
Azka belum siuman, ia masih terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Laki-laki itu, selesai melakukan operasi pada kepala dan sukses dengan baik.
Sudah tiga hari lebih, laki-laki tersebut belum sadarkan diri. Membuat Arisa dan Darania cemas memikirkan laki-laki itu. Apalagi setelah mengetahui rahasia besar yang disimpan oleh Arisa. Membuat gadis itu menyadari perasaannya terhadap laki-laki tersebut. Gadis itu terus menangis tak ingin kehilangan lagi, laki-laki yang telah menolongnya di masa lalu. Laki-laki itu, harus tau perasaannya kini terhadapnya.
Hatinya terasa begitu sakit, melihat laki-laki yang selalu ia tunggu disepanjang hidupnya terbaring lemah. Gadis itu, tak bisa berbuat apa-apa untuk menyadarkan laki-laki tersebut.
Urusan Resto, Arisa menunjuk Soni dan Lilian. Arisa tak bisa menyuruh putranya Arya. Untuk mengurus dua resto, bukanya tak percaya. Namun Arisa tau, keadaan resto yang dipegang putranya harus benar-benar fokus untuk membuatnya berkembang seperti Resto pusat. Lagi pula, Arya tak keberatan saat ibunya, menunjuk Soni dan Lilian untuk bertanggung jawab sementara, selama putranya di rumah sakit.
🍀🍀🍀🍀
Di Mimpi Azka.
Laki-laki itu, berjalan tanpa arah dan tujuan. Berjalan dijalanan yang panjang dan tak berujung. Ia mengikuti cahaya yang membawanya ke suatu tempat, yang sama sekali belum pernah Laki-laki tesebut, datangi sebelumnya.
__ADS_1
Cahaya itu, membawanya ke suatu tempat. Di mana banyak orang-orang memakai pakaian berwarna putih. Orang-orang ini, berkumpul dan terus bersholawat dan bertasbih menyebut Tuhan mereka, ALLOH SWT. Tak ada yang bisa menganggu mereka yang khusus bertasbih menyebut Tuhannya.
Laki-laki terdiam melihat mereka. Dibenaknya banyak pertanyaan yang tak bisa ia jawab sendiri. Tak ada yang bisa ditanyakan di tempat ini.
Dalam lamunannya, seseorang menepuk punggungnya dari belakang, membuat laki-laki tesebut menoleh, "Ayah," panggilnya, kepada seorang laki-laki yang hampir sama dengannya, tersimpan dalam ingatannya. Laki-laki itu tak menua sedikit pun telah berdiri di belakangnya.
Laki-laki itu, tesenyum. Ia Asep ayah kandung dari laki-laki yang tersasar masuk dunia yang tak seharusnya ia datangi. Namun atas kehendak Tuhan, apapun bisa terjadi.
"Ayah, Apakah Azka sudah meninggal?" tanyanya merasa bingung, dengan tempat yang ia datangi saat ini.
Laki-laki itu, memeluk pria yang berada dihadapannya itu. Keduanya hampir sama persis dengan tinggi yang sama pulu. Hanya berbeda dari wajahnya yang lebih mirip Arisa dari pada pria itu.
Pria tersebutmelepaskan pelukan putra sulungnya, " Kamu sudah tumbuh menjadi pria yang tampan nak, Kamu menjadi pria yang hebat sekarang. Ayah bangga padamu. Dan terima kasih sudah menjaga Ibu dan Adik adikmu Nak," ucap pria tersebut sambil memegang rambut putranya dan mengacak-acaknya dengan lembut.
__ADS_1
Laki-laki itu, menangis haru, tak percaya dengan yang dilihatnya kali ini.
"Nak, jangan salahkan takdir, tentang apa yang terjadi padamu? Takdir punya jalanya sendiri untuk membuatmu bisa bahagia. Kamu tak perlu bersedih lagi. Karna, k**etika cinta menemukan jalannya**, semua akan indah pada waktunya. Takdir juga sudah membawanya kembali padamu, tanpa kamu sadari. Kamu tak bisa melawan takdirmu sendiri. Dia sudah menjadi takdir mu. Menjadi Cinta pertama dan terakhirmu. Walaupun kamu berpaling dengan yang lain. Tetap jalanmu bersamanya. Seberapa keras yang lain memisahkan kalian? Tetap saja, cinta dan takdir akan membawamu kembali bersamanya," tutur pria tersebut memberikan petuah pada putra sulungnya. Yang belum sempat ia katakan semasa hidupnya.
