
"Hei! Mak tua,tolong buatkan aku teh,gulanya cukup satu sendok teh saja," Titah dori kepada Mak nenah,ya,ayah angkat Mirah tersebut memutuskan hukuman untuk Mak nenah adalah menjadi asisten rumah tangga dirumahnya seumur hidup,wanita tua itu tidak akan bisa pergi ataupun lari dari cengkraman dori.
"Iya,segera saya bawakan tuan dori," jawab Mak nenah,tak perlu waktu lama untuk wanita itu membuat secangkir teh,dan menyuguhkan nya kepada sang tuan.
Setelah menyuguhkan teh,Mak nenah pun kembali kedapur dan mengistirahatkan tubuhnya yang terasa sangat lelah,karena seharian ini dia sudah bekerja keras,mengurus rumah dori yang besar dan luas sendirian.
"Ah,sialnya masa tuaku.Bukannya bahagia,akan tetapi malah menyedihkan," keluhnya sambil memijat betisnya yang terasa pegal.
"Nikmati saja hukumanmu,jangan banyak mengeluh," ujar dori tiba tiba,yang ternyata pria itu selalu mengawasi semua gerak gerik Mak nenah,pasalnya ia sangat khawatir wanita tersebut berulah lagi,apalagi sekarang anak dan sang cucu sedang berada dirumahnya.
Mak nenah hanya mendelik saja ketika dori memperingatkannya,ia kini tidak bisa berbuat apa apa,dibawah pengawasan dori.
"Eh,mir..,mau apa kau kemari? Kalau mau sesuatu,kan bisa panggil dia," tunjuk dori kepada Mak nenah,ketika melihat putri asuh kesayangan nya memasuki dapur.
"Nana,katanya dia mau dibikinkan nasi goreng udang Pete yang pedas," jawabnya,sambil mempersiapkan semua bahan bahan untuk membuat nasi goreng yang diinginkan anaknya.
"Lhoo,ini kan sudah malam,belum tidur dia?" tanya dori keheranan,
__ADS_1
"Cucumu itu,mana bisa dia tidur dalam keadaan lapar," Mirah terkekeh.
"Oh,begitu? mengapa tak kau suruh wanita itu yang membuatnya?" dori menunjuk Mak nenah dengan dagunya
"Gak lah,hanya membuat nasi goreng.Aku bisa membuatnya sendiri," Mirah menyahut,dengan tangan nya yang terampil memotong motong semua bahan.
"Kak dori mau? biar sekalian banyak bikin nya," tanya mirah,menengok sekilas.
"Tidak,kau saja makan yang banyak.Biar badan kurus mu itu berisi kembali," dori menggeleng,dengan jawaban yang sedikit mencibir,pasalnya kini badan Mirah terlihat lebih kurus dari sebelumnya.
Aroma harum nasi goreng menguar di dapur dori yang luas,Mak nenah yang sedang duduk tanpa bisa berbuat apa apa hanya menelan Saliva nya saja,sungguh! jika boleh ia pun menginginkan nasi goreng tersebut.
"Hmm,wangi banget ni.Nana pasti suka," gumam nya tersenyum senang,setelah melihat sepiring nasi goreng buatan nya,terlihat sangat menggugah selera.
"Kak,Mirah ke kamar dulu 'ya,anak itu sedang manja,makan saja mau dikamar katanya," pamit wanita cantik itu
__ADS_1
"Ya sudah sana,suruh dia makan yang banyak.Biarkan saja dia mau makan dikamar,atau dimanapun yang dia mau," ujar dori.
Dengan segera mirah melangkahkan kakinya menuju kamar,sesampainya di kamar ia pun langsung disambut senyuman sumringah dari putri tercinta Ratna Manggala.
"Yeaayyy! nasi gorengnya wangi banget Bu," ucap gadis itu riang
"Iya dong sayang,ini special ibu buatkan untukmu," Mirah tersenyum dan mengacak gemas rambut Nana.
"Ayo dimakan,mau ibu suapi?" tawar Mirah
"No,no,no! Nana mau makan sendiri," si gadis kecil pun menolaknya.
"Baiklah,anak pintar! jangan lupa ber'doa 'ya," ucap sang ibu memberi peringatan
"Sip!" Ratna mengangkat jempolnya.
.
__ADS_1
.