
Diam-diam seseorang mengikuti Darania kemanapun Darania pergi. Sampai ia tau kalau kebiasaan Darania seperti apa? Ke mana Darania pergi? Bersama siapa saja ia pergi?
Malam itu, Azka sudah mengantar Darania pulang ke rumahnya. Setelah seharian berkeliling mall untuk mencari barang untuk seserahan.
Darania bingung dengan kondisi rumahnya. Kenapa gelap? Mamahnya ke mana??? Darania mencoba menelpon mamahnya tapi, tak ada jawaban sama sekali. Darania yang membawa kunci serep pun membuka pintu rumahnya.
Sampai dalam rumahnya dalam keadaan gelap. Ia pun menyalahkan lampu rumahnya begitu terkejutnya melihat mamahnya diikat oleh di kursi sofa dengan mulut di tutup lakban. Darani terkejut dan mulai melangkah.
Mamah Yesa sudah menangis melihat seseorang berada di belakang Darania. Mulai menyekapnya. Darania mencoba berteriak minta tolong. Namun, orang itu berusaha menutup mulutnya dengan kain yang sudah ia persiapkan. Dan mengikat Darania di samping mamahnya.
Azka pun membuka mobilnya ternyata barang-barang Darania belum di keluarkan dari mobilnya. Azka mengeluarkan semua belanjaan Darania tadi dan membawanya untuk kembali ke rumah Darania.
Azka sepeti mendengar suara jeritan tadi. Tapi, tak begitu jelas. Azka kembali ke rumah Darania. Namun, keadaan rumahnya masih gelap. Membuat Azka bingung sendiri.
Beberapa kali Azka mengetuk pintu rumah dari Darania tapi, tak ada jawaban dari dalam. Azka menjadi khawatir. Sebisa mungkin Azka mendobrak pintu rumah Darania sampai terbuka.
Rumah Darania masih gelap. Azka menyalakan ponselnya. Namun , seseorang keburu memukul Azka dari belakang sampai Azka pingsan.
🍀🍀🍀🍀
Beberapa saat kemudian Azka sadar, ia sudah terikat di samping mamah Yesa yang masih menangis melihat Darania yang sedang di lucuti bajunya oleh seseorang yang memakai topeng.
Azka yang murka berusaha melepaskan diri. Keadaan Darania sudah pingsan dengan luka memar di bagian kepala. Darania hampir polos tinggal pakaian dalam saja. Tangan kotor dari laki-laki bertopeng itu mulai nakal.
__ADS_1
Azka sebisa mungkin menendang kaki dari laki-laki kurang ajar itu. Namun, Laki-laki itu beranjak dan meninju wajah Azka sampai bengkak.
"Kamu menggangu sekali, harusnya aku bunuh saja tadi!" serunya kesal terus menampar, memukul wajah Azka sampai babak-belur.
Azka benar-benar murka dengan kelakuan Laki-laki itu. Azka tak terima calon istrinya di perlakukan seperti itu. Hanya Azka yang boleh menyentuh Darania.
Laki-laki itu tak peduli dengan amarah dari Azka yang begitu memuncak. Laki-laki kurang ajar itu hampir saja memperkosa Darania.
Dengan segala amarahnya Azka begitu kuat sampai ikatan yang begitu kuat pun berhasil terlepas. Azka membuka kemeja yang ia pakai untuk menutupi tubuh Darania yang sudah benar-benar polos.
Azka benar-benar memperlihatkan tubuh kekarnya yang kuat untuk menghajar Laki-laki bertopeng itu. Azka bener-bener tak menerima semua ini. Secara membabi buta Azka terus menghajar dia. Sampai dia benar-benar tak berdaya.
"Berani sekali kamu melecehkan Istriku. Aku tak terima?" bentak Azka murka semurka-murkanya benar-benar tak menerima semua itu.
Wanita separuh baya itu pun segera memakai baju untuk putrinya Darania sambil menangis. Azka pun menelpon polisi untuk melaporkan semua ini. Azka membuka topeng dari laki-laki itu yang sama sekali tak dikenalnya.
Azka mengikat laki-laki itu di kursi seperti tadi dia mengikat Azka, Darania dan Mamah Yesa. Setelah beberapa saat Darania pun membuka matanya. Mamah Yesa benar-benar khawatir memeluk putrinya dengan erat. Seorang ibu itu benar-benar takut dengan putrinya yang hampir saja diperkosa oleh laki-laki yang tak dikenalnya itu.
Darania pun menangis merasa ketakutan. Azka melihat Darania sendu. Azka meneteskan air matanya melihat Darania seperti itu. Hatinya ikut sakit juga.
Setelah beberapa saat datanglah polisi. Darania diminta keterangan. Darania mengenal Laki-laki itu. Dia bernama Yobi teman kuliahnya. Dari dulu Yobi memang menyukai Darania. Namun, Darania tak pernah menerima cintanya. Yobi begitu aneh sampai Darania benar-benar takut padanya.
Dulu Ibas selalu melindungi Darania dari Yobi. Sekarang ada Azka yang setia melindunginya dari siapapun? Darania benar-benar bersyukur Azka selalu ada untuknya.
__ADS_1
Setelah kejadian itu. Azka meminta Darania dan Mamah Yesa untuk tinggal bersamanya. Azka tak akan membiarkan Darania atau Mamah Yesa celaka lagi.
Seluruh keluarganya syok begitu Azka memceritankan semuanya. Semua sedih atas kejadian yang menimpa Darania. Namun, mereka semua bersyukur karna, Darania tak sampai diperkosa oleh laki-laki kurang ajar itu.
Azka terdiam melamun sendiri setelah sampai di rumahnya. "Azka, kamu kenapa?" tanya Darania.
"Aku takut Sayang, Laki-laki itu benar-benar memperkosamu! Bila sampai itu terjadi, bagaimana aku bisa bertemu dengan ayahmu nanti!" seru Azka sambil menangis.
Darania meneteskan air matanya. "Kamu akan selalu menjadi pahlawanku Azka, selamanya," ucap Darania memeluk Azka dengan erat.
"Aku tak terima Sayang! Untung saja aku yang lebih dulu menyentuhmu," bisik Azka pelan.
"Azka," ucap Darania sambil mencubit pinggang Azka. Darania benar-benar malu Azka berbicara seperti itu.
Sedangkan Azka tersenyum.
Yobi benar-benar dihukum. Atas tuduhan melecehkan dan penyekapan. Namun, Yobi tak terima. Ia menjadi gila karna, tak bisa memiliki Darania. Yobi benar-benar cinta mati kepada Darania. Cintanya tak tersampaikan karna, Darania hanya mencintai Azka begitu juga sebaliknya.
Bersambung...
Tinggal satu Chapter lagi sampai Tamat...
Sedih sih dan juga terharu akhirnya bisa menyelesaikan satu novel jangan lupa like yah dan komen.
__ADS_1
Mampir juga ke karya Author yang lain "Departemen Keamanan Supranatural" dan "Alika Si Penyihir Cantik" Terima kasih.