Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 100 Kembali Untuk Pamitan Bagian 2.


__ADS_3

Aldi-Ayah Darania tersenyum saat Darania sudah menemukan Azka. Cinta pertamanya dulu.


"Papah harus sembuh, Papah harus jadi wali nikah aku. Aku akan menikah Pah. Papah harus menyaksikan, aku menikah Pah. Papah janji sama aku, Ingin melihat aku menikah. Aku sudah dilamar Azka" hiks hiks hiks Darania menangis tersedu-sedu tak ingin Papahnya pergi. Darania baru melihat Papahnya sadar.


Aldi meneteskan air matanya begitu juga Azka. Yesa dan Arisa.


"Maafkan Papah yah nak, waktu papah sudah tak banyak lagi" Aldi sudah susah bernafas, nafasnya sudah tersengal-sengal. "Papah senang, kamu bersama Azka. Papah merestuinya kalian" sambil memegang tangan Azka dan Darania.


"Istriku" pangil Aldi pada Yesa.


Yesa datang menghampiri, Aldi suaminya. "Maafkan, semua kesalahanku padamu. Aku sudah tak bisa menjaga kalian. Hiduplah tanpa aku disisi kalian, jangan tangis kepergianku" guman Aldi lagi sudah tak bisa bernafas dengan baik, Aldi mengucapkan syahadat terlebih dahulu dengan terbata-bata sampai selesai mengucap Syahadat. Aldi menghembuskan nafas terakhirnya dengan damai. Menutup matanya untuk selama-selamanya.


Yesa mengelengkan kepalanya tak percaya memcoba memgoyangkan badanya Aldi. Bersama dengan Darania. Masih tak percaya kalau Papah dan suaminya sudah pergi. Darania dan Yesa pingsan tak menerima kematian seseorang yang sangat berarti untuk Ibu dan anak ini.


Yesa dan Darania pingsan membuat Azka kesulitan untuk mengendong keduanya. Arisa keluar mencari dokter untuk memeriksa Yesa dan Darania. Baik Yesa dan Darania begitu scock dengan kematian Aldi yang tak disangka-sangka.


Baik Darania atau Yesa. Masih belum bisa menerima dengan kepergian Aldi.


Sampai di pemakaman, Yesa dan Darania masih saja menangis di atas batu nisan Aldi. Yesa dan Darania tak menyangka kalau suami dan papahnya, kembali hanya untuk berpamitan pada Yesa dan Darania.


Semua datang ke pemakaman. Arya, Nadia, Soni, Elis, Lilian, Arita, Rudi, Kila, Asron, Mina, Doni dan semua keluarga dan kerabat terdekat Azka. Darania hanya punya Yesa dan Aldi. Tak ada lagi Keluarga mereka yang dekat.


Vivian masih berdiri di dekat pohon bersama Ken. Vivian tak berani mendekati Darania saat ini. Vivian masih merasa malu untuk bisa berhadapan dengan Darania. Vivian malu dengan kelakuannya dulu pada Darania.


Vivian dulu sahabat Darania. Karna, ulah Vivian dan Ibas. Sudah menyakiti Darania. Ibas sudah di penjara dengan tuntutan yang berat. Menipu, mengelapkan dana perusahaan, dan yang paling parah. Menyekap Aldi dengan keji membuat Aldi meninggal karna, perbuatan Ibas. Membuat Ibas mendekam di penjara seumur hidupnya.


Ken masih setia disamping Vivian. Vivian menangis melihat Darania menangis.

__ADS_1


"Apa kita ke sana saja" ucap Ken, memcoba menenangkan Vivian.


Vivian mengelengkan kepalanya.


"Aku masih belum siap, bertemu dengan Dara. Aku malu mengingat kesalahanku padanya" guman Vivian masih bersembunyi di balik pohon.


Ken jadi penasaran dengan kesalahan Vivian pada Dara. Sampai Vivian tak berani menemui Dara secara tak tak langsung seperti ini. Ken semakin penasaran dengan Vivian. Membuat Ken semakin ingin mengenal Vivian jauh lebih dekat lagi.


Darania masih menangis. Begitu juga Yesa. Mereka berdua masih menangis tak rela dengan kepergian Aldi dengan begitu cepatnya.


Darania masih menangis. Saat semua orang yang mengantar ke makam Aldi. Yang tersisa masih keluarga dan sahabat terdekat Darania yang masih setia menemani Darania. Mata Azka sudah merah. Ikut menangis saat Darania terus-terusan menangis.


Hati Vivian begitu sedih melihat Darania seperti itu. Vivian mengumpulkan segenap keberaniannya untuk mendatangi Darania dan keluarganya yang masih berada di makam almarhum Aldi-Ayah Darania.


