
Adzan dzuhur berkumandang,lonceng sekolah pun sudah berdentang,tanda sekolah telah usai,semua murid berhamburan keluar kelas tak terkecuali seorang gadis kecil yang keluar dari ruangan kelas dengan berlari dan melompat lompat riang.
"Ratna,tunggu!"
"Eh,neneng.Kenapa neng?" tanya nana kepada temannya.
"Pulang bareng saja 'yuk," ajak neneng.
"Hm,ayuk...,tapi tunggu sebentar 'ya,nana mau ketemu dulu sama kak soni.Tadi kami sudah janjian," ujar nana.
"Iya,aku tunggu di dekat pohon sana 'ya," tunjuk neneng ke arah pohon ketapang rindang disebrang sekolah.
"ok!
Nana berlarian menuju tempat janjiannya dengan soni,di dekat gerbang sekolah.
"Kakak!" nana berteriak nyaring dari kejauhan.
"Apa si 'dek,gak usah teriak teriak.Kakak gak tuli,"
"Dih,gitu aja sewot,katanya mau ketemu sama nana,ada apa?" tanya nana ketus,seketika mood nya berubah.
"Jangan ngambek dong,kak soni ingin ketemu saja,sebentar lagi kan acara kenaikan kelas.Dan kakak akan segera lulus dari sekolah dasar ini,kakak ingin kita lebih sering untuk bertemu." ada gurat kesedihan di wajah soni,lalu tangannya terulur mengusap rambut halus nana.
Semenjak mirah bekerja di bandung,ratna dan soni jarang bertemu.Paling bertemu disekolah,itupun kadang kadang,dikarenakan jadwal pelajaran soni yang padat.Biasanya ia berjumpa dengan nana bila jam istirahat tiba,dan itupun hanya sebentar saja.
"Dek,mau jajan 'gak?" tawar soni.
Nana mengangguk senang, "Iya,nana mau.Emang kak soni masih punya uang?" tanya gadis kecil itu polos.
"Eh,nana gak tahu 'ya,sekarang kak soni punya penghasilan sendiri.Uang kakak banyak,kalau hanya jajannin nana si kecill," soni berlagak.
"Diiih,sombong..." celetuk nana
"Yuk,nana mau jajan apa? bakso? mie ayam? atau apa?" tanya soni.
"Bener ni ya,nana mau bakso yang guedee sama minumnya limun dingin.Eh,tapi neneng kasihan nunggu lama,kalau nana jajan bakso dulu." tiba tiba nana teringat neneng yang sedang menunggunya di bawah pohon ketapang.
"Ya sudah,ajak neneng sekalian gih.Tenang aja,kakak traktir juga teman kamu." titah sang kakak.
"Beneran kak?" soni mengangguk. "Yeayy,tunggu sebentar ya kak,nana jemput neneng dulu kesana," nana berlari dan melompat lompat riang,soni hanya geleng geleng kepala saja melihat tingkah sang adik.
"Neng,neneng! kenapa diam saja si?" nana berteriak memanggil neneng,namun yang diteriaki hanya diam tak menyahut.
__ADS_1
Nana mendekat,dan ternyata neneng tertidur pulas dibawah pohon ketapang dengan belaian lembut angin yang bertiup.
"Yah,pantes aja neneng gak nyahut.Aku kerjain ah," nana tersenyum jahil.
Nana celingukan mencari sesuatu disekitarnya,dan ia menemukan itu.
"Hacccuhh...hacccuhh...ahh,apa sih ganggu aja?" neneng bersin bersin,otomatis ia pun terbangun dari tidur nikmatnya.
Melihat itu nana tertawa cekikikan,ia merasa berhasil mengerjai neneng.Bulu ayam yang dipungutnya sukses membuat neneng bersin.
"Bangun,neneng.Bisa bisanya kamu tidur disini,mau bakso gak?" nana segera menggoyangkan bahu neneng yang terlihat akan menyambung tidur nya lagi.
Mendengar bakso,seketika mata neneng menjadi cerah.
"Nana gak bohong,nawarin neneng bakso?' neneng menatap lekat nana.
"iya,nana gak bohong.Suerr deh," nana mengacungkan dua jari nya.
"Makanya ayo bangun,kak soni udah nungguin tuh," nana hampir menyeret neneng.
"Ih nana,jangan diseret dong.Neneng bisa jalan sendiri."
"Ya ayoookkk," nana berlari menuju ke tempat soni menunggu,di ikuti neneng di belakang nya.
"Nana,kebiasaan kamu 'ya,kakak bilang jangan suka lari lari.Takutnya jatuh," soni menegur adiknya.
"Hehe,iya nana minta maaf.Ayuk,pesen baksonya kak," rupanya ia sudah tidak sabar.
Mereka bertiga pun segera menuju gerobak bakso yang biasa mangkal di dekat sekolah.
