
"Aku benar 'kan? kau kemari menemui mantan istrimu, bukan menemui kak disah seperti katamu,apa yang kalian bicarakan?" tanya rohanah penuh selidik.
"Ck,aku kemari memang ingin bertemu dengan kak disah,akan tetapi dia belum pulang.Kebetulan ada Mirah,jadi kami mengobrol sebentar," dengan malas Herman menjelaskan kepada istrinya yang dilanda cemburu
"Kau belum menjelaskan,apa yang kalian berdua bicarakan?" ia merasa belum puas,sebab satu pertanyaan nya belum terjawab
"Kami hanya membicarakan Ratna saja,aku meminta Mirah untuk membujuk anak itu supaya mau menerimaku," ucapnya bernada kesal
"Lantas,kau sendiri.Untuk apa datang kemari?"
"Aku hanya ingin memastikan,kau tidak tergoda oleh ibunya ratna,"
"Kau mau apa jika aku memang tergoda olehnya,dia begitu cantik dan anggun," seperti tak berperasaan Herman blak blak Kan kepada rohanah
"Argghh,dasar laki laki sialan kau!" maki rohanah dengan teriakan super kencang
Mirah yang di dalam dan tak sengaja mendengar teriakan rohanah tentu saja kaget,ia mengelus dada dan beristighfar
"Dasar wanita gila," umpatnya
"Diam kau,jangan berteriak seperti itu.Aku punya sebuah rencana,apa kau ingin tahu?" Herman berusaha membujuk rohanah
"Apa memangnya?"
"Sini,aku bisikkan,"
Ekspresi rohanah berbeda beda ketika Herman membisikkan sesuatu,kadang ia menampilkan kemarahan,kaget,dan kadang juga bahagia.Entah apa yang mereka rencanakan
"Yang lainnya aku setuju,tapi untuk yang satu itu aku harus berfikir dulu." ucap rohanah memalingkan wajah
"Ayolah...,fikirkan baik baik yah,"
"Cihh,dasar buaya," umpat rohanah
"Assalamu'alaikum..." teriak Nana tiba tiba,ia yang baru pulang sekolah belum menyadari kehadiran ayah dan ibu tirinya
"Wa'alaikumussalam,"jawab rohanah dan herman serentak.Seketika senyuman bahagia terbit dari bibir laki laki itu
"Mengapa kalian disini? untuk apa?" tanya Nana dengan nada tak senang
"Nana,sini Salim dulu sama ayah." mengabaikan ketidak senangan- Ratna,Herman berusaha mendekati anaknya
Ratna hanya diam saja,menatap tak suka kearah rohanah dan herman
"Jangan begitu anak manis,sini Salim dulu sama ayah dan ibu," rohanah berusaha manis membujuk Ratna
"kau bukan ibuku," ucap Nana cepat
__ADS_1
"Iya baiklah,aku memang bukan ibumu.Tapi aku istri dari ayahmu,yang artinya kau harus menghormati ku juga," kali ini nada bicara rohanah terdengar tegas,ia memang merasa tersinggung ketika mendengar penolakan Ratna,
Ratna tak menggubris kedua orang itu,ia pun berlalu masuk kedalam rumah dengan memutar bola mata malas
"Heii...! dasar anak kurang ajar,dimana sopan santun mu hah?! apakah ibumu tidak mengajari?"
Mendengar rohanah menyebut nyebut sang ibu,Ratna pun tak terima,gadis itu membalikkan badannya lalu tanpa aba aba
*Bugh!
Arghhh*!
Ratna dengan emosi meninnju mulut rohanah sampai lebam,tinjunya lumayan kuat.
"Jaga mulut mu itu ya,jika tak ingin ku pukul lagi!" ancam Nana
"Lancang! beraninya kau,kepadaku! dasar anak sialll!" maki rohanah,
Melihat anaknya dimaki maki rohanah Herman hanya diam saja,dan ternyata makian rohanah terdengar sampai ke telinga Mirah
"Siapa yang kau sebut anak sial? dia adalah putriku yang berharga,bukan anak sial seperti katamu," Mirah mendelik tajam
"Dan kau! sebagai ayahnya Nana,yang ingin merebut hati nya,dimana usahamu untuk membela dia? kau hanya diam melihat anak itu direndakan dia!" tunjuk Mirah kepada rohanah dan herman
"Tapi anak itu duluan yang berbuat tidak sopan,dia meninju bibir rohanah sampai lebam,apa kau lihat? wajar saja jika dia marah,sebenarnya bagaimana caramu mendidiknya?" Herman sedang menggali lubang kuburnya sendiri
"Ma-maaf,bukan begitu maksudku.Tolong maafkan aku mir," Herman memohon lagi
"Ayo sayang,kita masuk kedalam.Disini penuh racun,tidak baik untukmu," Mirah menuntun Ratna masuk ke dalam rumah,membiarkan kedua orang pengganggu itu diluar
"Aku setuju dengan rencanamu,mari kita mulai," ujar rohanah penuh dendam
"Aghh,bicara apa kau? Mirah,Ratna tunggu!" Herman kembali mengejar anak dan mantan istrinya,(Baru juga di maafkan kau sudah membuat ulah lagi,hermaan hermaan,😌)
...****************...
