
Lepas sholat subuh mirah dan ratna sudah tiba di stasiun,seperti biasa omi yang mengantar mereka.
"Kamu jangan terlalu lama di kampung,kasihan para pekerja bengkel dan semua langganan yang lain,mereka suka kebingungan cari sarapan,jika kantinmu tutup," omi memperingatkan sang adik
"Aku usahakan tidak lama,habisnya kalau di kampung aku merasa sangat nyaman," ujar mirah
"Uwak ikut saja sama ibu dan nana pulang kampung," timpal si gadis kecil polos
"Yaah,inginnya uwak juga ikut sama kalian,tapi mau bagaimana lagi? pekerjaan di bengkel itu selalu banyak tiap harinya,mobil mobil datang dari berbagai tempat,belum lagi jika yang harus ditangani adalah bekas kecelakaan,harus extra kerja keras," ia memberikan pengertian kepada nana
"Berarti uwak banyak uang dong,kan ua terus terusan bekerja,"
Mirah dan omi hanya tersenyum saja ketika mendengar celotehan gadis kesayangan mereka
"Kak,emmm...pak cu'eng itu,belum pernah menikah atau punya kekasih gitu?" mirah bertanya ragu ragu
"Memangnya mengapa kamu tanya tanya dia?" omi memicing
"Tidak kenapa napa sih,hanya ingin tahu saja," balas mirah
"Hemm,begini.Cu'eng itu setau kakak ya mir,dia itu belum menikah,dan belum terlihat menggandeng kekasih juga,kakak ikut pak rahardjo itu tidak sebentar lho,dari cu'eng masih sekolah menengah atas,dia itu laki laki pekerja keras,dan sudah membantu pekerjaan sang kakak sejak SMA ," panjang lebar omi menjelaskan
"Owh begitu?" mirah manggut manggut,namun fikirannya traveling dengan kejadian semalam yang membuatnya seperti tak punya malu,mirah menggelengkan kepala dan menutup mata
"Tidak!" teriaknya tiba tiba,yang mana membuat omi dan nana,bahkan semua orang yang ada di sana sontak menoleh ke arah mirah
"Kamu kenapa mir?" omi sangat panik mendengar mirah berteriak
"Ibu ada apa?" tanya nana tak kalah panik
"Ah,em,e-engga,gak kenapa napa" ujarnya gelagapan,ia menengok kesana kemari sambil mengangguk dan meminta maaf
"Bodoh,bodoh,bodoh!" rutuknya dalam hati,ia mengetuk ngetuk kepala sambil menggigit bibir nya
"Kenapa lagi kamu 'mir?" tegur omi
__ADS_1
Mirah segera tersadar dan menghentikan aksinya,ia pun tersenyum dan menggeleng
Tak lama kereta pun tiba,mirah dan nana segera saja naik,setelah berpamitan pada omi
"Dadah uwak! nana pulang dulu 'ya,nanti kalau liburan lagi,nana pasti datang!" nana melambaikan tangannya,ketika kereta mulai melaju
"Dadah,nana! uwak pasti merindukanmu," omi mengusap ai mata yang jatuh di pipinya,menggunakan ibu jari,biasalah kalau laki laki nangisnya pasti stay cool.
***
Di sisi lain cu'eng,sedang merasa kesal.Pasalnya ia tak sempat bertemu dengan mirah,ya,pagi ini ia untuk bertemu mirah dan berencana mengantarnya ke stasiun,namun semua tak sesuai harapan,mirah sudah pergi dan ia mendapatkan info dari omi yang baru saja tiba dari mengantar sang adik,
"Ah,bodoh! mengapa aku tidak bertanya semalam,tentang jam berapa ia pergi." gumamnya
"Pak cu'eng kenapa?"
"Ah,tidak kenapa napa," ucapnya sambil melengos pergi
"Kenapa sih,orang itu?" kening omi mengernyit heran,namun ia tak mau ambil pusing,kemudian ia pun pergi sambil mengendikan bahunya,lalu menuju bengkel yang kebetulan sudah dibuka dan ramai oleh orang orang yang ingin memperbaiki mobilnya,serta para pegawai lain yang sudah tiba terlebih dahulu,termasuk cu'eng,yang sudah duduk di kursi kebesaran nya,tempat ia mengawasi para pekerja.
"Arrrggghh!" teriak laki laki itu frustasi,kemudian ia menyugar rambutnya kasar,entah kepada siapa ia melampiaskan hasrat ini sekarang,belum lagi rasa rindu menggebu di hati
"Pak,bapak kenapa?" tanya seorang pegawai
"Ah,tidak.Lanjutkan saja pekerjaan kalian," ketusnya
Kemudian ia bangkit lalu melangkah pergi meninggalkan bengkel.Ia benar benar uring uringan,kemana ia harus menyusul wanita yang sudah mengobrak abrik hatinya,sampai sampai ia merasa sangat rindu seperti ini.
"Jika aku bertanya kepada omi,maka aku akan dicecar pertanyan sama dia," gumamnya saat ini ia tengah mondar mandir didepan kamar yang biasa di tempati mirah
"Akh sial!" umpatnya meninju udara
***
Di tempat mirah...
__ADS_1
Kini mirah dan nanan sudah sampai di rumah disah,wanita itu sangat kegirangan ketika anak gadis kesayangannya sudah berada di rumah kembali,sejak mereka berdua sampai, tak henti hentinya disah dan musa memeluk dan menciumi nana.
"Aduuhh,emak,bapak,pipi nana sudah basah ini,kena cium mulu," ujar gadis itu cemberut manja.
"Ish,nana mah gitu.Emak sama bapak itu kangen tauu,sama kamu.Bayangin aja,tiga minggu lhoo,kita pisah," disah menggebu gebu,sebabnya ia diprotes ketika sedang meluapkan kerinduan kepada anak asuhnnya itu
Mirah sampai tertawa melihat tingkah mereka,keluarga berharga yang sangat dicintainya
"Eh,mir.Kakak ada sesuatu buat kamu," ujar disah.
"Apa kak?" seketika mirah penasaran,jiwa ingin tahunya bangkit begitu saja
"Sebuah surat," jawab disah pelan,ia menatap lekat wajah cantik mirah,dan benar saja disah melihat perubahan di wajah sang adik
"Dari siapa," tanya nya pendek
"Herman," jawab disah berbisik,ia tak ingin nana mendengar nya,lalu melontarkan pertanyaan pertanyaan yang akan sangat sulit untuk di jawab
Sontak saja mirah terperanjat kaget,fikir dia,untuk apa?laki laki itu mengirimkan surat kepada nya.
"Bukankah mereka sudah tidak ada hubungan apa apa lagi?" tanyanya dalam hati
Namun raut itu tertangkap jelas oleh disah
"Walaupun kalian sudah tidak punya hubungan apa apa,coba buka dan baca saja dulu surat itu,kakak mau tau apa tujuan dia mengirimkan surat untukmu," ujar disah,ia jelas melihat keengganan sang adik untuk membaca bahkan menerima surat tak berdosa itu.
"Haahh,baiklah.Aku akan selalu kalah,jika itu permintaanmu 'kak,". wanita mempesona ini sangat pasrah dan tak bisa menolak keinginan kakaknya
Disah tersenyum kemudian menyerahkan surat itu kepada sang adik,yang kemudian diterima nya.
Kepada neng mirah di tempat.
.
.
__ADS_1
.