"Kak,nana mau bakso guede 'ya,di bening.Baksonya aja,gak campur apa apa.Punya neneng juga samain aja 'ya," pintanya.
Soni segera memesan tiga porsi bakso,dan limun dingin yang diinginkan nana.Mereka pun makan dengan lahap.
Selesai makan nana dan neneng langsung pamit pulang kepada soni.
"Terimakasih kak baksonya,nana kenyang," ucapnya riang sambil menepuk nepuk perut nya.
"Sekarang nana mau pulang sama neneng,takutnya dicariin emak.Pasti emak sedang khawatir,karena gak biasanya nana terlambat,"
"Nana gak mau ikut pulang sama kakak?" tanya soni sendu.Ia masih merindukan adiknya dan berharap nana mau ikut pulang dengannya kerumah lama mereka.
"Nana gak bisa,kasihan emak sama bapak.Mereka gak bisa pisah dari nana," jawab sang adik.
__ADS_1
"Memangnya,sama kak soni gak kasihan? malah kak soni kesepian dirumah sendirian," mata soni berkaca kaca.Melihat itu nana jadi sedih,ia segera memeluk sang kakak.
"Kakak jangan nangis,kan nana jadi sedih,nana ikut nangis nih," nana terisak dipelukan soni. "Kak soni ikut saja yuk,ke rumah emak," ia membujuknya supaya mau ikut ke curug taneuh.
"Maaf nana,kakak tidak bisa ikut.Kakak banyak pekerjaan sekarang,tanggung jawab almarhum bapak,sekarang kak soni yang pegang," soni menolak halus,dan berusaha menjelaskan nya kepada sang adik
"Yaahh," gadis kecil itu pun murung. "Ya sudah,kalau begitu .Nana sama neneng pamit pulang ya kak,assalmu'alaikum," setelah mengucap salam nana pun berlalu meninggalkan soni yang mematung menatap punggung sang adik yang semakin menjauh.
"Seandainya bapak belum meninggal,kita pasti masih jadi keluarga yang utuh ya 'dek,aku pasti masih punya ibu yang akan selalu menyayangiku,yang selalu membuatkan makanan untuk ku,aku pasti masih bisa bermain dan bercanda tawa bersama adik'ku,tidak seperti sekarang.Hidup sebatang kara,dan berjuang sendiri untuk hidupku.Walaupun semua pekerjaanku berjalan lancar dan ada pak bambang yang mendampingi,tetap saja hatiku merasa kosong," soni menangis tersedu sedu,ia menekuk lutut dan menenggelamkan wajah nya diantara kedua lutut,tak dipungkiri ia memang kesepian.
......................
Pukul dua siang disah dan musa masih bekerja di sawah,setelah melaksanakan sholat dzuhur di saung,mereka kembali melanjutkan pekerjaan nya,dan biasanya sampai waktu ashar mereka baru berhenti.
"Aku khawatir pak,kenapa nana belum pulang dari sekolah.Sekarang 'kan sudah hampir sore." disah sangat mencemaskan anak kesayangan nya.
"Tunggu sebentar 'mak,mungkin diajak main dulu sama kakaknya," musa menenangkan sang isteri
"Yaah,semoga saja begitu." disah celingukan,netranya memindai jalanan yang biasa di lalui nana ketika pulang sekolah.
Karena memang letak sawah milik disah dekat dengan jalan umum yang biasa di lalui warga.
Tiba tiba dari kejauhan ia melihat apa yang dari tadi dikhawatirkannya.
"Emaaaakkk!!" teriak nana.Ia pun berlari lari menyongsong sang emak yang penuh lumpur.Dengan manjanya ia memeluk disah yang belepotan lumpur sawah,bergelendot manja seperti tak terganggu oleh sang lumpur yang menempel disana sini,bahkan baju seragamnya pun ikut kotor.
"Nana,baju kamu kotor 'nak," tegur musa.Tapi yang ditegur seperti tidak menghiraukan,ia malah asyik menciumi pipi disah.Disah hanya tertawa dan menciumi balik pipi gembil nana sambil menggelitiknya,sampai nana tertawa tawa.
Melihat hal seperti itu musa sudah tidak asing lagi,ia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Neneng pulang duluan saja,nana mau pulang sama emak,"
Neneng menggeleng, " neneng mau nunggu bapak,nanti saja pulangnya," neneng menolak pulang,dirinya ingin pulang bersama sang bapak, yaitu mang karja.
Nana mengangguk "Oh...iya deh," ucapnya pendek.
"Kenapa telat 'hem,hari gini baru pulang. Jangan suka bikin orang tua khawatir.Ayo cerita sama emak," disah menoel hidung nana gemas.
Kemudian nana bercerita kepada emaknya,perihal ia pulang terlambat.
.
.
__ADS_1
.