Ketika Cinta Datang Season 2

Ketika Cinta Datang Season 2
Chapter 110 Kita


__ADS_3

Darania sudah memakai pakaian lengkap. Ia benar-benar lelah sekali karna, pertempuran yang diberikan Azka yang terus menggempurnya. Azka pun sudah siap untuk berangkat.


Azka menatap wanita yang telah menyerahkan segalanya untuknya. Sudah saatnya ia membawanya ke pelaminan. Darania begitu cantik dalam keadaan polos. Membuat Azka tak bisa berpaling darinya.


Azka memeluk Darania dari belakang. Rasanya ia tak mau pergi. Padahal sudah dua hari mereka melakukan malam pertama. Rasanya Azka tak mau melepaskannya.


"Azka, ayo kita pulang? Mamah sudah menanyakan aku terus!" seru Darania melepaskan pelukan dari laki-laki yang ia cintai.


"Sayang, kira percepat saja pernikahan kita. Aku sudah tak mau menunggu lagi," ucapnya manja.


Darania tersenyum. "Aku terserah kamu saja sayang?"


"Kalau besok bagaimana?"


Darania berbalik membuat keduanya saling berhadapan. "Kamu serius Sayang? Apakah tak terlalu cepat," ucap Darania serius dan juga terkejut.


"Kenapa tidak, Sayang?" ucapnya mulai mencium bibir Darania lagi.


Darania melepaskan ciumannya. "Kita pulang sekarang," ajak Darania sambil menarik tangan Azka.


Azka pun tersenyum.


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Waktu pun cepat berlalu sudah tak tak ada halangan lagi antara Azka dan Darania. Keduanya sudah siap untuk melangkah ke tahap selanjutnya.


Pulang dari malam pertama antara Azka dan Darania kedua mulai sibuk untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Keduanya sepakat untuk terjun langsung untuk memilih kartu undangan dan juga gedung pernikahan. Urusan Catering sudah ada chef di resto milik Azka.


Darania begitu cantik saat ia memakai baju pengantin. Membuat hati Azka berdebar karnanya. Ada beberapa baju yang di pesan Azka di hari pernikahannya nanti.


Dengan setia Azka menunggu Darania berganti bajunya sudah ada sepuluh baju yang dicoba Darania. Namun, tak ada satu pun yang membuat senang. Padahal bagi Azka, Darania cantik memakai baju mana pun. Sekali lagi Darania keluar menggunakan baju pengantin.


"Sayang, bagaimana?" tanya Darania memamerkan baju pilihannya untuk pernikahannya nanti.


"Cantik, sayang," ucap Azka sambil tersenyum.


"Aku pilih ini saja?" tanyanya lagi.


"Apa saja untukmu? Baru diborong satu butik pun tak masalah," ucap Azka sambil tersenyum. Walaupun hatinya begitu lelah dan sedikit kesal.


Azka menyenderkan kepalanya di kursi sandaran. Tubuhnya begitu lelah sudah hampir lima jam Darania belum beres memilih baju pengantin. Azka begitu lapar, sedari tadi belum makan. Darania tak membiarkannya untuk makan.


"Sayang, kita lanjutkan besok yah. Aku lapar sekali?" ajak Azka.


Darania cemberut! "Yah, sudah aku ganti baju dulu?" ucapnya masuk ke ruang ganti.


Azka menyenderkan kepalanya lagi. Kali ini, Darania benar-benar menyebalkan. Namun, Azka berusaha untuk sabar menahan semua amarahnya.

__ADS_1


Lama Azka menunggu Darania. Azka sudah bolak-balik mengunggu Darania. Kaki ini, ia benar-benar kesal. Azka pun masuk ke dalam ruang ganti. Ia mengerutkan keningnya tak ada Darania. Azka pun keluar lagi.


Seseorang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya. "Happy birthday to you. Happy birthday to you. Happy birthday. Happy birthday to you. Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Darania membawa kue ulang tahun bersama seluruh keluarga dan sahabat yang datang ke butik.


Azka tersenyum menetes air mata bahagia. Ini ulang tahun pertamanya yang dirayakan bersama Darania. Azka bahkan lupa kalau hari ini ulang tahunnya. Azka mencium kening Darania dihadapan yang lainya.


Semua datang tanpa terkecuali. Setelah memotong kue pertama untuk Arisa dan yang kedua untuk Darania. Mereka semua pun langsung menuju resto sebrang butik yang sudah di booking Darania khusus untuk ulang tahun Azka.


Semua pun berpindah ke seberang jalan di sana sudah ada beberapa karyawan staf di resto miliknya. Dan satu lagi orang yang tak dikenal Azka. Dia, Sindi anak dari dokter Farhan.


Semuanya sudah sepakat setelah Azka menikah. Giliran Arisa dan Dokter Farhan yang akan menikah. Sindi sedari tadi memperhatikan Azka. Membuat Darania cemburu. Sindi menyukai Azka! Namun, Azka akan menikah dengan Darania. Dengan terpaksa Sindi harus melupakan perasaannya pada Darania.


Apalagi, Darania mulai bersikap mesra pada Azka. Sindi hanya tersenyum saja melihat reaksi Darania.


Tanpa sepengetahuan mereka, seseorang memperhatikan Darania dan Azka. Hatinya begitu kesal dan marah. Ia berpikir. "Kenapa selalu bertemu dengan laki-laki itu, di mana pun Darania berada?" Ia benar-benar kesal sekali.


Ia pun keluar resto mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia kesal dengan kemesraan Darania dan Laki-laki itu. Harusnya ia yang ada disampingnya Darania bukan laki-laki itu.


Sampai rumah, ia langsung masuk kamarnya. Ia menatap seluruh foto Darania yang terpasang di dingding kamarnya. Ia begitu mencintainya. Tak ada yang boleh memiliki Darania selain dirinya.


Ia tak suka ada laki-laki lain yang berada di dekat Darania. Ia sudah bertekad akan mengambil Darania dari laki-laki yang kini bersama Darania.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like yah


Tinggal beberapa Chapter lagi menuju tamat...


__ADS_2