Vivian datang, bersama Ken mendatangi Darania dan keluarganya dan juga teman dekatnya. Vivian mendekati Darania. Darania langsung memeluk Vivian saat Vivian berada disampingnya.


Darania menangis di pelukan Vivian. Vivian terkejut dengan sikap Darania. Yang tak membenci atau pun marah pada Vivian. Padahal Vivian sudah siap. Bila Darania marah, atau memukul Vivian. Untuk semua kelakuan Vivian dulu terhadap Darania.


Arya dan Nadia, begitu terharu dengan Darania dan Vivian. Nadia dan Arya tau semua kisah Darania dan Vivian. Ken juga semakin menyukai Vivian dengan segala kekurangan Vivian saat ini dan seterusnya.


Akhirnya setelah beberapa saat, Darania pun pulang bersama keluarga dan teman dekatnya.


🍀🍀🍀


Ibas mendekam di penjara karna, perbuatan sendiri. Ibas tak menyesali semua itu. Ibas semakin membenci Darania dan juga Vivian. Karna, Vivian. Ibas jadi seperti ini.


Ibas sudah di dakwa bersalah. Ibas di hukum atas kesalahan yang sudah diperbuatnya. Tak ada yang membela Ibas saat ini. Karna, Azka sudah ultimatum semua pengacara. Kalau ada yang berani membela Ibas. Azka akan membuat semua mengalaminya hal sama dengan Ibas. Membusuk di penjara bersama Ibas.

__ADS_1


Azka sudah menjadi sosok yang paling di senangi dan di takuti oleh. Saingan bisnisnya. Semua kolega-kolega Azka. Tak ada yang mau berurusan dengan Azka. Azka tak main-main dengan ucapanya. Apa yang dia katakan semua akan terjadi. Azka mendapat dukungan penuh dari orang no 1 di negerinya. Semuanya tingkah pola Azka akan menjadi sorotan semua media..


Azka sudah jadi pengusaha muda yang sukses. Mendulang prestasi yang begitu banyak dengan usaha kulinernya. Sudah masuk dalam jajaran pengusaha tingkat atas.


Restoran Azka, sudah masuk berita Internasional. Internasional sudah mengakui kelezatan dari restoran Azka saat ini. Sungguh prestasi yang luar biasa. Makanya tak ada yang berani macam-macam pada Azka. Berani melawan Azka. Tamat sudah kariernya.


Vivian datang menjenguk Ibas yang sudah mendekam di penjara selama dua minggu.


Ibas melihat Vivian tak suka.


"Mau apa lagi, kamu ke sini!".


"Mau mempertahankan Aku?". Ibas begitu kesal, begitu melihat Vivian. Apalagi Ibas sudah kesal dengan teman-teman satu selnya yang bertindak sesuka hati mereka. Mengajar Ibas habis-habisan. Membuat muka Ibas di buat babak-belur. Karna, kekakunya yang sombong dan arogan.


"Aku ga akan basa-basi lagi?. Aku ke sini untuk mengajukan cerai padamu?" ucap Vivian sambil menyerahkan surat perceraian pada Ibas.


Ibas melempar surat cerai itu ke muka Vivian. "Berani sekali, kamu meminta cerai padaku. Harusnya aku yang menceraikan kamu. Bukan kamu yang menceraikan aku" bentak Ibas semakin kesal.


"Aku anggap kamu sudah menceraikan aku, Ibas. Aku tak ingin jadi wanita bodoh menunggumu kembali, sedangkan kamu tak akan pernah kembali. Kamu sudah bersalah atas semua yang sudah kamu lakukan. Kamu pantas dihukum" tutur Vivian.


Ibas begitu kesal dengan ucapan Vivian. Ibas beranjak hendak akan menampar Vivian namun segera di halangi Ken. Ken petugas polisi yang menemani Vivian untuk bertemu dengan Ibas.


Bersambung...


Detik-detik terakhir mau tamat nih. Ikuti terus yah. Aku merasa bangga novel pertama aku sudah mau tamat dan menginjak chapter 100 sungguh di luar dugaan aku. Ternyata aku bisa. Terima kasih pada kalian yang selalu setia membaca karya aku, dengan tulisan aku yang Amuradul sekali. Maklum aku penulis pemula. Bila ada salah mohon maafkan Aku yah.


Mampir juga ke karya aku yang lainnya, "Irani Gadis Indigo" dan "Kisah Kita".

__ADS_1


Walau novel ini sudah mau tamat. Tapi masih ada karya aku yang lain. Terima kasih yang sebesar-besarnya pada kalian.


Duch aku sedih, novel ini mau tamat. Mau di bikin sekuel juga idenya sudah mentok. Author mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada kalian.


__ADS_2