak selera untuk sarapan.


Wajah mirah terlihat sangat pucat,kepalanya juga terasa sakit.Amir sangat khawatir melihat kondisi istrinya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2