Laki-laki tesebut tak mengerti dengan ucapan dari ayahnya. Ia masih belum bisa paham dengan ucapannya.
"Dan satu lagi, katakanlah pada ibumu, jangan pernah untuk menunggu ia kembali. Berbahagialah dengan laki-laki lain. Sekarang sudah saatnya kamu pulang. Mereka sedang menunggumu kembali. Bila sudah saatnya ayah akan menjemputmu kembali di sini," ucap pria itu, merangkul putra sulungnya untuk yang terakhir kalinya.
Belum sempat ia pamitan pada sang Ayah. Laki-laki itu, keburu tersedot masuk kepada dimensi yang lain, tentang ingatannya masa lalunya yang sudah terhapus secara paksa, bersama Darania ( Baca kembali tentang Chapter Nia. Sebagai Flashback ingatan tentang Azka dan Darania alis Nia di awal mereka bertemu ).
Terlihat jelas, semua ingat itu tentang Nia. Seperti sedang menonton film, ingatan itu datang silih berganti memasuki pikiran laki-laki itu. Membuatnya mengingat tentang ingat masa lalu yang membuatnya teringat dengan gadis kecilnya yang selalu datang dalam mimpinya.
Sekarang ia mengerti maksud dari ucapan ayahnya. Bahwa ia dan gadis itu menang sudah berjodoh sedari lahir. Ia menyadari perasaannya dari awal ia bertemu kembali dengan gadis itu. Rasa cinta itu, memberi tanda tentang rasa yang telah lama tersimpan dalam hatinya untuk gadis itu. Seorang gadis yang ia dan ayahnya selamatkan dulu. Kini hadir kembali untuk mengobati hatinya yang teluka karna sebuah cinta yang datang terlambat kepada gadis lain. Laki-laki tersebut menyadari, kalau dari awal ia menang tak berjodoh dengan Laras. Begitu pula dengan gadis itu, yang tak berjodoh dengan mantan tunangannya. Keduanya bertemu kembali dengan rasa sakit dalam hati keduanya. Keduanya bertemu untuk saling mengobati setiap luka yang tersimpan dihati mereka masing-masing. Cinta itu, benar-benar menemukan jalanya sendiri untuk bisa bersatu kembali. Tak ada yang bisa memisahkannya lagi. Keduanya sudah terikat dalam jalan takdir yang tak bisa mereka hentikan. Semuanya sudah terjadi sesuai petunjuk dari Tuhan, untuk merasa sakit terlebih dahulu. Sebelum mendapatkan kebahagiaan yang tak tak ternilai oleh apa pun. Yang terjadi biarlah tejadi. Tinggal bagaimana keduanya menjalani semua memulai dari awal, rasa cinta itu tumbuh kembali untuk kedua hati yang telah lama tersimpan jauh dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Semua rasa itu, kembali ketempatnya semula dari mana mereka berasal. Sebuah rasa cinta kedua hati yang ditakdirkan untuk bersama selamanya. Melalui jalan yang begitu berliku, penuh rintangan namun keduanya lalui dengan sabar. Keduanya percaya, suatu saat nanti dua hati itu akan menyatu dalam sebuah ikatan cinta. Sebagai anugerah terindah yang ciptaankan Tuhan untuk setiap mahluk yang mempercayai cinta itu sendiri. Kenangan indah di masa lalu, membuat laki-laki tesebut mengerti dengan kehadiran gadis itu dalam hidupnya. Laki-laki itu, menyadari rasa cintanya semakin besar untuk gadis itu. Seorang gadis yang telah lama hadir dalam hidupnya. Seorang gadis yang selalu ia tunggu untuk menjadi miliknya seorang. Kini hari ini, telah tiba. Di mana sebuah rasa membawanya kembali kepada dunia nyata.
__ADS_1
Bersambung.....