Di kota Bandung seorang laki laki tampan kini tengah gundah gulana,memikirkan si pujaan hati yang kini berada jauh dari nya.Beberapa bulan telah berlalu kini ia merasakan kerinduan yang mendalam,cu'eng hanya mendesah pasrah
"Bagaimana keadaan Nana sekarang 'ya?" ia bergumam sendiri
"Mirah...,aku benar benar merindukan mu," gumamnya lagi
Cu'eng berfikir bahwa sekarang Mirah dan Ratna masih berada di panjalu,ia benar benar tidak tahu bahwa sekarang posisinya sedang terancam
Seperti ada ikatan bathin,kerinduan cu'eng kepada Mirah ternyata dirasakan wanita itu juga
...****************...
__ADS_1
"Ah,pak cu'eng.Kenapa tiba tiba aku mengingatnya?"
"Kenapa Bu?" tanya Nana,ketika mendengar ibunya menyebut nyebut nama cu'eng
"Ah,tidak apa apa sayang.Hanya tiba tiba saja ibu ingat sama pak cu'eng," jawab Mirah jujur
"Iya Bu,pak cu'eng sangat berjasa dalam menyelamatkan nyawa Nana,kalau tidak ada beliau mungkin Nana sudah tiada Bu," ucapnya sendu
"Hus,jangan bicara begitu ah..ibu gak suka,tapi Nana memang betul nak,Allah menyelamatkan nyawamu lewat pak cu'eng," ujar Mirah lagi
"Bu,nanti nanti,kita ke Bandung 'yuk,bikin kejutan buat Mak Anis,buat teh aam,dan juga buat pak cu'eng," ucap gadis itu Riang"
"Iya sayang,kapan kapan kita ke Bandung lagi 'ya,sekarang lebih baik Nana ganti baju cuci tangan terus makan.Nanti ibu bikinkan ayam goreng," Mirah mengelus lembut pucuk kepala Nana
"Iya,tapi Nana males keluar kamar 'bu,soalnya di ruang tengah ada orang itu," memang benar diruang tengah kini Herman dan rohanah tengah Duduk manis,menunggu Mirah dan Ratna keluar.
"Ayo deh ibu temenin,kita langsung ke ruang makan saja ya,tidak perlu menghiraukan mereka,"
Setelah selesai berganti pakaian,Mirah dan Ratna keluar kamar.Dan melewati kedua pasangan itu dengan acuh,seolah mereka tidak ada
"Ratna,sini sama ayah.Kamu mau kemana nak?" tanya herman lembut
Nana hanya melirik sebentar. "Makan..." jawabnya cuek
"Maafkan kami nak,"
Namun Mirah dan Ratna tak menggubrisnya,mereka terus berlalu ke ruang makan tanpa ada niatan mengajak mereka
Ratna dan Mirah kini tengah makan dengan lahap,aroma ayam goreng dengan rempah lengkuas yang begitu harum menggelitik Indra penciuman rohanah,hingga perutnya pun ikut berbunyi
"Sialan sekali si Mirah itu,dia sama sekali tak mengajak kami untuk makan.Padahal rumah ini milik kang Herman,mengapa dia berkuasa sekali? awas saja suatu hari akan ku balas," ucap rohanah dalam hati penuh kebencian
***
Hingga sore menjelang rohanah dan herman masih tetap berada di rumah disah,dan kini mereka berdua tengah berhadapan dengan sang pemilik rumah
"Apa kau lupa,aku pernah bilang apa?" tanya disah sinis
"Aku akan ingatkan jika kau lupa,jika kau datang ke rumahku jangan kau bawa benalu ini,wanita tak tahu malu yang menggoda suami orang,"
Rohanah mengepalkan tangannya,ia tak terima disebut benalu dan wanita penggoda
"Aku permisi!" ucapnya sambil berdiri lalu beranjak pergi
.
.
__ADS_1
.